
Mr. Mafia bab 65
Semua mata langsung terpaku ke arah mobil mewah yang dikemudikan Elma, dengan berani ia menerobos dan menabrak pintu gerbang kediaman Kian Egan.
Ia berpikir jika ini adalah jalan satu-satunya untuk mendapat perhatian Areta dan Kian. Tidak ada cara lain selain ini, meskipun nyawa taruhannya.
Semua penjaga langsung berhamburan dengan senjata super lengkap mengacungkan pistol mereka ke arah mobil Elma.
Sementara airbag di dalam mobil Elma tampak mengembang melindungi wanita paruh baya itu dari benturan di dalam mobilnya. Ia tampak meringis menatap sekelilingnya. Namun tidak ada ketakutan sedikitpun karena semua senjata tampak mengacung ke arahnya.
Kian dan Mark yang mendengar dari para penjaga yang melaporkan langsung keluar menuju pintu gerbang. Namun Elma tetap bergeming di dalam mobilnya menunggu kedatangan Kian, sementara anak buah Kian tidak mau bertindak gegabah dengan menembak Elma tanpa perintah dari bossnya itu.
Dengan wajah marah Kian menuju ke arah mobil itu, menatap benci ke arah istri musuhnya seolah seperti serigala yang siap mencabik mangsanya.
Karena melihat Kian telah datang, wanita itu membuka pintu mobilnya yang terdapat goretan dan penyok di sana-sini.
"Ada apa urusan apa Anda ingin menemui saya, Nyonya?!" Kian tampak berseru, dengan nada tegas dan lantang.
"Aku kemari ingin bertemu istrimu, Tuan Kian," jawab Elma santai.
Kian memijit pelipisnya sesaat, karena merasa frustasi dengan apa yang ia lihat saat ini. Semua kekacauan yang dibuat The rock di tambah istrinya sekarang, ia cukup tertekan dengan kejadian akhir-akhir ini belum lagi meninggalnya Andrea ditangan suami Elma, yang menembaknya tanpa ampun.
"Untuk apa? Membunuh istriku dengan senjata rahasia? Apa belum cukup atas kematian Andrea bagimu, Nyonya?"
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu."
"Memastikan soal apa?!" Kian tidak merendahkan nada suaranya sejak tadi.
"Memastikan jika, istrimu adalah anak kandung suamiku," jawab Elma santai.
__ADS_1
Mendengar kalimat dari Elma membuat Kian seketika terkekeh, namun sedetik kemudian ia kembali serius.
"Omong kosong macam apa ini?!" hardiknya, kini Kian mengacungkan senjatanya ke arah kepala Elma.
"Apakah dia dari kota Boegenfille?" tanya Elma menyelidik.
"Di kota Boegenfille banyak wanita bernama Areta, tidak mungkin jika itu adalah istriku!"
"Apakah nama ibunya Marla?" cecar Elma tanpa berhenti.
Mata Kian semakin terbelalak, tidak mungkin. Jika memang benar Areta adalah anak dari The Rock. Ia tentu tidak bisa menerima kenyataan itu.
"Biarkan aku masuk ke dalam!" seru Elma, membubarkan para pengawal Kian yang bersenjata lengkap yang sejak tadi menghadang dirinya.
Semua pengawal itupun siap menarik pelatuknya hanya menunggu aba-aba dari Kian. Namun mafia itu terlalu syok mendengar ucapan yang keluar dari mulut Elma.
Elma terus marangsek masuk hingga sampai di depan pintu utama, Silda yang sejak tadi berjaga-jaga di depan pintu gerbang bersiap menghalau Elma, karena mungkin jika prempuan melawan prempuan akan lebih adil.
Saat Silda akan menyerang Elma dan menghalaunya, namun sayang. Gerakan Silda tidak selincah Elma, sebagai istri seorang mafia. Wanita itu telah di lengkapi tehnik bela diri yang diajarkan oleh sang suami. Dengan satu tangan saja Elma mampu melumpuhkan tangan Silda dan memelintir tangan Silda hingga ia memekik kesakitan. Lalu dengan kasar Elma mendorong tubuh Silda.
"Areta!" Elma berteriak mencari-cari keberadaan Areta, hingga seisi rumah tampak berlari ke arah sumber suara termasuk Irene yang baru saja bangun dan mengalami hangover karena banyak minum.
Areta yang mendengar teriakan Elma langsung keluar dari kamar meskipun dalam keadaan lemah. Melihat Areta menampakkan diri, Elma menatap penuh kasih ke arah Areta.
Sementara Kian yang masih syok tampak terbengong-bengong menyaksikan keganasan Elma, yang dengan gigih ingin menemukan anak dari sang suami.
"Bukankah Anda adalah istri The Rock? Untuk apa Anda datang kemari?" tanya Areta mengerutkan keningnya.
"Kau ... kau adalah anak kandung Addison!" seru Elma hendak memeluk tubuh Areta. Namun tanpa disangka Kian berlari dan menjauhkan Areta dari jangkauan Elma, hingga wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Mungkin kau memiliki maksud lain, atau suamimu telah menyelidiki asal usul istriku!" seru Kian memasang sikap waspada.
Elma mengeluarkan dua lembar foto lama, yang satu foto Marla di masa muda yang satu foto pernikahan The Rock dan Marla. Melihat hal itu Areta langsung menangkup mulutnya seraya memekik tidak percaya.
"Tidak mungkin! Kau mendapat foto ibuku dari mana?" Air mata Areta mulai menetes.
"Ini kenyataannya jika Addison suamiku adalah ayah kandungmu. Kami sudah mencarimu sejak lama," ungkap Elma menampakkan wajah kelembutan untuk Areta.
Sebenarnya Elma ingin sekali memeluk tubuh Areta namun ia tidak kuasa karena Areta sedang berada dalam kekuasaan Kian Egan musuh dari suaminya.
"Bisakah kau menemui ayahmu yang telah terbaring di rumah sakit?" Elma tampak memelas meminta kepada Areta.
Areta yang sejak tadi masih syok sama seperti Kian yang juga tampak tidak percaya, ia berteriak dengan lantang.
"Atas dasar apa ia menjadi ayahku? Dia lelaki jahat, dia tega merenggut nyawa manusia lain hanya demi ambisinya. Demi apapun jika ia memang benar ayahku, aku tidak akan pernah memaafkannya, karena ia telah menelantarkan aku dan ibuku!" seru Areta mengeluarkan apa yang terpendam di dalam hatinya.
•
•
•
Bersambung~
Wah... setelah aku jadi pengisi suara novel ini, aku jadi tahu ternyata banyak typo di bab-bab sebelumnya.
Terimakasih, telah membaca dan mengikuti Kian dan Areta hingga bab ini, aku akan segera revisi typo-typo di sana sini. 🤭
Ingat Gift dan Vote, ya. 😍
__ADS_1