Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Perasaan Aneh


__ADS_3

Kamar milik Dimitri bersebelahan langsung dengan kamar milik Michelle juga ada pintu penghubung yang memudahkan Dimitri mengunjungi Michelle atau sebaliknya untuk kegiatan bercinta..dan kenyataan tak akan menjadi masalah walau kini keluarga tante Lydia tinggal dirumah ini..


Michelle duduk di kamarnya sambil belajar, namun ia menjadi tidak fokus, pikirannya malah terbang pada makan siang yang sedang terjadi di lantai bawah diruang makan..isi kepalanya berputar-putar tentang bagaimana sikap Dimitri...yang mesra pada Katren yang centil dan penggoda..bagaimana mereka jatuh cinta..


''Ceraikan aku secepatnya..gampang bukan....''


''Apa yang gampang nona...''tanya Vena dengan wajah polos..


Michelle terkekeh seketika...lalu mengusap wajahnya dan segera mengusir pikirannya yang mulai tidak fokus..


''Tugas yang gampang Vena..''balas Michelle tersenyum..


''Nona...bukankah nona belum makan...mengapa tadi menolak ajakan makan siang dari tuan Dimi...''


Michelle menghela nafas..ia menatap Vena, gadis muda ini sangat membantunya, dia lebih baik dari Nila dan juga Ela...dia adalah penolong bagi Michelle..teman bicara dan pintar menyimpan rahasia...dia juga merahasiakan hubungan Michelle dan Dimit yang adalah suami istri..Michelle bisa menceritakan segalanya pada Vena dan menganggapnya bukan pelayan lagi namun adik sendiri...dia menaruh kepercayaan penuh pada Vena...


''Setelah mereka selesai makan, kau bisa meminta pelayan di bawah untuk membawa makan siangku di kamar...aku sedang lelah karna tugas-tugas ini..''


Vena menurut...


''Tapi Nona...apakag nona benar akan pindah ke kampus milik tuan Marco..''


Michelle menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan matanya menerawang ke langit kamar....


entah apa yang membuatnya mengatakan hal tadi..setelah melihat kemesraan Dimi dan juga Katren ia merasa kesal dan ide langsung muncul di kepala ketika Marco menawarkan tentang kuliah..padahal Marco terlihat cuek di awal pertemuan...apalagi selama ini Dimi mengurungnya di rumah ini....jadi dengan kedatangan keluarga tante Lydia akhirnya dia bisa terbebas dari kurungan...lagi pula akan terlihat tak wajar jika Dimi masih bersikap posesif..tante akan curiga, dengan hubungan mereka...


********


Dimitri makan dalam ketenangannya sendiri..menatap kursi yang seharusnya menjadi tempat Michelle kini di isi oleh Katren...ada yang berbeda di makan siang kali ini...


Mengapa Michelle memilih tidak ikut makan siang, apakah dia marah karna Dimi membawa keluarga tante Lydia untuk tinggal tanpa bicara padanya..entahlah namun selera makannya berubah ketika Michelle tak ada disini..


''Well...aku akan mendaftar Michelle di kampus, jadi besok dia bisa masuk sesuai jurusan yang dia pilih selama ini....''ucap Marco pada Dimi....


Dimitri hanya terdiam...


''Mengapa kau bersikap posesif kepadanya Dimi, dia perlu bersosialisasi..''

__ADS_1


Dimitri meraih gelas berisi air dan meneguknya..ia pun tersenyum....


''Tante...sejak kematian ayah dan ibu, dan kepergian Rob yang mencari kesenangannya sendiri aku hanya punya Michelle di sisihku..aku tak mau dia terjerat pergaulan bebas dan kurasa tante mengerti...''


Hening........


''Aku akan menjaganya kak Dimi, bukankah aku juga kakaknya...''ucap Marco dari seberang meja..


Dimitri membeku....


''Lagi pula suatu saat dia juga akan menikah kak Dimi, karna itu dia harus mengenal dunia luar..''ucap Katren menambahkan..


Tante Lydia setuju..melihat Michelle dia merasa iba, tatapan Michelle yang sendu kulitnya putih seperti salju...Lydia bisa menebak bisa di hitung dengan jari Michelle keluar dari rumah ini..bagaimanapun Michelle juga keponakannya...


''Tidak dalam waktu dekat Katren...dia tidak kuijinkan menikah dalam 10 tahun mendatang.....''


Deg!!!!!


Semua yang ada di dalam ruangan itu hanya terdiam....


dan saling memandang......Dimitri memang terkenal dengan sikap kejam dan dingin itu sebabnya tak ada yang berani mendekat padanya...


Dimitri hanya mengangguk dengan wajah kakunya, lalu menyudahi makan siangnya..


''Kamar tante, Marco dan juga Katren ada di lantai dua...''


''Aku tinggal di apartemenku sendiri kak Dimi...namun aku akan sering kemari di hari libur...tapi untuk hari ini aku akan menginap karna besok aku akan membawa Michelle ke kampus..''


Kali ini Dimi mengangkat wajahnya...ia terlihat kesal..namun membungkusnya dengan senyuman..


''Aku akan mengantar Michelle jadi kau tak perlu mengantarnya Marco...''


Tante Lydia memang mengerti apa yang di rasakan Dimi..biar bagaimanapun dia adalah seorang kakak dan wajar melindungi adiknya sendiri...


''Baiklah....kalian berdua adalah kakaknya, jadi Marco kau pergilah dahulu atau kembali ke apartemenmu..besok Michelle akan ke kampus di antar Dimi...'' ucap Lydia tegas..


''Baik Mom....'' balas Marco mengalah..

__ADS_1


Katren semakin terpesona melihat sikap melindungi Dimitri pada adiknya, jauh di dalam hatinya dia sudah membayangkan suatu saat akan menjadi nyonya Dimitri Swan dan akan menjadi satu-satunya penakluk si pewaris dingin ini...Katren mulai memikirkan cara untuk mendekati Dimitri...tentu saja sang Mommy memang berniat menjodohkan mereka...


''Ehm....aku akan melakukan fashion show akhir pekan ini Dimi....jadi apakah kau bisa menemaniku..'' pinta Katren..


Dimitri pun bersedia tentu saja ia ingin Michelle melihat dan sadar kalau dia bisa saja mendapatkan gadis lain dengan mudah dan Michelle harusnya beruntung terpilih menjadi istrinya...


''Tentu saja.....aku akan menemanimu..''


''Ehm...cincin kakak bagus juga..'' goda Marco pada Dimitri yang memakai cincin berukir nama DM hingga pria itu menurunkan pandangan pada jari manisnya..


Ini adalah cincin pernikahannya dengan Michelle, sebenarnya dia tak ingin memakainya namun entah mengapa dia selalu gagal membuka cincinya...ini adalah tanda bahwa dirinya dan Michelle ada ikatan kuat yang tak bisa di lepaskan oleh apapun dan siapapun..


''Cincin ini adalah cincin pengikat antara aku dan Michelle, setelah orangtua kami meninggal dan hanya menyisakan kami dirumah ini..aku mengusulkan agar kami memakai cincin berukiran nama kami berdua, supaya dimanapun kami akan terus terikat satu sama lain..dan Michelle setuju...'' ucap Dimitri sambil tersenyum...


Katren menatap dengan mata berbinar...baiklah, suatu saat cincin itu akan di lepaskan dan Katren akan menggantinya dengan ukiran nama DK,....ia berjanji..


''Tante senang mendengarnya...kau dan Michelle saling mencintai....''


Lydia lalu melirik Katren dan Marco berharap kedua anaknya akan akur meski Katren bukan anak kandungnya...namun sepertinya mereka tidak akan semesra itu...


Lydia menghela nafas dengan berat...


''Kau adalah kakak yang baik Dimi, aku yakin suatu saat kau akan menjadi suami yang akan mencintai istrimu..''ucap Katren dengan berbunga-bunga..


Dimitri membeku...suami yang baik...??


********


Malam harinya.....


Michelle melirik malas ketika Dimi membuka pintu kamar penghubung di antara mereka..[ria itu tampak sangat kesal...ia mendekati Michelle yang tengah memakai cream malam di wajahnya,


Dimitri meraih lengan Michelle hingga gadis itu berdiri.....


''Apa maksudmu dengan ingin kuliah bersama Marco...jangan berpikir kau bisa mendekatinya...'' desis Dimitri dengan suara yang lantang..


Michelle mengeraskan tatapannya...sembari menaikan sudut bibirnya dengan dingin...

__ADS_1


''Apa yang mengganggumu Dimi,.....'' balas Michelle tak mau kalah,....


__ADS_2