
Hari-hari berikutnya mulai melelahkan di lewati Michelle..bagaimana tidak..begitu dia sampai di kantor hanya berselang 5 menit berbagai catering mahal dan juga aneka kue, ekskrim dan coklat makanan kecil lainnya sudah mendatangi kantor dan memenuhinya dengan makanan..bahkan ada yang sampai datang dengan truk berisi penuh makanan sampai Michelle harus mengusir mereka karna kedatangan mereka cukup mengganggunya..dan bagi Arga dia tidak perduli sama sekali dia tidak mengurangi jumlah makanan yang dia kirim...hingga Michell kehilangan kesabaran..bukannya menikmati makanan dia malah semakin kesal. Sebenarnya sore itu setelah dia pulang dari taman bersama Ayuna..MIchelle ingin mengadukan Arga namun dia tak mau jika Dimi akan terganggu..harga dirinya pasti terkoyak jika Michelle mengungkit siapa ayah bayinya...walau dia yakin kali ini bahwa Dimi adalah ayah dari bayinya...
Michelle mengangkat ponsel dan tanpa ragu mulai menelfon Arga...dan tidak sampai hitungan detik Arga menyahut dari seberang sana dengan senyuman..
Arga : Sayangku....
Michelle : Hentikan....aku mohon, aku pikir kau hanya ingin membuatku stres...
Arga : Kau tau itu tidak benar sayang..katakan apa yang kau inginkan..apakah semua yang ku kirim itu kurang...
Michelle : Kurang apa...kau hanya membuang makanan Arga..bagaimana kalau kau menyumbang makanan jika kau berlebih...
Arga : ( Terdiam )
Michelle : Arga....kehamilanku berbeda kali ini, aku akan suka makan apa yang aku mau bukan apa yang kau bawa...bahkan para pegawaiku tidak bisa menghabiskannya..aku tidak mau kau membuang makanan Arga..
Arga : Aku hanya ingin menyenangkan anakku....mengapa semua jadi begini..
Michelle : ( Berusaha bersabar ) bagaimana kalau aku akan mengirimkan video-video saja...bagaimana aku sudah makan...tapi biar aku yang memilih makananku sendiri kau tidak boleh ikut campur..
Arga : Bagaimana kalau kau mengirim daftar makanan kesukaanmu dan aku akan mengirimkan semua yang kau suka..lalu kau membuat video..
Michelle : Arga...kau bukan siapa-siapaku atau suamiku..jangan mulai lagi...
Arga : Kemungkinan besar aku adalah ayah dari bayimu sayang..suka atau tidak itu kenyataan...
Michelle : Ya ampun..kau benar-benar keras kepala...
Arga : Karna itu berhenti melawanku Michelle karna itu percuma..aku menunggu daftar menu makananmu sebelum besok pagi atau aku akan mengirimkan makanan beberapa Truk kali ini...
Michelle : Arga..tidak...hey....
Wanita itu mengerang kesal karna Arga mematikan ponselnya..pria gila itu sudah sangat keterlaluan...namun sekali lagi Michelle tak bisa membantah atau Arga akan menemui Dimi dan mengatakan kemnungkinan itu sekaligus mematahkan hati Dimi dan Michelle tak ingin itu terjadi dia sangat mencintai Dimi....
**********
Pintu ruangan kantor Dimitri Swan di ketuk dengan pelan hingga pria itu menekan tombol di meja dan pintu terbuka..dan sudah dia duga kalau yang datang adalah Arga..
Dimitri bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekat...
''Kau datang Arga.....''
Arga pun menaikan sudut bibirnya....ia pun menganggukan kepalanya...
''Kau memanggilku Dimi....padahal aku sudah menjauh....''ucap Arga melangkah cuek menuju sofa dan duduk disana...sembari menatap Dimitri yang sedang memandangnya..
''Aku ingin bicara,..''
__ADS_1
''Jika itu tidak penting maka aku tak punya waktu tuan Dimitri yang trhormat...aku tidak lupa kau yang telah melaporkan aku....''lirik Arga tajam..
Dimi mengangguk lalu mendekat ia tampak santai.. Dimi pun duduk di hadapan Arga....sembari menatap ke depan..
''Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.....Arga..''
Deg!!!!!!
***********
Tak terasa usia kandungan Michelle mencapai 5 bulan, sudah terlihat membesar..ia adalah bumil paling manis dan imut karna usianya yang memang masih muda.
karna kehamilannya ia membuka toko hanya dua hari dalam seminggu sebagai perjanjiannya dengan Dimi..suaminya memberi syarat agar dia mulai mengurangi kegiatan...
Dirumah juga sudah renovasi hingga ada lift disana...Dimi tak ingin Michelle bersusah payah naik turun tangga di kehamilannya yang sudah membesar...seperti pagi ini Michelle trun dari lift dan melangkah menuju ruang makan..
namun ia mengerutkan kening ketika Dimi tidak berada disana...lalu Michelle kembali melangkah menuju halaman namun pria itu juga tak ada...
Dimana Dimi.......?
Segera ia mengambil ponselnya untuk menelfon namun anehnya ponsel milik Dimitri tidak tersambung sama sekali, mengapa begitu...?
Setelah bertanya pada pelayan dan beberapa anak buahnya.. Michelle kini menjadi khawatir..semalam ia menunggu Dimi di kamar sampai tertidur dan paginya dia pikir Dimi sedang sarapan tapi pria itu bahkan tidak ada disana...
Mata Michelle menjadi panas...segera dia menghubungi ponsel Tomi dengan cemas..
Tomi : Kami sedang berada di luar negeri sejak kemarin nyonya...
Deg!!!
Michelle : Apa maksudmu Tomi....dimana tuan Dimi....aku ingin bicara mengapa ponselnya tidak aktif...
Tomi : Maaf nyonya tapi..tuan Dimi sedang menghadiri rapat penting dan tak bisa dio ganggu..
Airmata Michelle menetes....
Michelle : Aku tidak mau tau mengapa dia tidak memberitahuku sama sekali....ada apa..? Mengapa ini terasa aneh bagiku Tomi...katakan padanya aku...ingin bicara dan jangan coba memtatikan ponsel atau kau akan menghadapiku.....
Tomi : Aku sedang menunggu di luar gedung nyonya...dan tidak mungkin bagiku untuk menerobos ke dalam...baiklah..aku berjanji setelah tuan Dimi keluar dari sana maka aku akan memberi tau pesan nyonya..
Michelle : Apa yang terjadi dengannya..apa kau melihat sesuatu yang aneh darinya..?
Hening...
Tomi : Maaf nyonya tapi aku tidak memperhatikannya..
Michelle : Apa yang sebenarnya terjadi mengapa aku takut Tomi..
__ADS_1
Tomi : Semua akan baik-baik saja nyonya..tenanglah...tuan pasti akan menghubungi nyonya..
Tangis Michelle mereda...
Michelle : Aku akan menunggu dengan sabar tapi kau harus memberitaunya Tomi...
Tomi : Baiklah......aku berjanji nyonya Michelle..
Sambungan ponsel terputus....
***********
Seharian Michelle berada di ruangannya namun ia tak bisa tenang apalagi Tomi belum juga menghubunginya..wanita itu kemudian mengambil tas dan juga ponselnya dan melangkah keluar dari ruangan..
''Nyonya Michelle...ada seseorang yang ingin bertemu dengan nyonya..''
''Siapa Meta.....''tanya Michelle sambil melangkah menuju lift..
Meta mengikutinya dari belakang...
Ting...
''Aku tidak tau siapa dia nyonya..tapi dia pria yang tampan...''
''Arga itukah maksudmu...''
''Yah....Arga.......tuan Arga...'' ucap Meta mengeja...
Michelle memejamkan matanya sebentar ketika rasa pusing kembali menghantuinya...sampai Meta harus menahan tubuh Michelle agar jangan jatuh...
''Nyonya baik-baik saja,....''
''Mengapa dia kemari..dan mengapa kau tidak mengatakan kalau aku tidak ada Meta...''
''Aku tidak berani...nyonya...'' jawab Meta dengan polos..
Ting.....
Lift terbuka dan mereka pun keluar dari sana...
Melihat Michelle yang keluar dari lift, Arga pun bangkit dan tersenyum...ia mendekati Michelle...sampai keduanya berdiri saling menatap..
Michelle bersedekap.......
''Mengapa kau kemari Arga....''
''Menangkapmu.....''desisnya tajam.....
__ADS_1
Deg!!!!