
Michelle dan Arga masih saling memeluk dan hal itu membuat Ayuna menghela nafas...ia tak bisa menunjukan perasaan di permukaan bukan...? Lagipula siapa dirinya...?
bahkan ia tak pantas untuk seorang Arga Zayn..
Ayuna kemudian berdehem sehingga Arga dan Michelle terkejut dan saling menatap...namun Arga bersikap biasa seolah ia tidak melakukann kesalahan..ia sedang memeluk istri orang lain, pria seperti ini yang di sukainya..?
Astaga kau harus berpikir ulang tentang dirinya.......batin Ayuna mengultimatum hatinya untuk sadar..
Ayuna pun tersenyum dan membawakan makanan di tangannya...
''Nyonya Michelle.....makanlah selagi hangat...''ucap Ayuna dengan wajah yang tertunduk..
Sementara Michelle menganggukan kepalanya dengan bahagia....ia lalu menatap Arga...
''Aku akan makan....sekarang, jadi kapan kita akan pergi..'' ia masih bertanya antusias sementara Arga hanya tersenyum misterius...
Arga melirik jam di tangannya....
''Mungkin besok pagi kita akan berangkat Michelle....makanlah karna aku tak ingin kau sakit di perjalanan.......''
''Baiklah.......''
Michelle mengangguk sementara Arga melangkah namun sebelum sampai ke pintu Arga menoleh pada Ayuna..
''Ayuna.....''
Gadis itu terkejut dan benar-benar tak menyangka jika seorang tuan Arga memanggil namanya...
''Ya...tuan Arga.......'' ucap Ayuna lalu bangkit dari tempat duduk....
Sementara Michelle sedang asyik melahap makanannya, karna aksi mogok makannya Michelle menjadi sangat lapar...ia bahkan tidak memperhatikan Arga dan Ayuna...
''Kau...bisakah kau membantuku..ada banyak yang harus di bawa oleh Michelle...setelah selesai makan..Michelle akan memberitahumu tentang apapun kebutuhannya dan kita akan membelinya bersama....''
Ayuna hanya mengangguk tanpa kedipan mata sedikitpun ia seakan mimpi mendengar ajakan Arga kepadanya...
Michelle melirik Ayuna yang masih melamun sendiri..
''Ayuna....mulailah mencatat aku akan menyebut sambil makan...''ucap Michelle
Namun ucapannya justru membuat Arga tidak terima...
''Tidak....habiskan dulu makananmu, setelah itu baru bicara...aku tak mau kau sampai tersedak..''
Deg!!!!
Michelle terdiam begitu juga dengan Ayuna yang terpana..sungguh jika ia sangat iri dengan kedudukan nyonya Michelle sekarang..
Arga pun pergi meninggalkan Ayuna dan juga Michelle...
''Catat saja Ayuna jangan dengarkan Arga...''
Ayuna menoleh dan ia mulai merasa sedikit kesal..sedikitpun Michelle tidak menghargai tuan Arga...padahal semua di lakukannya demi kebaikannya..
''Nyonya Michelle....tapi.....''
''Catat saja...aku tak sabar lagi untuk pergi..aku tau Arga seperti apa..jadi lakukan saja...''ucap Michelle sedikit menekan..
Ayuna pun mau tak mau mengikuti keinginan Michelle...
********
Ayuna duduk di samping Arga yang sedang menyetir...sungguh rasanya berdebar duduk di samping pria yang kau sukai, tadinya Ayuna pikir ia akan bersama supir dan tuan Arga menggunakan mobil yang lain namun di luar dugaan, tuan Arga ingin bawa mobil sendiri dan Ayuna duduk di sampingnya..
__ADS_1
Dia pria yang baik......
''Apakah kau sudah mencatat semua yang di inginkan Michelle...''
''Sudah tuan....ada banyak catatan disini hingga aku jadi bingung sendiri...'' ucap Ayuna hati-hati...
Ayuna menunjukan kertas panjang pesanan sang nyonya muda..
melihat kenyataan itu Arga tersenyum....
''Michelle.....berbeda sebentar lagi dia akan menjadi ibu..jadi banyak perubahan di dalam dirinya..''
Mendengar hal itu semakin membuat Ayuna penasaran sebenarnya apa hubungan tuan Arga dan nyonya Michelle sebelumnya..mengapa dia melihat cinta yang terpendam dalam diri sang tuan muda..??
''Nyonya Michelle sangat cantik...di kehamilan nyonya semakin membuatnya berbeda...''
''Kau benar...Michelle sangat cantik......''
******
Arga dan Ayuna tiba di sebuah pusat perbelanjaaan bersama beberapa pelayan dan anak buah lain untuk membawakan barang...sementara itu Arga tampak melihat catatan..ia melangkah bersama Ayuna..mereka tampak dekat karna saling berbincang..hingga ketika pengunjung melihat mereka seperti sepasang suami istri yang sedang belanja bersama...
''Berapa usiamu Yuna...'' tanya Arga sambil memperhatikan buah kesukaan Michelle..
''Usiaku 20 tahun...''
''Kau di atas Michelle setahun...''
Ayuna terdiam sebentar...
''Benar tuan...''
''Bagus....aku rasa kau akan jadi teman baik untuk dirinya..''
''Teman.......''
Ayuna berdehem..ia tidak mengerti..
''Apa maksud tuan.....''
Arga mengambil buah kesukaan Michelle dan memandangnya dengan senyuman..
''Aku dan Michelle akan pergi ke luar negri dan kau akan menemani Michelle....apakah kau keberatan.....''
Tatapan tuan Arga begitu indah...hingga jantung Ayuna berdebar....
''Ba..baiklah tuan Arga aku akan dengan senang hati...mendampingi nyonya..''
''Bagus....aku akan tenang jika kau mendampinginya...baiklah aku ingin ambil buah ini...Michelle akan menyukainya...''
Senyum di wajah Ayuna menguap seketika...apakah dia sedang di peralat..? Mengapa ini terasa menyesakan....?
Sepanjang aktifitas belanja itu Arga hanya terus menceritakan soal Michelle...Michelle dan hanya Michelle..apakah pria ini tidak sadar kalau Ayuna mulai lelah mendengar...? mengapa tuan Arga selalu saja memuja sang nyonya yang adalah istri tuan Dimi..?
''Cepatlah Ayuna...aku melihat beberapa camilan kesukaan Michelle.....''
Ayuna membeku...
Nyonya Michelle lagi......???? Ayuna mengerang dalam hatinya.
***********
Hari yang di tunggu Michelle telah tiba,..hari ini dia bangun pagi sekali walau sedikit berbeda karna tubuhnya sedikit lebih lelah...mungkin karna dia terlalu bersemangad untuk berangkat...jadi Michelle bahkan sampai tidak tidur semalam karna tak sabar..
__ADS_1
Para pelayan membantunya memakaikan pakaian sementara ia mengelus perutnya..Ayuna mengetuk pintu dan tersenyum ketika melihat Michelle...ia mendekati sang nyonya...
''Nyonya Michelle.......''
''Apakah Arga ada di bawah.....''
Michelle tak menjawab Ayuna dan langsung bertanya tentang Arga...
''Tuan Arga baru saja sampai nyonya....''
''Panggil dia...aaah...telp saja, dia akan kemari..''pinta Michelle pelan.
Ayuna berbalik dan hendak menelfon namun, dari arah pintu..Arga tiba-tiba muncul seolah memiliki telepati...ia membuka pintu dan langsung masuk dengan pandangan khawatir..melangkah melewati Ayuna yang menatapnya dengan dalam...
Arga mendudukan tubuhnya dan mengeluis perut Michelle pelan..
''Apa yang terjadi Michelle....kata pelayan kau istirahat ketika sudah tengah malam..''
Michelle mulai merintih..
''Apakah kita masih punya waktu sebentar Arga..aku harus menemui dokter...''bisik Michelle lemah..
Arga mengangguk...
''Kita bisa membatalkannya.....''
Mendengar kata batal membuat Michelle menggeleng mana mungkin dia mau membatalkan kepergian....
''Jangan coba-coba membatalkannya..''
Arga terkekeh sembari tangannya terus mengusap perut Michelle dengan sayang....
Mereka seperti suami istri saja...batin Ayuna memalingkan wajahnya....
''Tenang saja aku hanya bercanda....kita punya pesawat pribadi jadi...kau tidak perlu khawatir...pesawat akan selalu menunggumu....''
Michelle menyipitkan matanya dengan tajam....
''Kau tidak berbohong kan..''
Arga tertawa.....
''Aku bersumpah..pesawat itu akan menunggumu..tuan putri..''
Michelle akhirnya menurut...
''Baiklah...aku harus mengecek bayiku....''
'Dan aku akan mendampingimu Michelle....'' gumam Arga tajam..
Michelle hanya terdiam...ia mengalah...Arga pun bangkit dari sana dan mulai menuntun Michelle dengan kursi Roda...Ayuna menawarkan diri untuk mendorong kursi roda Michelle namun dengan tegas Arga menolaknya...
mereka pergi dari sana......
******
Di sebuah Kota di Negara S.
Di sebuah ruangan, tampak seorang pria duduk menghadap jendela, dan menurunkan pandangan menatap keindahan kota di malam hari yang ramai..ia diam saja dan tidak mengeluarkan suara..
''Tuan.....inilah waktunya, apakah tuan siap menghadapi kenyataan.....''
Pria itu tersenyum dingin.....
__ADS_1
''Aku sudah tau apa yang harus kulakukan dan aku akan menunggunya.....''
Deg!!!!!!!