
Michelle tak mampu menahan rasa terkejutnya ketika melihat sosok Arga berdiri di tengah ruangan sambil menatapnya dengan penuh perhitungan,..hingga Michelle berdiri dengan kebekuan...
Jadi yang mengatur semua ini adalah Arga? Yang memesan bunga dan juga mengirim bunga kepadanya adalah Arga...? Arga juga yang menyamar menjadi Stela hanya untuk bertemu dengannya..? Bagaimana mungkin pria ini selicik ini kepadanya..?
Michelle sungguh tak mampu mengatakan apapun selain ia benar-benar syok sementara pintu telah tertutup..
''Jangan takut padaku Carissa aku mohon...''
Mata Michelle menjadi panas ketika Arga masih memanggilnya dengan nama Carissa...apakah itu artinya Arga masih mengharapkan dirinya..?
''Arga....'' desah Michelle dengan suara serak..
Arga mendekat namun dengan cepat Michelle menahannya menggunakan tangannya..
''Stop disitu....jangan mendekatiku...''
''Carissa.......''
''Aku Michelle Swan..bukan Carissa Zayn...aku sudah mendapatkan sebagian ingatanku dan bersyukur bisa terlepas dari tipuan yang kau buat..''
Ada wajah kecewa yang terlukis di mata Arga, namun pria itu lebih memilih mengalah setelah melihat Michelle mengusap perutnya mungkinkah dia sedang stres...ketika mereka bertemu..?
''Duduklah Carissa aku hanya ingin bicara.....''
''Aku Michelle...panggil namaku Michelle baru aku akan duduk.''ucap Michelle tajam..
Arga lagi-lagi harus di paksa tunduk di bawah ancaman Carissa..
''Baiklah.....Michelle duduklah..kita hanya akan bicara aku tak akan menyakitimu..'' Arga berjanji...dan pria itu menarik nafas lega..sesungguhnya ia begitu bahagia melihat Michelle tampak sehat, dia cantik dan aura kehamilannya begitu bersinar..
Anakku..........batin Arga dengan mata yang panas karna rasa haru yang menguar di dadanya..
Michelle tampak mulai tenang..,ia tak mau terlalu stres menghadapi Arga..kata pelayan Restoran..ada banyak cctv disini dan ia bisa berteriak kapan saja jika Arga berani mengganggunya...
Arga lalu duduk di seberang meja dan menatap Michelle dengan penuh perhatian..ada banyak makanan yang tersedia di meja dan menggugah selera namun Michelle takut untuk makan..padahal memang dia lapar dan belum makan siang sama sekali...tapi dia tak mau mengambil resiko, bagaimana jika semua makanan disini sudah di campur obat tidur,...jika dia makan lalu Arga akan menculiknya..?
''Aku tak akan melakukannya..tak akan melakukannya Michelle..aku tak memberi obat apapun dalam makanan ini, aku juga tidak akan menculikmu kalau itu maksudmu...''
Deg!!!!
__ADS_1
Michelle mengangkat wajahnya menatap lurus mata Arga yang terlihat serius..
''Mengapa kau menjadi baik...lalu untuk apa kau ingin menemuiku disini...apakah aku harus percaya kepadamu sekali lagi meski aku sendiri ragu...''
Arga meraih gelas anggur yang di pesannya lalu meneguknya di hadapan Michelle hingga wanita itu hanya memalingkan wajahnya...
''Aku ingin jujur kepadamu Michelle...aku sangat mencintaimu....''
''Cinta... kau bilang mencintaiku....? Michelle tertawa kesal..airmatanya menetes...cinta yang mana....kau membohongiku dengan berkata aku istrimu...padahal aku sudah bersuami..kau menculikku dari tengah keluargaku...kau....bersikap seolah kau adalah suami yang baik padahal itu semua bohong...yang kau rasakan padaku hanyalah obsesi bukan cinta...Arga....sadarlah....semua sudah berakhir,...pernikahan kita sudah di batalkan...''
Arga tampak tidak perduli...
''Bagiku belum selesai Michelle...bagiku kau tidak tergantikan..bagiku kau tetap istriku..'' lirik Arga tak mau kalah..
''Aku sungguh tidak mengerti..ada banyak wanita di luar sana...yang lebih baik dariku..bagaimana kalau kau menikahi salah satu dari mereka dan hidup bahagia....dengarlah Arga..aku pun sudah bahagia dengan Dimi......jadi apapun rencanamu kali ini tak akan berhasil....''ucap Michelle dengan mata yang basah...
Sementara Arga tersenyum.....
''Selamanya kau tak akan pernah bisa lepas dariku Michelle suka atau tidak suka..''
Michelle terdiam...
''Aku harus pulang.......''
''Duduklah Michelle atau aku akan menculikmu dari Dimi dan percayalah kali ini..kau tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengannya..'' ancam Arga tampak sungguh..
Michelle terdiam di tempat, tentu saja kalau ancaman Arga sungguh-sungguh, mau tak mau Michelle pun harus mengalah dan kembali duduk.....namun Michelle tak ingin sedikitpun melihat wajah Arga...
''Makanlah..aku memesan makanan ini khusus untukmu dan bayi itu..''ucap Arga tampak cuek..
Michelle kemudian mengerutkan kening, mengapa tatapan Arga tampak tertarik pada perutnya,..astaga jangan sampai Arg berpikir ini adalah anaknya...? Michelle kehilangan kekuatannya..tidak..ini adalaha anak Dimi dan bukan anak pria ini..
''Mengapa kau malah melamun...aku tau ini jam makan siang, makanlah dan berhenti menguji kesabaranku.....''
''Bagaimana kalau ini ada racunnya...''tanya Michelle dengan tatapan menuduh....
''Racun...dan kau tak percaya kepadaku..''
Michelle mengangguk..seolah tertantang Arga kemudian mulai mencicipi makanan yang tersedia di atas meja dan melahapnya..ia tak ingin Michelle ragu padanya..
__ADS_1
Michelle hanya terdiam di tempatnya melihat bagaimana Arga mencicipi semua makanan tanpa ada yang terlewat, mengapa dia melakukannya..? Michelle sungguh bingung sendiri..
''Makanlah...kau bisa liat aku makan tanpa ragu..tak ada makanan, tak ada racun di dalam sini...makanan ini sangat aman....Michelle,...'' ucap Arga sembari meneguk air mineral..
Sementara itu Michelle terdiam...lalu mengambil garpu dan mulai memakannya tanpa ragu..dia dalam posisi sulit ia ingin menahan lapar namun tubuhnya sudah gemetar karna lapar...ia sedang hamil jadi Michelle memilih untuk tidak egois..
Sementara itu Arga hanya menatapnya dengan tatapan berbeda..ia bahagia melihat Michelle tampak lahap makan makanan yang dia pesan..
Michelle memakan semua makanan itu dengan cepat...selain karna lapar..dia juga ingin cepat selesai makan karna ingin pulang dan menghindari Arga..
Michelle meneguk segelas air lalu menatap Arga..
''Jadi aku sudah selesai makan Arga, terimakasih untuk segalanya aku harus segera pergi atau suamiku akan curiga..aku tak mau bertengkar....'' ucap Michelle dengan penuh senyuman......
Arga terkekeh....ia lalu memajukan tubuhnya..menelusuri Michelle yang sangat cantik..
''Siapa bilang kau boleh pergi...''
''Arga mau apa lagi..jangan coba-coba...aku akan berteriak disini...dan percayalah kau akan di penjara selamanya..''
Arga tertawa lucu merasa gemas dengan ekpresi yang di tunjukan Michelle kali ini dan tak berhenti untuk memuja wanita ini....
''Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu Michelle..dan aku ingin kau jujur...''
''Jujur apa lagi Arga...satu hal yang pasti semuanya tidak akan kembali seperti dulu..jangan pernah bermimpi mendapatkan aku karna aku juga tak akan pernah mau meninggalkan suamiku.....''
''Kau terlalu kejam...'' sambung Arga dengan ketenangan yang mengerikan..
''Ya ampun kau yang kejam Arga..aku adalah korban dari kebohonganmu.....''
''Baik...aku mengakuinya..aku akui kalau aku salah..aku telah melakukan kesalahan besar karna telah menculikmu..aku mengaku tapi sekarang giliranmu Michelle..aku ingin kau mengaku..siapa ayah dari bayi yang ada di dalam kandunganmu...aku atau Dimitri.....'' lirik Arga dengan tajam..
Michelle kehilangan kata.....ia tak habis pikir mengapa Arga mampu bertanya tentang kehidupan anaknya..anaknya..
Apa yang harus dia lakukan..?
''Mengapa kau malah menanyakan anakku..''
Arga bangkit dari tempat duduk dan mendekati Michelle..
__ADS_1
''Dia anakku...yah...aku berkata benar bukan..? Dia adalah anakku..'' desis Arga tajam..
''Apa katamu.....'' jerit Michelle dengan airmata yang menetes di wajahnya..