
Kali ini Dimi meletakan alat makannya dan menatap lurus kepada Carissa yang tampak bingung.
''Carissa mungkinkah.....''
''Hanya kebetulan Dim...kumohon jangan mulai lagi..kau akan membuatku canggung.'' Carissa mengeraskan wajahnya, sambil meletakan alat makannya.
Dimi pun menelan kembali kata-katanya, mungkin memang benar ini hanya kebetulan dan dia yang terlalu sensitif..bukankah seharusnya ia bisa mengendalikan dirinya, ia tak ingin kehilangan Carissa lagi..tidak..pria itu lalu tersenyum...
''Jangan marah...atau cantikmu akan segera berkurang.'' goda Dimi sembari tersenyum..
Carissa akhirnya bisa bersikap santai, lalu memberikan senyuman hingga Dimi menjadi lega, hampir saja. Dia membuat wanita ini menjadi kesal..
Mereka pun mulai makan bersama, sambil berbincang beberapa hal yang ringan..
''Jadi Carissa...dimana pertama kali kau mengenal suamimu Arga...aku penasaran...kalian pasti memiliki kisah cinta romantis..''tanya Dimi di sela makannya.
Carissa menghentikan aktifitas makannya sebentar lalu menatap Dimi...ia tampak berpikir...
''Aku pikir kami bertemu di suatu tempat yang indah...' Carissa menjawab asal karna dia tidak yakin.dia belum mengingat semuanya..bahkan tak ada ingatan sedikitpun yang menempel di kepalanya terkait pertemuannya dengan sang suami.
''Maaf....kau tidak ingat...''
''Aku hanya sedang mengalami masalah dengan ingatanku Dim...aku mengalami kecelakaan kecil dan melupakan sebagian peristiwa penting dalam hidupku...''
Dimi membeku di tempatnya..
''Maksudmu kau sedang mengalami Amnesia...''
Kali ini jantung Dimi bergetar....entah mengapa ada harapan dalam dirinya, mungkinkah sebenarnya dia adalah Michelle yang sedang mengalami amnesia karna itu dia tidak dapat mengingat apapun...''
''Dim.......Dimi...'' suara Carissa menembus pikiran Dimi hingga pria itu menoleh,...
''Yah......''
''Apa yang kau pikirkan kau sedang melamun.''
''Yah....maafkan aku Carissa....''
Dimi menggeleng, tidak mungkin bukan..tidak,....mana mungkin MIchelle hilang ingatan...?itu adalah hal yang paling tidak masuk akal baginya..
Dimi pun terdiam di tempatnya sambil meneguk airnya...
''Kau melamun terus....jangan sedih Dim..aku yakin suatu saat istrimu akan kembali..bukankah dia mencintaimu...'' gumam Carissa menenangkan...
Dimi pun setuju....dan menyudahi makannya sementara Carissa juga sudah selesai makan...
''Baiklah.....bagaimana kalau aku akan mengantarmu pulang....''ucap Dimi lalu bangkit dari kursinya..
''Biarkan supirmu mengantarku Dim....aku tak ingin suamiku cemburu melihat pria lain yang mengantarku...aku sungguh tidak ingin ada masalah...''
Dimi tampak kecewa namun berhasil menyembunyikannya dalam senyum..
''Baiklah kalau begitu, Tomi..akan mengantarmu..''
''Tomi...''ulang Carissa seperti mengingat sesuatu..
''Yah...dia adalah segalanya, dia asistenku, sekertarisku dan kadang dia supir yang bisa di andalkan..'' gumam DImi sedikit bangga.
''Kau beruntung memilikinya DIm...''
__ADS_1
''Tentu....bagaimana kalau aku mengantarmu ke depan...''
''Baiklah terimakasih Dim..''
Mereka lalu melangkah bersama keluar dari rumah besar itu, dan menuju halaman rumah,..disana sudah terparkir mobil yang siap mengantarnya pulang...
Namun pandangan mata Carissa malah tertarik pada taman kecil yang berada di halaman rumah, tanpa bisa di cegah..Carissa melangkah melewati DImi yang hanya terdiam..dia tidak sendiri menyaksikan keanehan itu namun ada Tomi yang juga tak berhenti untuk terkejut mereka saling memandang dengan kerutan di dahi..
Mata Carissa berkaca-kaca ketika ia menatap sebuah mawar putih yang sekarat, daunnya sudah menguning....ia sedih sekali...
Dimi menghampirinya...
''Carissa......''
''Mengapa mawar ini tidak terawat....''
Deg!!!!!
Pandangan mata Dimi jatuh pada mawar yang memang sedang sakit...karna itu kemarin ia mampir ke toko bunga untuk membeli beberapa obat untuk perawatan mawar ini, namun malah bertemu Carissa disana dan ia malah tidak jadi membeli obat untuk mawar ini...
''Itu milik Michelle...aku tak tau apa yang harus kulakukan, hanya dia yang tau...aku...''
''Aku memiliki beberapa obat..'' kali ini Carissa membalikan tubuhnya dan menatap Dimi....
''Kau akan datang lagi...''
Carissa mengangguk...
''Tentu saja aku akan datang lagi...kau tidak keberatan bukan...''
''Tentu saja......''
Dimi tersenyum..itu artinya kesempatan untuk bertemu dengan Carissa terbuka lebar...
''Baiklah aku lega...''
Carissa mengangkat pot bunga itu dan mulai berbicara..
''Jadi kau sedang sakit...tenanglah...aku akan merawatmu sampai sembuh...'' ucap Carissa dengan senyuman cerah di wajahnya..
Lalu Carissa meletakannya dengan hati-hati...
''Baiklah Dim....aku harus pulang sekarang.....''
''Baiklah...''
Dimi lalu mengantar Carissa menuju mobil, lalu melambaikan tangan ketika mobil membawa Carissa pergi....
Pria itu menghela nafas....mengapa ia merasakan kehilangan lagi, seandainya Carissa adalah Michelle..paling tidak dia punya satu bukti untuk menyakinkan hatinya bahwa dia adalah Michelle maka DImi akan merebut Michelle kembali.
**********
Tomi melirik Carissa dari kaca mobil, penyelidikannya hampir selesai dan tinggal menunggu hasil....setelah itu Tomi akan membuktikan kalau Carissa adalah Michelle....
''Nyonya Carissa..''
''Yah.....Tomi....''
''Apakah nyonya punya saudara kandung, maksudku jika ya mungkin bisa mengenalkannya pada tuan Dimi...aku yakin tuan Dimi akan senang....''
__ADS_1
''Saudara........''ulang Carissa dengan kerutan di dahinya..
Kata Arga dirinya adalah gadis yatim piatu dari panti asuhan...
''Aku berasal dari panti asuhan Tomi...jadi aku tidak punya saudraa...''
''Panti asuhan mana...aku penasaran, apakah nyonya bisa memberitahukannya...''
'Aku tidak ingat Tomi...''
Deg!!!!
Kali ini Tomi semakin yakin kalau yang ada di hadapannya adalah Nyonya Michelle yang memiliki masalah dalam ingatannya..
''Baiklah...kalau begitu, maafkan aku karna aku sedikit lancang menanyakan hal ini nyonya...''
''Tidak masalah Tomi...'' Michelle tersenyum ramah...
********
Mereka akhirnya sampai dan Carissa turun dari mobil lalu masuk ke dalam gerbang rumahnya sendirian...
Langlah Carissa terhenti melihat beberapa mobil tampak terparkir di halaman rumah...dan ia pun mendekat perlahan...apakah Arga sudah pulang? Mengapa cepat sekali..?
Carissa mulai cemas karna ia pergi dan menginap di luar rumah, apakah Arga akan marah kepadanya....?
mau tak mau Carissa harus masuk ke dalam rumah dan begitu sampai di pintu ia begitu terkejut ketika melihat beberapa pria bertubuh tegap dan tinggi sedang duduk bersama sang suami Arga.
Melihat kedatangan Carissa membuat Araga menoleh...
''Istriku kau kembali...''
Deg!!!!
Apakah ini perasaannya atau memang ia benar, mengapa melihat tatapan Arga berbeda kepadanya...?
Carissa mendekat...walau dia sangat gugup sekali, tatapan Arga begitu tajam...kepadanya...
''Aku merindukannmu sayang...''
Di hadapan semua orang Arga mencium bibir Carissa hingga wanita itu sangat risih...namun ia tak bisa mengatakan apapun...
''Arga..maafkan aku...kamrin aku......''
''Sudahlah..yang penting kau sudah pulang bukan...aku sudah lebih lega...''
Carissa mengangguk..lalu menatap beberapa pria yang tampak berwajah garang...
''Siapa mereka...''
Arga menatap mat Carissa....sembari menarik tubuh Carissa yang sedikit kaku jatuh ke dalam pelukannya...
''Mereka adalah peliharaanku sayang...''
''Peliharaan....'' ulang Carissa merasa ngeri..
''Yah...mereka bisa membunuh siapapun atas perintahku...'' bisik Arga dengan kejam..
Deg!!!!!
__ADS_1
Tubuh Carissa bergetar....