
Mr.Mafia bab 63
Elma menguatkan tekat untuk menemui dan memastikan jika Areta adalah anak dari Addison. Ia berencana pergi ke kediaman Egan, meskipun ia tahu, jika nyawanya dipertaruhkan ketika akan dia pergi ke rumah itu. Ia tidak ada pilihan lain, dirinya takut jika suaminya tiada, ia tidak akan bisa memeluk putrinya untuk terakhir kalinya.
"Aku akan menemui puterimu, Add. Aku akan membawanya untukmu." Elma berucap lirih.
***
Irene masih tertunduk lesu, meletakan kepalanya di atas meja makan, dengan ditemani Mark, lelaki yang tidak pernah melepaskan pandangannya untuk Irene setelah tragedi Andrea menoreh luka untuk Kian dan Areta.
Tiba-tiba Irene mendongakkan kepala, memindai seluruh ruang makan dengan tatapan kosongnya. Mark yang masih berdiri di sampingnya langsung memasang sikap waspadanya.
"Ada apa, Nona?" tanyanya dengan nada yang selalu menjadi ciri khasnya, dingin dan seperti robot yang dijalankan oleh remote control.
"Apakah aku bersalah?" Irene malah balik bertanya, sorot matanya memancarkan aura bersalah yang sangat tajam, tidak jauh berbeda dengan Areta. Tapi dari awal memang Irene tidak menyukai Andrea sejak wanita itu memerintahkannya untuk menggugurkan kandungannya. Memang saat itu, kandungan Irene bermasalah, jika ia tetap bersikeras mempertahankan bayinya, maka yang terlahir hanyalah seorang bayi yang cacat mental. Tapi karena itu juga Kian tidak pernah lagi menyentuh Irene dan bersumpah tidak akan menjalin hubungan lagi dengannya. Mengingat hal itu saja Irene sungguh sakit hati.
"Tidak, kau tidak pernah bersalah. Kau tidak bersalah untuk hal ini. Singkirkan semua rasa bersalahmu!" perintah Mark, tanpa sadar ia bersikap lembut melihat Irene seperti itu. "Ayo... lebih baik kau beristirahat!" ucapnya lagi.
Mark menangkup pundak Irene dan membawanya berjalan menuju kamar wanita itu.
Setelah berjalan sekian meter, mereka telah sampai di kamar Irene, secara perlahan laki-laki itu membaringkan tubuh wanita yang ia anggap sebagai majikan tersebut ke atas tempat tidur dan menyelimutinya dengan rapi.
"Tidurlah!" ucapnya lembut, dengan sorot mata penuh kasih sayang. ketika ia akan beranjak, tiba-tiba jari jemari lentik Irene menyentuh tangannya, dan menggenggam erat tangan Mark.
"Jangan pergi!" Irene beranjak dan menarik tangan Mark, hingga membuatnya terduduk di atas tempat tidur Irene.
Irene memeluk tubuh kekar Mark dengan begitu erat, seolah ia merindukan pelukan nyaman dari seorang lelaki. Mark menahan napasnya saat menerima perlakuan itu. Seumur hidupnya, ia tidak pernah memeluk tubuh wanita dengan hasrat, karena selama ini pelukannya hanya sebatas melindungi sebagai profesionalnya dalam bekerja. Tapi tidak untuk kali ini, ada sengatan aneh saat ia menyentuh Irene, tapi ia juga tidak mengerti apa itu.
Entah setan apa yang telah merasuki pikiran Mark, hingga ia mendekatkan diri dan mengesap bibir Irene dengan lembut, lidahnya menari-nari di atas rongga mulut Irene, hingga saling bertukar saliva secara bergantian. Namun tidak, ia harus tetap dalam posisi di mana ia hanya bertugas melindungi Irene. Sedetik kemudian ia tersadar dan melepaskan panggutannya dari bibir Irene meskipun sebenarnya ia sangat menikmati itu.
__ADS_1
Ia seketika berdiri dengan posisi tegap dan dengan muka yang begitu memerah. Irene menatap Mark dengan perasaan aneh. Sejak ia berpisah dengan Kian, hatinya selalu tertuju dan ingin selalu memenangkan kembali mafia itu. Tapi entah mengapa, kali ini perasaan aneh muncul saat ia bersama Mark, si robot dingin yang ia anggap menyebalkan.
"Saya permisi, Nona." Mark beranjak pergi.
"Apakah aku sebegitu menjijikkannya hingga Kian dan kau tidak menginginkanku?!" pekiknya dengan lantang. Tentu saja hal tersebut membuat Mark menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan. Ia membukuk dan memberi hormat kepada Irene.
"Maafkan saya, hingga saya lancang, Nona. Saya tidak akan mengulanginya lagi!" Mark beranjak pergi, menutup pintu kamar dengan rapat.
Irene merasa tidak pantas untuk mendapatkan cinta. Bahkan untuk lelaki seperti Mark, jujur saja ia sangat kesepian hidup tanpa pasangan di umurnya yang sudah menginjak kepala tiga.
***
Elma pergi seorang diri menuju kediaman Egan dengan keberanian yang ia bawa, tekatnya kuat untuk menemui Areta meskipun nyawa taruhannya.
Ia mengendarai mobil sedan mewahnya, wanita paruh baya itu mengemudikan mobil Mazda 3 keluaran terbaru berwarna merah, sebagai warna favorid Elma.
Hingga ia telah sampai di pintu gerbang putih terukir nama Egan di tengahnya.
"Untuk apa Anda datang kemari?" desis bawahan Kian itu dengan kepala pistol terarah kepada Elma.
"Aku ingin menemui Areta, istri bossmu," jawab Elma santai.
"Untuk apa?!"
"Ada hal yang tidak bisa kusampaikan kepada kalian, karena ini bersifat rahasia. Aku tidak membawa ancaman bahaya untuk bossmu, aku hanya ingin menemui istrinya. Tolong sampaikan padanya!" perintah Elma masih dengan posisi santai menghadap ke depan.
Para penjaga itu tampak saling memandang, dan salah satu di antara mereka bertindak dan memberi berita kepada penjaga bagian dalam agar memberi tahu Mark atau Kian.
***
__ADS_1
Saat Mark telah keluar dari kamar Irene, napasnya tampak memburu, ia seperti orang yang baru saja mengalami sesuatu yang menegangkan, sampai tiba-tiba Silda menepuk pundak Mark, agar lelaki itu tetap fokus.
"Ada apa?!"
Mark terjingkat kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Silda, sorot matanya menatap Silda dengan tatapan penuh keterkejutan. Mark menarik napas panjang, lalu menghembuskan perlahan.
"Tidak ... aku tidak apa-apa." Ia menjawab dengan ekspresi dinginnya.
Tiba-tiba seorang bawahan Kian datang memberi kabar bahwa Elma ada di depan pintu gerbang seorang diri.
Hal itu membuat Silda dan Mark saling adu pandang sesaat, lalu dengan cekatan Mark pergi ke kamar Kian untuk memberi tahu bossnya itu.
Mark mengetuk pintu, dan membukanya perlahan. Kian sedang memandang Areta yang tengah terlelap.
"Ada apa, Mark?" tanya Kian.
"Istri The Rock ada di gerbang utama."
Kian langsung beranjak berdiri dari tempatnya duduk. Ia tidak percaya jika Elma sangat berani mempertaruhkan nyawanya kemari.
"Untuk apa ia kemari?"
"Menemui Nona Areta."
Kian semakin terkejut mendengar penjelasan dari Mark. Apa urusan istri The Rock sehingga ia ingin menemui istrinya.
•
•
__ADS_1
•
Bersambung~