
Ketegangan di antara mereka mencair...Dimi bangkit dari tempat duduknya dan ia menatap Carissa yang juga memandangnya..
''Carissa....''
''Yah...''
''Disana ada kamar mandi milik Michelle..kau bisa mandi dan...pakai gaun miliknya di lemarinya..''
Carissa menyadari bahwa memang dia belum mandi..dan ia harus mengganti pakaiannya..
''Apakah tidak mengapa aku memakai baju istrimu..''
''Tidak...kau butuh itu dan aku merelakannya, aku yakin Michelle juga pasti tidak keberatan...''
''Baiklah...aku akan mengembalikannya nanti..''
''Kau boleh memilikinya...ya sudah aku akan menunggu di bawah,...''
''Baik...'' balas Carissa...
Dimi lalu melangkah menuju pintu dan keluar dari sana..sementara Carissa kembali mengedarkan pandangannya..ia pun segara melangkah keruang ganti mengambil jubah mandi lalu melangkah ke toilet..
Yang tidak disadarinya, Carissa melakukan semua itu seolah dialah pemilik kamar ini karna ia tau benar letak-letak dimana Michelle menaruh peralatan mandinya, hanya menggunakan instingnya.
Carissa lalu melangkah ke toilet dan langsung tersenyum menemukan sabun bergambar mawar putih..dirumah dia juga memiliknya karna kecintaannya kepada Mawar putih. Sementara itu ia pun memulai aktifitas mandinya..
********
Dimi menuruni tangga dan menatap seluruh dinding yang di penuhi foto dirinya dan juga Michelle yang menyesakan dadanya..sampai di ujung tangga, pria itu menghentikan langkahnya dan menghela nafas...matanya menjadi basah..oleh airmata karna kerinduan yang besar..ruangan tamu ini tampak sepi..biasanya Michelle akan ada disana dan duduk sembari tersenyum..kini ia benar-benar kesepian.
Selama Michelle tak ada sesungguhnya Dimi tidak tinggla dirumah ini namun di apartemennya..dia lebih memilih tinggal disana daripada menyiksa diri dirumah ini..ada banyak kenangan, sedih dan tawa semua melebur menjadi satu kepingan kenangan yang menyesakan dada..hingga Dimi merasakan patah hati yang besar..
''Tuan...sarapan sudah siap..'' ucap sang pelayan dengan hati-hati..
''Baiklah aku akan sarapan sebentar lagi..''
Dimi melangkah menuju salah satu sofa yang ada di tengah ruangan sambil menunggu Carissa, mereka akan sarapan bersama dan lalu ia akan mengantar Carissa pulang.
Pria itu membuka ponselnya sambil menatap foto kebersamaannya dengan Michelle sambil menunggu Carissa turun...
lama..pria itu seolah tenggelam sendiri dengan dunianya..
Kadang dia tertawa lalu sedih...dan kadang hanya diam...Dimi benar-benar merindukan Michelle dengan begitu besar hingga rasanya dadanya menjadi sesak..
beberapa saat kemudian...
Dimi membeku ketika keharuman yang menyesakan dada menyeruak dari arah tangga, saat itulah ia bisa melihat sosok Carissa turun dari tangga, dengan wajahnya yang segar..dia memakai gaun kesayangan Michelle yang biasa di pakainya hingga pria itu hanya mampu terdiam di tempatnya..
Dimi terpana......
**********
__ADS_1
Dimi sampai berdiri dan menatap Carissa tanpa kedipan mata....ia sungguh kehilangan kata, bahkan beberapa pelayan yang kebetulan lewat hanya bisa terpaku dengan tatapan tak percaya.mereka sedang melihat sang nyonya yang menghilang dan kembali...beberapa dari mereka tampak saling memandang dengan satu pikiran yang sama...
''Nyonya Michelle......''
Hening.......
Dimi pun tak kalah terkejut mendengar teriakan histeris para pelayannya, apalagi Carissa dia benar-benar tak kuasa untuk menahan rasa bingungnya..ketika beberapa pelayan mendekatinya dengan airmata yang sudah menetes..mereka bahkan tanpa sadar melewati Dimi...
''Nyonya Michelle...akhinya nyonya kembali......''
''Hah........''
''Kami sangat merindukan nyonya, tapi tenang saja...selama nyonya pergi kami merawat bunga mawar nyonya dengan baik....''gumam salah seorang pelayan memberi penjelasan..
Dimi dan Carissa saling memandang dengan tatapan tak terbaca...
''Mengapa kalian bersikap seperti ini.....dia bukan nyonya kalian..tapi nyonya Carissa Zayn...kalian salah paham..'' suara Dimi meninggi di tengah ruangan..
Hening lagi.......
Para pelayan saling menatap, kemudian mereka menatap Carissa berusaha menemukan perbedaan namun tetap saja, yang mereka liat adalah nyonya Michelle..meski rambutnya berwarna hitam dan bukan pirang..dan satu-satunya perbedaan hanya di warna rambut..
Carissa menghela nafas.....
''Aku bukan nyonya kalian, namaku Carissa dan bukan Michelle...maafkan aku yah..karna kedatanganku disiini membuat kalian sedih..''
''Tidak nyonya maafkan kami..tapi memang nyonya sangat mirip...''
Para pelayan menjadi semakin sedih karna bahkan cara bicara nyonya Carissa sama dengan nyonya Michelle...
''Maafkan kami nyonya..kami permisi..''
Para pelayan pamit pada Carissa dan Dimi yang hanya mengusap wajahnya...
''Apakah aku mengatakan hal yang salah..mengapa mereka sangat sedih...''
''Ayo kita sarapan.....''ucap Dimi melangkah lebih dahulu tanpa menjawab Carissa...
''Tunggu Dim....kau belum menjawabku....''
Carissa menyentuh lengan Dimi dan pria itu langsung membalikan tubuhnya menatap Carissa dengan pandangan yang dalam..
''Mereka sangat mencintai Michelle jadi kurasa..mereka sedih karna ternyata kau bukalah Michelle..''
Carissa menatap genggaman tangan Dimi di jemarinya, pria ini tak sadar melakukannya...??
''Ayo kita sarapan lalu aku akan mengantarmu pulang.....''
''Pulang.....''
''Yah pulang..kau adalah istri dari pria lain bukan..''
__ADS_1
Deg!!
Carissa seperti tertampar..mengapa dia malah melupakan pulang...?
Carissa pun menurut ketika Dimi setengah menariknya menuju ruangan makan..dan mendudukannya di sebelah Dimi..
Lagi-lagi Carissa di buat membeku ketika melihat meja makan yang di penuhi oleh makanan yang dia sukai..tentu ada beberapa makanan yang tak ada dirumahnya...melihat ini semua membuat Carissa sedikit haru..
hingga untuk beberapa saat ia hanya mellihat menu makanan di atas meja seoalh berpikir..
''Aku lapar...'' ucap Dimi mencairkan suasana..
Carissa menoleh dan kemudian mngulurkan tangannya..
hingga Dimi tak mengerti maksudnya..''
''Carissa...''
''Berikan piringmu aku akan mengambil makanan untukmu..''
Deg!!!
Ini adalah kebiasaan Michelle..karnasetelah menikah Michelle selalu mengambil makanan untuknya..dia tau benar apa yang boleh di makan Dimi...dan apa yang tidak..
Dan kali ini......Dimi menatap dengan cemas...apakah Michelle akan melakukan hal yang sama...mengambil seperti yang Michelle lakukan...?
Dan....Dimi membeku ketika dengan lihai..Michelle mengambil makanan untuk Dimi, bahkan Carissa memilih makanan yang sama seperti Michelle...lalu apa arti semua ini...?
Dimi terpaku untuk beberapa saat...
Carissa tersenyum.....
''Makanan itu bagus untukmu....''ucap Carissa lalu mengambil untuk dirinya sendiri..
''Carissa....''
''Yah......''
''Mengapa kau tau semua makanan kesukaanku.....''
Carissa menoleh dengan wajahnya yang polos...ia pun tersenyum..
''Hanya menggunakan instingku saja..mengapa kau bertanya..apakah aku salah mengambilnya...? Jika ya....''
''Tidak.....hanya saja aku cukup terkejut, menu ini juga yang biasa di pilih Michelle untukku ketika kami makan bersama...aku tak menyangka kalian memiliki kemiripan yang nyaris tak ada bedanya..''
Deg!!!!
Carissa sungguh terkejut sampai ia benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi..mengapa dia melakukannya...?
''Carissa mungkinkah kau sebenarnya........''
__ADS_1