Mr. Mafia

Mr. Mafia
#Calon Raja dan Ratu


__ADS_3

Mr. Mafia 98


Brian dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka ringan akibat terpenta saat boom hampir saja menerjang mereka.


Tentu saja hal itu telah sampai ke telinga The Rock, bahkan sudah sampai ke telinga Raja McKenzie—mereka langsung bertolak ke Negara Lemonilo di mana Brian tergeletak tak sadarkan diri.


Semantara Areta dan Irene juga meminta ikut serta pergi ke negara Lemonilo karena khawatir dengan para suami mereka.


Mereka berangkat ke negara tetangga itu dengan pesawat pribadi, bersama dengan Raja dan Ratu Mc Kenzie, ada juga wanita cantik yang ikut serta dengan rombongan kerajaan. Areta seperti tidak asing dengan wanita di hadapannya itu, ia tampak luar biasa cantik bak dewi, mata biru dengan rambut dark brown panjang sengaja di ikal, kakinya sangat jenjang jika berjalan seperti seorang model yang sedang berjalan di cat walk.


Areta dan Irene enggan bertanya soal wanita cantik itu, karena dipikiran keduanya hanya ada nama suaminya saja.


Butuh waktu dua jam untuk sampai ke Negara Lemonilo, setelah sampai mereka di sambut dengan para bawahan The Rock dan Kian yang berjaga seolah sedang kedatangan pejabat dari negara lain, tapi kenyataannya Raja dan Ratu enggan mengumumkan kedatangannya di negara tersebut, agar tidak menimbulkan kericuhan di Lemonilo.


***


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Brian di rawat, Kian, Shane, mark, dan Nicky juga ada di sana.


"Kenapa kau ikut?" Kian memeluk sang istri saat melihat kedatangan Areta.

__ADS_1


"Aku merindukanmu."


Keduanya saling berpelukan dengan begitu eratnya.


Tiba-tiba wanita cantik tadi tampak memasang wajah khawatir saat melihat Brian dari kaca ruang tunggu.


"Papa ... apakah Brian akan baik-baik saja?" tanyanya pada Raja Mc Kenzie.


Mata Kian dan Areta langsung menyambar wajah wanita cantik itu.


"Bukankah dia Belva scoot? Miss World tahun lalu?" tanya Kian pada Mark.


"Tunangan?!" Kian dan Areta tampak serempak berseru, mereka benar-benar tidak tahu jika wanita cantik itu adalah calon istri Brian, bahkan calon ratu Mc Kenzie.


Shane kemudian menjelaskan kepada Raja dan Ratu Mc Kenzie, jika Pangeran Brian hanya mengalami luka ringan saja. Hingga membuat keduanya bisa bernapas lega.


Tak berapa lama Brian sadar dari pinsannya, Belva tampak bahagia melihat sang kekasih baik-baik saja.


Ia menggengam tangan Brian sejak tadi berharap Brian segera sadar.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, aku sangat khawatir, Sayang." Wanita itu berucap sembari mata berkaca-kaca.


Brian mengelus rambut sang tunangan, lalu mengecup keningnya. "Maafkan aku telah membuatmu khawatir."


"Pangeran Brian, selamat! Kau lulus," papar Addison, selama ini ia diminta melatih sang pangeran secara fisik dan mental agar mampu mengeban tugas saat dinobatkan menjadi raja.


"Terimakasih, Tuan. Ini adalah tugas saya menjaga Tuan Kian untuk Nona Areta, sebagai tugas terakhir saya," jawabnya.


Sang raja bertepuk tangan puas dengan kerja dan laporan dari The Rock yang berkata bahwa Brian sudah siap menjadi penerus tahta, karena Raja sudah semakin tua dan sudah waktunya untuk beristirahat.


Areta nampak merasa bersalah tatkala mengingat bahwa ia tidak pernah menyukai Brian, pun ketika ia tahu jika Brian adalah calon raja Mc Kenzie.


"Penobatanmu sudah siap dilaksanakan saat kau sudah sehat," ucap sang Raja.


"Kau juga harus terlebih dahulu menikah dengan Belva, sebagai syarat utama menuju tahta," timpal sang Ratu.


Brian hanya tertawa lirih, lalu matanya menatap sang pujaan hati penuh cinta.


"Kita menikah," ucapnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2