
Mr. Mafia Bab 25
"Kau bawa mangsa lagi, Yosiana?" Silda menyambut wanita yang selalu memasok para wanita untuk rumah mewah Kian. Yosiana hanya mengangguk angkuh ketika mendengar perkataan Silda.
"Pasti bossmu telah pergi berlibur dengan wanita yang beberapa minggu lalu kubawa untuknya," ujarnya, dengan pandangan seolah berpikir. "Essttt ... kupikir gadis bernama Areta itu cukup beruntung untuk tinggal di rumah ini," lanjutnya lagi.
"Entahlah," jawab Silda singkat.
Sembari berjalan mendekati sebuah jendela kaca, Yosiana berkelakar seolah berlakon bak cenayang yang menerka-nerka isi hati dan pikiran Kian.
"Apakah wanita tipe yang diinginkan Kian telah berubah, setelah kematian cinta pertamanya?" ucap Yosiana lirih.
"Hmmmm ... aku juga tidak tahu apa isi pikiran boss Kian hingga ia mau memungut gadis rendah menjadi nyonya di rumah ini!" dengus Silda, mulai terprovokasi.
Yosiana berbalik badan dan mendekat ke arah Silda lalu memegang pundak wanita yang sekitar empat tahun ia kenal itu.
"Silda ... jika kau tahu siapa yang kubawa, kau pasti akan pingsan!"
"A–apa maksudmu, Yosiana?" tanya Silda yang lidahnya mulai kelu, seolah ia merasakan hal aneh akan menimpa rumah ini.
"Pengawal ... bawa gadis itu masuk!" teriak Yosiana lantang, diikuti dengan suara teriakan lirih dari seorang gadis yang ditutup oleh plastik di bagian kepalanya, gadis itu tampak memberontak saat beberapa laki-laki memegang tangannya. Lalu ia dilemparkan hingga jatuh tersungkur ke lantai begitu saja oleh para bawahan Kian.
"Kau siap mendapat serangan jantung mendadak, Silda?" ucap Yosiana sambil memegang plastik yang ada pada kepala gadis itu, dan siap untuk membukanya.
Tak lama kemudian dengan begitu kasar, wanita yang kerap disapa dengan Yosi itu membuka penutup kepala gadis teraniaya tersebut.
Tiba-tiba Silda berteriak lalu menutup mulutnya ketika melihat sosok gadis tersebut. "No–nona A–Anastasya—"
Lidah Silda semakin kelu saat melihat gadis di depan matanya ini. Namun anehnya Yosiana malah terkekeh melihat Silda yang terkejut seperti melihat hantu saat mendapati gadis yang mirip dengan Anastasya ada di depan matanya.
"Ha–ha–ha ... tenang Silda! Dia hanya mirip dengan Anastasya, tapi dia bukan wanita itu, gadis ini kutemukan saat ayahnya menggadaikan hidupnya kepadaku karena terlilit hutang, namanya adalah Lyana," terang Yosiana.
Perlahan Silda mengamati tubuh Lyana gadis yang masih terduduk di lantai dengan mulut terikat dan kaki serta tangan pun terikat. Sementara gadis itu tampak berontak dan berusaha melepaskan diri sembari mencoba berteriak meskipun usahanya hanya sia-sia belaka.
__ADS_1
"Apakah kau yakin, dia bukan Anastasya? Mereka seperti kembar identik," cecar Silda mencoba mengorek informasi tentang Lyana.
Yosiana bertepuk tangan dengan tertawa terbahak-bahak melihat Silda yang tampak kebingungan. "Apa kau sedang meremehkan kemampuanku, Silda?"
"Bu–bukan begitu maksudku, ta–tapi mereka sangat mirip —" jawab Silda dengan bola mata tak berhenti memindai Lyana.
"Sudahlah, kau urus dia! Katakan kepada bossmu, harga seperti biasa!" ucapnya sembari melenggang pergi meninggalkan Silda yang masih diliputi dengan kebingungan.
***
Kian dan Areta telah sampai ke ibu kota negara Apache, kini mobil mereka telah kembali menuju kediaman Egan, dengan segala kemewahanya. Kian sedang bahagia saat ini karena ia bisa mengakuisisi wilayah negara Lemonia, sungguh kemenangan yang patut dibanggakan.
"Mark ... siapkan pesta kemenangan untuk nanti malam!" perintah Kian dengan penuh kesombongan.
Namun Areta hanya menatap benci laki-laki yang sedang duduk di sampingnya sembari mengumpat dalam hati, jika ia tidak akan pernah jatuh hati dan seumur hidup membenci mafia kejam di sampingnya ini.
Mereka telah memasuki Area kediaman Egan dan disambut dengan pagar berwarna besar dengan hiasan huruf inisial E di tenganya. Mobil mereka telah berhenti di depan pintu masuk, Kian dan Areta keluar dari mobil secara bersamaan. Irene telah menunggu mereka dengan berdiri di ambang pintu.
"Kian ... apakah kau lelah?" tanya Irene mengelus dada suami Areta di depan mata Areta sendiri, bukanya marah, Areta merasa jijik dengan sikap agresif dari Irene yang seolah sedang mencari perhatian kepada Kian.
Silda tampak gugup menyambut bossnya pulang dari luar negeri.
Kian menangkap gelagat aneh dari Silda yang seolah tidak seperti biasanya yang selalu tenang dan penuh percaya diri.
"Apakah ada yang tidak beres, Silda?"
Silda tampak tersentak mendengar kalimat dari Kian, lalu ia menatap mata bossnya itu dengan penuh ketakutan seolah baru saja melihat hantu.
"Ada apa, Silda?!" teriak Kian mulai kesal.
"Boss ... bisa ikut bersama saya, sekarang!" pinta Silda lalu berjalan menuju kamar para Asisstant wanita Kian. Diikuti Irene dan Areta yang seolah ingin tahu apa yang ingin ditunjukan untu Kian.
Saat Kian telah sampai, dan berdiri di ambang pintu, matanya langsung menyambar tubub gadis yang tengah meringkuk di atas tempat tidur dengan posisi memeluk kakinya karena ketakutan.
__ADS_1
"A–Anastasia!" pekik Kian lalu berlari ke arah gadis itu dan memeluk erat Lyana.
Irene terkejut dan menutup mulutnya dengan tangan sembari berucap lirih.
"A– Anastasia? Kau masih hidup?" ucap Irene lirih, saking lirihnya hingga tidak ada orang yang mampu mendengarnya.
Sementara Areta nampak tak acuh dengan adegan drama pertemuan Kian dengan gadis itu dan memilih meninggalkan tempat itu. Namun saat ia hendak beranjak pergi. Irene meraih tangan Areta sehingga membuat gadis itu terpelanting dan kembali ke tempat.
"Kau tahu siapa wanita yang telah dipeluk oleh Kian?" tanya Irene, seolah ingin mengintimidasi Areta.
"Tidak tahu dan aku juga tidak ingin tahu!" dengus Areta kesal, lalu beranjak pergi.
"Dia adalah cinta pertama Kian," terang Irene, dan membuat langkah Areta seketika terhenti.
"Apa maksudmu?" tanya Areta.
"Dialah permaisuri yang sesungguhnya, kau akan dibuang ke tempat sampah!" ledek Irene, sembari tersenyum ironi.
"Persetan dengan itu semua!" dengus Areta, lalu pergi dari tempat itu.
•
•
•
Bersambung~
Jangan lupa Like 👍 tinggalkan kesan di 💬 Vote seiklasnya 💌 Serta tap ❤ agar mendapat notifikasi ketika mas Kian update.
Lyana Jacops
__ADS_1
Sembari nunggu mas Kian update, baca novel tamatku yang lain yuk! Judulnya 'Boss Come Here Please!' Cerita tentang Asisstant Rumah Tangga yang dinikahi majikannya yang ternyata masih mencintai mantan istrinya. Rasakan halu, jengkel, marah dan uwu hanya di Novel ini.