
Mr. Mafia bab 21
Areta menalan ludahnya sendiri, tatkala Kian terus mendesak dan memaksa ia berinisiatif mencium laki-laki yang ia benci itu.
"Kenapa kau malu? Bukankah kau tadi membalas ciumanku?" ucapnya dengan nada merendahkan.
Gadis itu hanya bergeming dan tetap a
dalam posisinya, ia enggan melakukan perintah Kian saat ini.
Kian mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja, sepertinya pria itu akan menghubungi seseorang entah siapa itu.
"Mark ... siapkan perjalananku sekarang, aku akan pergi berbulan madu dengan Areta!"
Mulut Areta menganga saat mendengar kata bulan madu dari mulut Kian, cepat-cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar Kian tidak mengetahui jika ia terkejut dengan kalimat Kian. Kian menutup ponselnya, matanya melirik ke arah gadis 19 tahun itu namun tetap dengan raut wajah datar tanpa ekspresi senyum atau marah.
"Kita akan berbulan madu, bersiaplah!" perintahnya lalu kembali berkonsentrasi dengan ponsel yang berada di tangannya.
"Hah ... bulan madu? Kemana? Dan untuk apa? Bukankah kita hanya pernikahan di atas surat." Areta menggerutu di dalam hati, lalu ia beranjak dan menuruti perintah Kian.
***
Tak butuh waktu yang lama, Kini Areta kembali ke dalam kamar Kian, untuk memastikan apakah mereka akan pergi berbulan madu. Areta pikir ini pasti sangat menyenangkan karena sudah lama sekali ia tidak melakukan perjalanan jauh untuk sekedar berekreasi. Dan kini ia bisa melakukannya dan itu gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Areta masuk mengenakan dress sebatas lutut dengan lengan balon motif bunga kecil mempercantik kulitnya yang putih dan mulus, serta sepatu snikers putih yang tampak casual serta rambut dibiarkan terurai rapi. Kian yang melihat outfit yang dikenakan oleh Areta tampak menatap dengan pandangan kurang suka. Dengan suara berat ia berkata, "Ganti sepatumu!" perintahnya.
"Mengapa? Bukankah kita akan berlibur?" tanya Areta kebingungan, alih-alih membiarkan Areta memakai yang ia suka, Kian malah membentaknya.
__ADS_1
"Ganti! Aku paling tidak suka melihat wanita dengan tampilan casual, heels berwarna senada dengan bajumu akan menperlihatkan kelasmu, meskipun kau kuanggap sebagai peliharaanku, tapi semua orang tahu jika kau adalah nyonya Kian Jhon Fransis Egan!" dengus Kian menatap serius Areta yang masih berdiri di ambang pintu.
Areta berbalik badan dan kembali ke kamarnya seraya menggerutu, "Dia pikir dia siapa? Ini tubuhku. Ini kakiku, mengapa dia mendikte setiap penampilanku!"
Setelah beberapa menit, Areta sampai di kamar pribadinya, ia membuka lemari khusus rak sepatu yang semua ini adalah pemberian mafia itu, untuk menunjang penampilannya sebagai nyonya Kian Egan.
Di sana heels dengan berbagai warna tertata rapi seperti toko sepatu yang sengaja di display oleh para penjaga toko. Dengan perasaan kesal ia meraih heels yang senada dengan baju yang ia kenakan yang tingginya sekitar lima centimeter. Areta sebenarnya enggan memakainya karena ia tidak terbiasa berjalan dengan sepatu hak tinggi karena itu akan sangat sulit untuknya. Dengan cepat ia berjalan kembali kepada Kian, namun tanpa disangka laki-laki itu sudah ada di depan kamar Areta dengan tatapan aneh.
"Ayo!" perintahnya, berjalan meninggalkan Areta yang harus bersusah payah mengikuti langkahnya.
"Bukankah dia seharusnya beristirahat karena baru saja pulang dari rumah sakit?" Pertanyaan itu terus berkecamuk di dalam benak Areta.
Mark dan beberapa anak buah dengan stelan tiga potong berwarna hitam tersebut telah siap menunggu mereka berdua, dari dalam ruangan tiba-tiba suara wanita memanggil Kian.
"Kian!"
Pria itu menoleh, Irene berlari kecil menghampirir laki-laki itu dan berdiri tepat di depan seraya menyentuh jas milik Kian ia berkata, "Kau mau kemana?" tanyanya.
"Kau tetap di sini, aku akan pergi berbulan madu dengan dia." Kian berbicara sembari melempar pandangannya kepada Areta.
Dan Irene pun ikut nenatap ke arah gadis yang ia anggap sebagai saingan itu.
"Oh ... lalu kapan kau akan bulan madu denganku?" tanyanya dengan nada manja yang membuat Areta sangat mual dan ingin muntah.
"Nanti setelah aku kembali, aku akan mengajakmu berbelanja dan berlibur." Kian berkata dengan sedikit tersenyum.
Areta yang melihat itu sedikit gusar, ia adalah istri Kian. Tapi ia tidak pernah menerima perlakuan baik dari mafia jahat dan bengis itu. Dan ia lebih memilih membuang muka karena enggan melihat adegan yang seolah seperti drama dalam televisi itu.
__ADS_1
"Memuakkan!" umpat Areta dalam hati.
Mark menyerahkan sesuatu kepada Kian, Laki-laki itu memeriksa dengan saksama apa yang diserahkan oleh kaki tangannya.
"Pasport Areta telah siap, Aku akan berangkat sekarang." Meskipun ia kelihatannya berangkat berdua, akan tetapi ada beberapa penjaga yang ikut serta dengan mereka, beberapa ahli bela diri dan penembak jitu juga diikut sertakan yang dipimpin langsung oleh Mark.
"Jangan lupa buah tangan untukku, Honey!" seru Irene melepas kepergian Kian dan Areta, gadis saingannya yang amat ia benci.
Saat di dalam mobil, suasana yang sedingin es menyelimuti diantara mereka berdua.
"Kau belum sembuh, mengapa kau ingin melakukan bulan madu denganku?" tanya Areta memecah suasana diantara mereka.
"Aku tidak benar-benar ingin bulan madu denganmu, aku akan melakukan transaksi penjualan senjata ilegal di negara Lemonia, dan aku akan mengajakmu ke sana," ucapnya santai, konsentrasinya masih tertuju di balik setir kemudi.
Wajah yang riang berubah menjadi sedih, Areta kecewa dengan alasan bulan madu, dirinya di ajak ke negara yang penuh dengan mafia dan dunia hitam itu, tapi di balik itu semua, sebenarnya negara Lemonia adalah tempat yang indah, luas negara itu tidak seluas pulau yang ada di negara ini, namun sepengetahuan Areta saat ia pernah membaca di buku, bahwa negara itu termasuk dalam salah satu dari tujuh negara indah di dunia, terlepas dari dunia hitam negara itu.
"Lalu mengapa kau mengajakku kesana?" tanya Areta kesal.
"Mengumpankan tubuhmu pada boss mafia di sana!" ucap Kian santai.
Rasanya Areta ingin sekali menampar dan menendang bekas luka Kian, agar ia mati dan merasakan sakit, akan tetapi Areta tidak memiliki cukup keberanian untuk itu semua.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung~
Jangan lupa Like 👍 tinggalkan kesan di 💬 dan Vote seiklasnya 💌 Serta tap ❤ agar mendapat notifikasi ketika mas Kian update.