Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Terbakar Emosi


__ADS_3

Arga mengerang ketika tubuhnya bergetar mencapai puncaknya sementara Michelle merintih di bawah tubuhnya sembari menangis dengan sesegukan, bagaimana bisa ia mengalami nasib yang malang..bagaimana bisa dia menghadapi hidup yang menyakitkan? Kemarin dia berada di bawah tekanan Dimi, sekarang Arga,..sungguh ia merasa tidak berharga sebagai seorang wanita. Michelle merasa tak layak untuk hidup...semua sudah hancur baginya, semua ini terasa menyakitkan baginya, hati dan perasaannya sudah mati..


Arga menarik dirinya setelah merasa puas dan menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan...


''Mengapa kau masih menangis...bukankah kau harus bangga bisa memuaskan aku...''


Hening...


Michelle menarik selimutnya dan mulai terisak pelan, sungguh hatinya sudah hancur...


''Mengapa kalian semua jahat,...mengapa...'' tangis Michelle dengan suara yang serak..


Arga membeku....


''Apa maksudmu...''


''Kau dan Dimi kalian sama saja..kalian memandang wanita hanya sebagai pemuas...aku benar-benar membenci kalian....'' jerit Michelle dengan tatapan hancur...


Arga bangkit dari ranjang dengan santai dan mengenakan pakaiannya kembali lalu menatap Michelle...


''Bukankah itu yang pantas kau terima...kau pikir aku akan baik-baik saja ketika kakakmu telah membuat kerugianku begitu besar..''


Hening.......


Michelle kemudian bangkit dan menatap Arga dengan tajam....


''Berapa utang kakakku...aku punya sedikit uang.,..aku bisa melunasinya jadi kau harus melepasku.....'' jerit Michelle dengan suara terputus..


Arga menggertakan gigi,...meraih Michelle dan mendekatinya...ia menatap gadis..tidak dia bukanlah seorang gadis tapi seorang wanita yang telah menikah, dia masih muda dan namun entah mengapa...meski dia bukan seorang perawan namun tubuhnya telah membuat Arga merasakan kepuasan yang selama ini tak pernah dia dapatkan...jiwa mereka terhubung..setiap sentuhannya membuat ia sendiri menggila..Arga sudah terlanjur menyukai dan ia tak akan pernah melepaskan Michelle bahkan demi uang sekalipun..


''Berapa yang kau punya..kekayaan...apakah kau akan meminta pada mantan kakakmu yang kini menjadi suamimu...'' suara Arga meninggi hingga Michelle meneteskan airmata..


Kata-kata Arga yang begitu tajam seolah sedang mengolok dirinya dengan mengatakan kalau, dia tak punya apapun selain bergantung pada Dimitri...yah...meski dengan harta rahasia yang di berikan ayah padanya jika di total mendekati 5 M, apakah dia bisa melunasinya...namun ia mencobanya...


''Itu bukan urusanmu...katakan berapa hutang kakakku berapa..aku akan menggantinya...''


Arga mendekat....


''Jika di hitung kerugianku akibat penghianatannya bisa mencapai triliunan apa kau bisa menggantinya...''


Tubuh Michelle melemah...


''Apa maksudmu...''


''Rob telah membocorkan rahasia salah satu perusahaannku yang bernilai triliunan..kau tidak akan pernah bisa menggantinya walau kau menjual dirimu sendiri..jadi Michelle..mulai detik ini kau....akan menjadi milikku...milikku...''

__ADS_1


Arga berbalik dan hendak melangkah namun langkahnya terhenti..ketika Michelle kembali menarik tubuhnya...keduanya bertatapan...


''Mengapa kau jahat...kau bisa mendapatkan wanita lain yang lebih baik dariku dan mengapa harus aku......'' jerit Michelle histeris...


Arga mencengkram kedua bahu Michelle sedikit lebih kuat..


''Dengarkan aku baik-baik Michelle...aku menginginkanmu...dan jika aku menginginkanmu maka kau harus menjadi milikku apa kau mengerti...''


Michelle menggeleng....ia sungguh tak ingin lagi hidup terkurung..sudah cukup ia merasakan ketika Dimi menekannya..kali ini...Michelle tak akan pernah setuju..hidupnya adalah miliknya sendiri..


''Aku tak akan pernah menginjinkannya Arga....aku tak ingin menjadi milik siapapun...''


''Kau tak punya hak untuk menjawab Michelle...patuhlah dan jadilah wanitaku...dengan begitu...kau akan selamat.....''


''Kau pikir aku takut untuk mati Arga...lebih baik bagiku matin dari pada menjadi wanitaku...aku tidak akan merelakan harga diriku apa kau mengerti...''


''Diam........''


Kali ini Arga terlihat kehilangan kesabaran, dengan kemarahan yang menguasainya Arga mencengkram leher Michelle dengan kuat dan menariknya keluar dari kamar...


Tubuh Michelle ikut terseret, namun ia menahan tangisannya...


''Jadi kau benar-benar sudah bosan hidup begitu...apa kau bosan hidup Michelle...''


''Wanita sialan...kau pikir kau begitu berharga...aku bahkan bisa memiliki seribu wanita yang aku mau..kau bahkan tidak bersykur...''


Aaarrghhh........


Airmata Michelle menetes di wajahnya, ia sungguh sudah pasrah akan hidupnya bukankah ini yang terbaik...??


Arga menyeret tubuh Michelle menuju balkon dan mengarahkan kepalanya ke halaman Mansionnya di bawah sana ada kolam renang yang terlihat jernih dan mengerikan..


''Wanita tak tau diri.....jika kau memang ingin mati baiklah aku akan mengabulkan keinginanmu..''


''Arga.......''


''Matilah...jika kau ingin menyusul kakakmu....''


Michelle mengangguk pasrah...


''Aku tak sabar lagi...'' desah Michelle dengan airmata yang menggenang..


Arga mengangguk...dengan penuh emosi, ia mendorong tubuh Michelle dari ketinggian lantai 3 hingga tubuh Michelle meluncur bebas jatuh dan membentur permukaan air dengan keras...seketika itu juga..darah mulai menggenang di permukaan kolam yang jernih...


Arga membeku.......ia seperti tersadar dengan apa yang dia lakukan sementara Michelle sama sekali tidak bergerak atau mencoba menyelamatkan diri...tubuhnya seakan remuk...perlahan...kesadaran mulai menipis...ketika air mulai memenuhi paru-parunya Michelle sungguh merasa tenang... apakah ini akhirnya...dia akan menemui ayah dan ibu juga kak Rob..dimana mereka akan menyambutnya...Michelle mulai berhalusinasi ketika ia mulai terbatuk-batuk........

__ADS_1


Disaat yang sama ia merasakan samar seseorang melompat ke dalam air dan meraih tubuhnya....namun kegelapan itu terlanjur merenggut kesadarannya...


Michelle pingsan...


Arga menarik Michelle dari air, sementara ia menjadi bingung melihat darah yang keluar dari balik gaun Michelle tanpa henti...


Semua pelayan dan anak buah menjadi panik karna melihat betapa pucatnya wajah Arga..untuk pertama kalinya dia menyesali perbuatannya....


''Michelle......aku mohon.....bangun...maafkan aku....'' desah Arga cemas...


*********


Arga membeku di ruangan operasi......


''Tuan Arga....anda harus menunggu diluar...''kata dokter kepadanya..


Arga tak sabar...


''Aku ingin tau apa yang terjadi kepadanya...''


''Pasien mengalami keguguran dan saat ini sedang dalam masa kritis...berdoalah agar dia selamat.''


Deg!!!!


Arga tertunduk lemah...


''Michelle sedang hamil dan...dia keguguran...'' desahnya dengan pandangan bingung..


Pintu ruang tertutup dan pria itu berdiri sendirian....menunggu dengan kecemasan....


**********


Michelle terbangun ketika ia melihat kedua orang tuanya dan Rob sedang bercanda sambil menggendong seorang bayi kecil, mereka sedang bercanda di sebuah taman yang indah...betapa bahagianya Michelle kali ini...ia pun segera mendekati mereka dengan mata yang basah...


''Ayah....ibu...kakak....'' desah Michelle dengan mata yang basah...


Gadis itu melangkah mendekati orang tua dan kakaknya dengan airmata penuh haru...sementara mereka berdiri dan bayangannya mulai samar...


Michelle menjadi gelisah sendiri kemudian berlari,.....


''Jangan pergi.....aku mohon...Mom....jangan...pergi...'' tangis Michelle dengan putus asa..


Bayangan mereka memudar untuk kemudian menghilang...


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2