
Michelle tak mampu menahan rasa terkejutnya, dengan lancangnya Arga mengatakan ini adalah anaknya...? Michelle kemudian menggeleng dengan keras.
''Maaf Arga aku tak tau apa yang yang membuatmu berpikir kalau aku sedang mengandung anakku..aku punya suami dan Dimi adalah ayahnya...''ucap Michelle dengan mata memerah..
Arga tersenyum sinis mendengar pernyataan Michelle yang sama sekali tidak membuatnya percaya...pria itu dengan santainya kembali menuang minuman beralkohol di dalam gelasnya,...
''Jangan berbohong tentang usia kehamilanmu sayang..kita sama-sama tau kalau usia kandunganmu hampir dua bulan dan di saat itu kau masih istriku...jangan lupa aku menyentuhmu hampir setiap malam..''ucap Arga tanpa malu..
Wajah Michelle menjadi gusar ia juga tak kalah kesal...sembari meneguk jus jeruk yang di pesan Arga untuknya..wanita itu mengeraskan wajahnya...
''Apa maumu sebenarnya Arga..mengapa kau kembali dan mengacaukan hidupku...aku cukup lelah dengan semua...''
''Aku ingin anakku...jika aku tak bisa mendapatkanmu maka anakku...aku pasti akan mendapatkannya apa kau mengerti Michelle...''
''Kau sudah gila... Arga..''
''Yah....anggaplah aku gila...aku memang sudah gila Michelle ketika kau muncul ke dalam duniaku dan mengacaukan hatiku padahal saat itu aku cukup tenang dan damai hidup seperti casanova...'' ucap Arga mengeraskan wajahnya....
Michelle bersedekap menyandarkan tubuhnya sandaran kursi...ia sungguh tak mengerti mengapa Arga tak pernah menyerah untuk mengejarnya padahal dia sudah menikah...bukankah pria ini sakit jiwa..
''Seharusnya kau tak pernah bermain api Arga...seharusnya kau mengerti benar kalau aku bukanlah milikmu..kau seharusnya mengembalikanku pada Dimi tapi kau terlalu serakah hingga memanfaatkanku...dan kau pikir itu menjadi salahku....aku juga frustasi menyadari aku pernah tidur denganmu dalam waktu yang lama..bagiku itu aib,...''
Mendengar kata aib membuat Arga meradang...ia bangkit dari seberang meja dan mendekati Michelle meraih tubuh Michelle berdiri sejajar dengannya sungguh Arga merasa gila..ia memang sudah gila karna Michelle..
Mereka saling menatap tajam....
''Apa katamu..kau menganggapku aib....''ucap Arga sudah kehilangan kontrol..
Michelle meneteskan airmatanya..
''Tak ada satu orang wanita normalpun yang ingin tubuhnya di sentuh oleh pria lain yang bukan suaminya...aku punya suami...aku milik Dimitri....bukankah kau keterlaluan karna sudah menyentuhku.....''
''Dimi...Dimi...Dimi....apa kau lupa apa yang dia lakukan padamu....jika dia memperlakukanmu seperti Ratu maka sejak awal aku sudah mengembalikanmu walau berat..tapi aku punya bukti kalau dia hanya memperalatmu..dia bahkan memperlakukanmu dengan kejam..dan kau pikir aku rela membiarkannya..selama kita menikah..aku tak pernah bersikap kasar Michelle...segala egoku aku letakan di bawah sepatumu...karna aapa...aku mencintaimu.......''
Isakan Michelle semakin menjadi-jadi...
__ADS_1
''Jika ya..Dimi pernah jahat padaku...aku bahkan tidak pernah keberatan...dan aku menerima semuanya..''
''Itu karna kau lugu dan bodoh...kau terlalu pasrah...''
''Aku mencintainya...''
''Owww....shitt...cinta...apakah cinta seperti itu yang kau maksud...''
''Arga ini hidupku...ini adalah jalanku bisakah kau berhenti memaksakan kehendak...aku lelah bersama denganmu...kau terlalu kasar, kejam...kau hidup seperti mafia yang tak punya belas kasih....tidak Arga...aku tak bisa menaruh harapan kepadamu...'' desis Michelle tanpa takut..
Arga masih menyentuh bahu Michelle yang bergetar...entah takut atau dia terlalu marah..tapi Michelle terlihat cemas...Arga tau benar kalau Michelle sedang menahan perasaannya..ingin rasanya Arga mencium Michelle sampai ia puas, bahkan membawanya ke tempat tidurnya karna kerinduannya pada wanita ini namun..ketika pandangannya turun pada perut Michelle yang mulai kentara, jantung Arga bergetar seketika...jemari Arga melemah...penganggannya terlepas walau mereka masih bertatapan...
''Baiklah....tapi aku tak akan menyerah Michelle..begitu anak itu lahir maka kita akn melakukan tes DNA dan jika dia adalah anakku maka aku akan membawanya pergi darimu...''
''Tidak..kau sudah gila....bunuh aku saja Arga...jangan ambil anakku..'' isak Michelle dengan gelisah...
Arga mengeraskan wajahnya...
''Kau pikir mudah bagiku...? Kau pikir mudah bagiku hidup tanpamu Michelle...? Aku juga menderita....aku bahkan tak bisa mencari wanita lain karna aku terlalu mencintaimu..''teriak Arga jujur...
Deg!!!!
''Aku mencintaimu dan kau mencintai DImi....aku akan merelakanmu asal anak itu bersama denganku...apa kau mengerti...aku akan menemui Dimitri untuk masalah ini..''
Michelle memegang pelipisnya dia sungguh frustasi..
''Tidak...aku tak bisa Arga...aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut anakku...kau tak akan pernah mendapatkan apapun karna aku yakin dia adalah anak Dimi...''
Arga mendekat.....
''Kau pikir aku tak tau ketika kau dan Dimi kalian tidur bersama...tapi itu hanya sekali dan sebelumnya malammu adalah milikku dan aku sudah tidak sabar lagi untuk membuktikan kalau anak itu adalah milikku...''
Sambil berkata Arga menyentuh permukaan perut Michelle...namun tak lama karna wanita itu menepis tangannya..
''Jangan coba menyentuh anakku Arga karna kau tak akan pernah bisa mendekatinya.....''balas Michelle dengan tatapan dingin...
__ADS_1
Hening.........
Arga pun menganggukan kepalanya....pria itu kemudian mencengkram bahu Michelle dan membenturkan pelan di dinding sembari pria itu mendekatkan wajahnya....
''Aku tak akan melepaskanmu....Michelle sudah ku bilang bukan kalau aku tak bisa mendapatkanmu maka anakku pasti bersamaku...dan saat itu terjadi kau dan Dimi tak bisa menghentikan aku....''
''Kau pria paling kejam yang aku temui Arga....aku juga akan membuktikan kepadamu kalau anak ini adalah anak Dimi suamiku..kita liat saja siapa yang menang...''
''Bagus...aku suka jika kau mulai menyerah....''
Arga menjauhkan tubuhnya...lalu membalikan tubuhnya dan mengambil sebuah apel merah...
''Karna kemungkinan besar itu adalah anakku maka kau tak boleh melarangku untuk memenuhi kebutuhannya..''
''Arga kau mulai lagi...''
''Aku akan mengirimkan makanan dan buah...aku ingin kau membuat video bahwa kau makan semua yang aku kirim...kalau tidak aku akan membalas dendam..jika anak itu lahir dan dia terbukti anakku maka aku tak akan pernah mengijinkanmu melihatnya...''
Michelle menghela nafas...pria gila ini apa maunya...? Sebenarnya apa yang dia rencanakan..?
''Arga........''
''Aku tidak akan main-main Michelle...''
Michelle kehilangan kata...namun dia tak punya pilihan...hidup anakknya di pertaruhkan saat ini...
''Baiklah....aku akan mengalah....aku akan melakukan semua yang kau mau sebagai gantinya...tolong menghilangah Arga....aku stres jika terus melihatmu dan kita berdebat setiap kali bertemu aku lelah dan aku yakin anakku akan sedih melihat ibunya sedih...aku yakin kau masih memiliki hati....''
Arga pun setuju...
''Baik....aku hanya akan menatapmu dari jauh..'' suara Arga melembut..
Michelle tak menjawab...wanita itu segera meraih tasnya dan menuju pintu...
''Terserah...''
__ADS_1
Michelle menutup pintu di belakangnya cukup keras sehingga Arga hanya terkekeh..merasa lucu..jika Michelle sedang marah...eskpresi marahnya tidak pernah berubah...
''Aku akan mendapatkan.........''