
Mr. Mafia 60
Setelah terpisah dari Shane dan Andrea. Mata Kian langsung tertuju ke arah sebuah bangunan tua yang seolah tidak berpenghuni di sekitaran halaman rumah Addison. Sekali lagi mereka menembak para anak buah Addison tanpa bersuara dan memisahkan nyawa mereka dari raganya. Kian dengan mudah masuk ke dalam gedung tesebut. Aroma obat-obatan yang kuat dapat tercium dengan indra penciuman mereka. Hingga memaksa Kian untuk menutup hidungnya dengan satu lengan. Ia mengendap tanpa suara, ia memeriksa dengan saksama seorang diri, sedangkan para anak buahnya ia perintahkan menjaga di luar. Mata Kian langsung tertuju pada satu ruangan yang tampak remang dan lebih gelap dari ruangan lain. Ia membuka pintu perlahan, matanya langsung menyambar sosok yang ia kenal. Areta ... iya tampak terduduk lemas dengan tangan dan kaki terikat.
"Areta!" panggilnya lirih.
Wanita itu langsung menajamkan mata, ketika suara memanggil namanya, ia melihat siluet tubuh mendekat ke arahnya. Hingga samar-samar ia dapat melihat jika itu adalah Kian, suaminya.
"Ki–Kian—" ucap Areta terbata.
Kian mengangguk, menatap istrinya yang tampak begitu menyedihkan dengan luka memar di lehernya. Dengan cekatan, Kian melepaskan ikatan dari tangan dan kaki Areta, untuk menyelamatkannya.
Kian memeluk tubuh istrinya, melepaskan rindu yang teramat dalam, ia benar-benar takut jika terjadi apa-apa dengan wanita yang ia cintai itu.
Areta menangis sejadi-jadinya, ia pikir jika Kian tidak akan menyelamatkan nyawanya, dan membiarkannya mati di tangan The Rock.
Dengan serampangan Kian menciumi pipi, kening dan bibir Areta, mercium aroma tubuh wanita yang seolah menjadi candu untuknya itu.
"Ayo, kita pergi!" Mereka berjalan dengan cara mengendap-endap. Saat Kian dan Areta akan mencapai pintu, tiba-tiba suara tembakan membuat mereka berdua terkejut.
Dorr....
Tiba-tiba The Rock muncul tak jauh dari belakang mereka, dengan sebuah pistol mengarah kepada Kian dan Areta.
"Mau kemana kalian?! Ha–ha–ha ...." Addison terkekeh. "Kesempatan besar, bisa mencabut nyawa dua ikan besar!" seru Addison dengan bola mata yang seolah akan melompat dari sarangnya.
Kian mengarahkan Areta untuk berdiri di belakang tubuhnya, guna membentengi Areta supaya lebih aman dari serangan Addison.
"Dia tidak tahu apa-apa, urusanmu hanya kepadaku bukan dia!" dengus Kian.
__ADS_1
"Kau pikir aku peduli, 'hah?!" seru pria paruh baya tersebut meninggikan suaranya.
Addison semakin berjalan mendekat, sementara Kian memerintahkan Areta untuk berlari menjauh darinya.
"Cepat lari" perintah Kian berbisik.
"Tidak! Jika kau mati, aku juga akan mati bersamamu!" seru Areta.
Kian menatap tajam wajah istrinya itu dan memeluknya dengan sangat erat. "Wanita bodoh!"
"Ha–ha–ha... apakah ini sebuah drama yang ada di dalam sebuah televisi atau novel romantis?" ledek Addison, dengan pistol yang tetap mengacung ke arah Kian dan Areta.
Kian mengangkat pistolnya dan mengarahkan kepada The Rock. Ini adalah pertarungan hidup dan mati antara dirinya dan pria paruh baya itu.
Namun hal mengejutkan terjadi, dengan begitu mudah The Rock menembak senapan yang dipegang Kian tanpa melukai tangan Kian, sehingga membuat pistol itu terlepas dari tangan Kian.
Kian lupa dalam hal tembak menembak tehniknya kalah jauh dengan rivalnya itu, The Rock dengan sangat mudah menembak dengan tepat sasaran meskipun dengan mata tertutup sekalipun.
Saat The Rock memuntahkan timah panas yang ia arahkan kepada Kian dan Areta, tiba-tiba Andrea muncul dan membentengi Kian dan Areta dengan tubuhnya, agar peluru milik Addison mengenai tubuhnya.
"Kian bawa Areta pergi!!" pekik Andrea dengan suara lantang.
Dorrrr....
Suara tembakan menguar, di sertai tumbangnya Andrea dengan keadaan bersimbah darah.
Kian berlari menyeret tubuh istrinya dengan susah payah, karena Areta berusaha menyelamatkan Andrea yang sudah tergeletak.
"Cepat lari!" seru Kian.
__ADS_1
Ia terus menyeret istrinya tanpa berhenti membuat wanita itu terseok mengimbangi langkah kakinya.
Kian bukannya tidak ingin menyelamatkan Andrea, tapi ia tidak ada pilihan lain. Andrea pasti akan baik-baik saja pikirnya.
"A–Areta—" ucap The Rock lirih, menatap Andrea yang mulai terbatuk mengeluarkan darah. "Coba kau katakan lagi, siapa istri Kian?" tanya The Rock menatap Andrea.
"Ar–reta—" Nyawa Andrea seketika melayang, setelah dua timah panas bersarang tepat di dada kanan dan kirinya.
Mata Addison tiba-tiba berkaca-kaca, ia terduduk lemas mendengar nama Areta keluar dari mulut Andrea.
"Apakah ia adalah anakku dengan Marla? Tidak mungkin, ada jutaan nama Areta di kota besar ini!" Addison masih mencoba mengelak. Namun ia cukup syok mengetahui jika nama istri Kian adalah Areta bukan Aneta.
Pria itu menatap tanganya yang telah mengarahkan senjata dan bahkan mencekik leher Areta.
•
•
•
Bersambung~
Tukan, apa gue bilang! Lu bakalan nyesel, Add!
🙄🙄
Like komen, yah. Biar aku semangat.
Gift dan Vote seiklasnya....
__ADS_1
Terimakasih~