
Mr. Mafia 83
Semua bergotong royong untuk memperbaiki rumah Areta, Addison kini bisa tersenyum bahagia ketika menyaksikan buah hati yang tidak pernah ia peluk—tapi kini, ia bisa mendekapnya sangat erat dan membisikkan kalimat yang paling ingin ia katakan selama ini, 'Aku menyanyangimu, Putriku!'
Mereka semua menuju peristirahatan terakhir Marla, karena tujuan awal Areta kesini, adalah—untuk berkunjung ke pusara terakhir Marla, wanita yang pernah Addison cintai, dan ibu hebat yang melahirkan dan membesarkan Areta seorang diri.
Pemakaman itu tampak luas, terletak di kaki bukit yang banyak di tumbuhi pohon yang memang di tata sedemikian rupa, dan makam Marla memang terletak agak ke atas, karena menurut adat kampung Areta, semakin tinggi makam seseorang, maka semakin mudah pula Tuhan membawanya ke Surga.
Ketika telah sampai di depan makam ibunya yang sudah mulai tertutup rumput, Areta langsung berjongkok. Air matanya mulai mengalir membasahi kedua pipinya.
"Ibu, maafkan aku. Jika aku sudah lama tidak mengunjungimu, bukan aku yang ingin tapi—" Areta langsung melirik ke arah Kian yang langsung membuang muka, supaya tidak merasa bersalah. Saat Kian masih berdiri, tiba-tiba Areta menarik tangan pria itu hingga ia juga terduduk di tanah.
"Minta maaf!" perintah Areta ketus.
Kian memasang wajah tidak bersalah, memelototi istrinya, namun Areta tidak mau kalah. Ia balik memelototinya hingga Kian akhirnya menyerah.
"Ibu ... maafkan aku, karena aku. Areta lama tidak mengunjungimu," ucap Kian malu-malu, karena harus bicara dengan batu nisan. Areta yang mendengar hal itu tak kuasa menahan tawanya. Membuat Kian langsung memasang wajah muramnya.
"Marla ... maafkan aku. Aku yang membuatmu seperti ini, kini—ijinkan aku membahagiakan putri kita," celetuk Addison, menyentuh nisan bertuliskan Marla dengan foto cantik tertempel di sana.
"Aku berjanji, akan menjaga Addison dan Areta, Marla!" sahut Elma, lembut.
Areta menelan ludah saat mendengar ayahnya mengucapkan hal itu, apakah ia akan meminta Areta untuk tinggal di rumahnya, tapi ia tidak mau dipisahkan dengan suaminya. Ia sangat mencintai Kian, dan juga sebaliknya—Kian amat mencintai Areta.
***
Setelah selesai mengunjungi peristirahatan terakhir Marla, mereka kembali ke rumah dan bersiap kembali ke kota Apache. Mereka semua berpamitan pada Della dan para tetangga. Kian dan Addison menyumbangkan sejum'lah uang sebagai dana oprasional kampung itu. Kemudia mereka semua bertolak pulang.
Selama perjalanan, dengan mobil Fan super nyaman milik Kian mereka saling mengobrol satu sama lain, saat Areta bercanda mesra dengan Kian, ada perasaan aneh pada diri Addison. Jika sedang dengannya, Areta seolah membentengi diri darinya, namun saat dengan Kian—ia bisa tertawa lepas, tanpa batas.
"Bagaimana jika kita berlibur di kapal pesiar milik Papa, Areta, Kian?" celetuk Addison, menatap anak dan menantunya secara bersamaan. "Sembari mengadakan privat pesta pernikahan Mark dan Irene," imbuhnya lagi, kini ia melemparkan pandangannya pada Mark yang ada di depan, yang sedang mengemudi.
Mark yang hanya melirik dari arah spion tampak terseyum, semetara Kian menatap Areta untuk meminta persetujuan.
"Ya, boleh. Bukankah kita sudah lama tidak pergi berlibur?" sahut Areta.
__ADS_1
Selama perjalanan Kian dan Areta memang nampak rukun dan mesra, hingga menimbulkan sikap iri pada Addison yang sejak tadi mempehatikan keduanya.
"Areta, maukah kau tidur semalam di rumah papamu ini?" tanyanya memberanikan diri.
Areta terdiam sesaat, melihat ke Arah Kian lalu menjawab, "Boleh, asal Kian ikut."
"Kian, ya ...." Kalimat Addison tercekat, lalu Areta hanya mengangguk seolah meng-amini ucapannya tadi.
"Boleh—" sahut Addison menyetujui permintaan Areta.
Mark membawa mereka untuk pulang ke rumah Addison.
Dan tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai di depan pintu gerbang hitam dengan puluhan penjaga dengan memakai senjata laras panjang yang di kalungkan ke leher, memakai stelan serba hitam dan sebagian dari mereka bahkan mengenakan kaca mata hitam.
Areta nampak menelan ludah, tatkala mengingat terakhir kali ia berkunjung ke mari, dengan cara paling tidak pernah diduga-duga. Diculik oleh ayahnya sendiri.
"Kenapa, Nak?" tanya Addison, saat mengetahui wajah putrinya telah berubah menjadi pucat pasi. "Ini rumahmu, kau bisa pulang kapan saja ke sini," sambungnya.
Ekor mata Areta melirik ke arah Kian, dan lelaki itu mengangguk seolah mencoba menenangkan sang istri.
"Nicky!" seru Elma.
"Sejak kapan ia pulang dari Amerika?" tanya Addison pada Elma.
"Entahlah."
Mereka turun, Nicky langsung memeluk Elma dengan erat. "Paman, Bibi. Aku merindukan kalian."
Areta dan Kian hanya terdiam, sementara Mark masih menunggu di dalam mobil, mengawasi mereka.
Tampaknya Kian sudah tidak asing dengan pria itu, ia adalah keponakan Elma yang juga orang kepercayaan Addison. Nicky tampak menyeringai menatap Kian, yang ia tahu adalah musuh Addison.
"Mengapa bisa menginjakkan kaki kemari, Paman?" dengusnya.
"Oh ... Nick. Aku lupa, ini adalah putri kandungku, dan Kian adalah suaminya." Addison menjawab santai.
__ADS_1
"What!" Nicky tampak kaget dengan pengakuan Addison.
Elma mengangguk membenarkan ucapan suaminya.
Sementara Kian yang masih merangkul Areta tampak semakin waspada.
Nicky adalah keponakan Elma yang di asuh oleh Addison dan Elma sejak kecil. Hingga dilatih menjadi mafia muda di umurnya yang masih muda, ia terjun di dunia gelap sejak umur dua puluh tahun dan kini usianya sudah menginjak dua puluh enam tahun.
Dirinya bertolak ke Amerika sejak dua tahun lalu melanjutkan studi di negara Paman Sam tersebut.
Pandangan Nicky, kini menatap Areta lekat-lekat. "Wanita yang memiliki wajah seperti Dewi ini adalah anak paman?" Ia mengulurkan tangannya untuk Areta. Dan disambut dengan jabatan tangan perkenalan di antara mereka.
"Cantik," gumam Nicky, pelan hingga hampir tidak terdengar oleh semuanya.
•
•
•
Bersambung~
Heloo I'm Come back maaf yah... agak alemong hiatusnya. Tapi aku bakalan selesein apa yang aku mulai, apalagi Novel ini adalah Novel kebanggaanku, butuh ketenangan batin ✌
BTW ... MASIH SUASANA LEBARAN, NIH.
AKU UCAPIN MINAL AIDZIN WALFAIZIN, MOHON MAAF JANGAN DI GOSHTING. EH ... MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
MAU SEKALIAN PROMO, KALI AJA ADA YANG PAKE APLIKADI IJO K*B*M
AKU ADA NOVEL DI SANA, INI NOVEL REAL BANGET, ANTI CACAT LOGIKA, TERUSAN DUA CERPENKU YANG JUDULNYA POSESIV DAN GAGAL NIKAH. KALIAN BISA BACA DI SANA.
😁✌
Thank's,
__ADS_1
Novi Wu.