Milik Sang Pewaris Dingin

Milik Sang Pewaris Dingin
Dimitri Yang Hancur


__ADS_3

Dimi membeku ketika melihat kenyataan jika memang Michelle telah meninggalkan Rumah sakit..pria itu terpaku di ruang CCTV...di layar ia melihat dengan jelas ketika Michelle keluar dari ruangan sendirian..sembari membawa tas miliknya..hati Dimitri hancur lebur melihat bayangan Michelle sampai ke parkiran lalu menaiki taxi dan menghilang..


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar..sungguh semua ini sangat berat baginya...Tomi yang selalu mendampinginya hanya mampu menatap sang tuan yang terlihat begitu hancur...


Dimitri bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari ruangan CCTV, di ikuti Tomi dibelakangnya..


''Apakah kau sudah mendatangi makam Rob..mungkin dia disana....''


''Bagaimana kalau kita melihatnya sekarang tuan,. ..mungkin saja nyonya berada disana..''


Dimitri menghentikan langkahnya dan menghela nafas, semua ini terlalu berat baginya jika Michelle benar-benar pergi meninggalkan dirinya..ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri....tidak...selama ini ia sudah menyia-nyiakan Michelle dan selalau memberinya airmata..bagaimana mungkin ia bisa bertahan tanpa kehadiran Michelle...


Tubuh Dimi sedikit goyah, namun dengan sigap Tomi langsung menahan Dimi...


''Tuan Dimi....apakah tuan baik-baik saja...''


Saat itulah Dimi berbalik dan menatap Tomi...


''Apakah kau sudah mencari ke segala arah..? kampus, teman-temannya...lalu makam orangtua kami...'' suara Dimi serak begitu menyakitkan..


Tomi mengangguk segan..


''Tuan maafkan aku....tapi...tak ada siapapun yang ada disana...tidak ada yang aku temui...itu artinya,..nyonya tidak pernah kesana,....aku juga telah memeriksa CCTV di sekitarnya namun tak ada yang aku temukan..jejak nyonya tak pernah ada...''


Dimi mengepalkan tangannya...tidak ia tak akan menyerah...ia akan menemukan Michelle apapun yang terjadi...dan akan membuatnya kembali pulang...


''Kita akan menemukannya nyonya jadi...tuan bersabarlah...''ucap Tomi dengan hati-hati...


Dimitri lalu melangkah menuju mobil dengan Tomi yang sekali lagi merasa iba pada sang tuan...namun ia tak bisa berbuat apapun...ternyata dalam diam tuan Dimi begitu mencintai nyonya...


Mengapa penyesalan selalu datang di akhir...???


Di dalam mobil...


Dimi hanya memejamkan matanya dengan kesedihan yang tergambar jelas di matanya....yah...ia sungguh merasa syok ketika Michelle menghilang...pria itu memejamkan matanya dengan kesedihan yang dalam..


Kau pernah bilang akan mengabulkan satu permintaanku bukan...jadi aku akan memintanya sekarang...


Michelle......

__ADS_1


Lepaskan aku....aku mau kita cerai.........


Deg!!!!


Kata-kata Michelle begitu menari di kepala Dimi hingga pria itu semakin bersalah...selama ini dia adalah pria yang telah memberi Michelle luka dalam yang membekas...dia juga yang terlah menggenggam Michelle terlalu erat sampai Michelle hampir tak bisa bernafas...apakah karna itu Michelle meninggalkannya untuk sebuah kebebasan...?


Tapi..ada anaknya yang bahkan belum ia sentuh..bagaimana keadaannya..apakah dia baik-baik saja,...Michelle..apakah dia tidur dengan baik....makan dengan baik...??


''Tuan Dimitri.....''


Suara Tomi membuat Dimi membuka mata.....


''Yah....''


''Kita sudah sampai di makam tuan Rob...bagaimana jika tuan turun sekarang sebelum hari makin gelap..''


Dimi menganggukan kepalanya..lalu turun dari mobil...langkahnya kian berat menyadari tak ada siapapun disana...tak ada seseorang yang ia cari..bahkan jejak Michelle tidak tampak disana....sampai Dimitri menjadi putus ada..


Langkahnya terhenti ketika tanpa sengaja Dimi menginjak sesuatu di kakinya..pria itu menundukan kepalanya dan mengerutkan kening ketika sesuatu yang tampak berkilauan ada di bawah sepatunya, Dimi mengangkat sepatunya dan membeku ketika menemukan sebuah cincin yang ia berikan pada Michelle....jantung Dimi berdebar ketika matanya berkaca-kaca....


Cincin...cincin ukiran nama yang DM yang bertahta berlian jatuh di rerumputan...pria itu tersungkur sembari mengambil cincin itu dengan hati yang remuk..


''Itu artinya nyonya memang ke tempat ini tuan Dimi....''


Deg!!!!


Dimi menggenggam cincin itu membawanya ke dalam tangannya...ia kemudian membeku menatap cincin yang begitu berati untuknya dan Michelle..kemudian memandang sekitarnya dengan kerutan dahi...


''Jika cincin ini jatuh apakah mungkin seseorang menculiknya...''ucap Dimi begitu saja...


Dimi dan Tomi saling menatap dengan pikiran yang sama....


''Penculikan...maksud tuan...''


Dimi mengangguk.....


''Beri perintah pada anak buah kita, periksa cctv di sekitar tempat ini aku tak ingin kehilangan jejak sedikitpun.....''


Tomi mengerti perintah Dimi, lalu melangkah sedikit menjauh dan menelfon anak buah mereka yang lain untuk menyebarkan pencarian ke sekitar bukit tempat makam Rob...

__ADS_1


Sementara Dimitri masih memandang cincin pemberiannya...


''Michelle apakah kau sedang menghukum aku...? dimana kau sekarang....? Aku bersedia menerima hukuman darimu...aku...bersedia menanggung apapun asal kau kembali...diaman kau Michelle..kemana kau membawa anakku....kau akan membuatku gila Michelle..''


Tubuh Dimitri kembali tersungkur di rerumputan...ia sungguh kehilangan harapan dengan hilangnya Michelle..ini bahkan sudah hammpir malam dan Michelle menghilang entah kemana bahkan dengan kekuatan dan kekuasaannya ia tak bisa menemukan Michelle..hal itu jelas memukul telak hati Dimi yang selama ini keras bagai batu karang.. Namun kehilangan Michelle kali ini sanggup menghancurkan segala benteng keangkuhan dan kesombongannya...kini dia tak lebih seperti seseorang pria menyedihkan yang kehilangan arah dan tujuan...ia sungguh tak bisa melakukan apapun untuk mengobati luka hati yang terlanjur menganga...sungguh sakit sekali...


Tomi hanya menatap sang tuan dari jarak jauh, sungguh ia juga kehilangan nyonya Michelle yang selalu bersikap lembut dan baik....ia tau benar jika nyonya tidak segera di temukan maka tuan Dimitri Swan tidak akan bertahan...


*******************


Pesawat mendarat di sebuah kota kecil di suatu tempat di luar negri...


para anak buah Arga sudah menanti di bandara privat itu sampai pintu pesawat terbuka dan sosok Arga turun dari sana..dengan membawa Michelle di belakangnya..


Tubuh Michelle di seret turun dari atas pesawat dengan paksa lalu di bawa menuju mobil...


Arga menoleh pada Michelle yang tampak kesal...


''Apa kau mau masuk ke dalam mobil bersamaku...aku mau menanyakan beberapa hal padamu..''


''Tidak...aku tidak mau bahkan sedetikpun aku tak ingin bersamamu...mengapa kau membawaku kemari....yah....lepaskan aku, lepaskan.....''


Arga hanya menaikan sudut bibirnya dengan dingin..lalu menatap anak buahnya..


''Baiklah..gadis ini cukup keras kepala...jadi masukan dia di bagasi mobil....''ucap Arga dengan tegas,...


''Tidak.......''


Michelle meronta sekuat tenaga namun, ia bahkan tak bisa melakukan apapun selain pasrah....tubuhnya di masukan paksa ke dalam bagasi....dan mobil melaju meninggalkan bandara menuju kediaman Arga....


********


Arga menatap anak buahnya melalui kaca mobil, dengan pandangan tajam..


''Aku ingin kau menyelidiki gadis itu, siapa dia...apakah benar dia sudah menikah aku ingin...tau segalanya..'' desis Arga dengan penuh peringatan..


''Baik tuan Arga....''


Arga lalu memandang keluar jendela dengan tatapan tak terbaca.....

__ADS_1


__ADS_2