
Mr. Mafia bab 61
Andrea menghembuskan napasnya yang terakhir akibat dua timah panas yang menembus jantungnya. Ia tergeletak bersimbah darah ditangan The Rock.
Andrea meregang nyawa akibat menyelamatkan sahabatnya tersebut, sejak awal ia hanya tidak ingin Kian salah memilih wanita, dari dulu Andrea selalu menentang Kian bersama dengan Irene dan Anastasya karena menurutnya mereka bukan menjadi kekuatan untuk Kian hanya menjadi kelemahan dan bahkan menghambat karir mafia itu, hingga ia sadar hanya seorang Areta lah yang membuat Kian menjadi lebih bijak tidak ceroboh dalam mengambil keputusan.
Andrea siap jika harus mati demi Kian atau Shane, sahabatnya sejak kecil. Merekalah yang menjaga Andrea ketika kedua orang tua wanita itu meninggal karena kecelakaan tragis.
Addison duduk termenung, menangisi kebodohannya sendiri. Ia tidak tahu harus bagaimana, ia mengacungkan senjata bahkan hampir saja membunuh anak yang sejak kecil ia sia-siakan. Air matanya terus menetes, dan tiba-tiba dadanya terasa sesak. Lelaki paruh baya itu pingsan dan tergeletak tidak jauh dari jasad Andrea.
***
Kian menarik semua pasukannya untuk kembali, ia terus melindungi Areta. Mereka masuk ke dalam mobil dengan napas terengah-engah.
"Aku melihatnya Kian!" pekik Areta, dengan air mata menetes di kedua pipinya. "Aku melihat Andrea menjadi tameng kita, dan dia bersimbah darah. Tapi mengapa kau meninggalkannya!" ucap Areta lagi.
Kian meraih kepala Areta, lalu meninggalkan kecupan di sana, mengelus surai hitam yang selalu menjadi kebanggan Areta tersebut.
"Yakinlah, Andrea akan baik-baik saja!"
"Tidak! Aku melihatnya bersimbah darah, dia telah tiada!"
Kian memeluk tubuh Areta di dalam mobil, hanya itu yang bisa membuat istrinya tenang, berada di pelukan suaminya.
Areta merasa bersalah untuk Andrea, awalnya ia selalu berburuk sangka dengan sahabat Kian, bahkan ingin menghancurkan Andrea dengan tangannya sendiri. Karena diliputi rasa cemburu, Areta membenci Andrea tanpa tahu sifat asli wanita yatim piatu itu.
"Kian aku ingin kembali ke sana!"
"Kembali, untuk apa? Agar kau dibunuh oleh The Rock?! Tidak, aku tidak akan mengambil risiko besar, Areta!" pungkas Kian, masih memeluk erat wanita muda itu.
Sebenarnya Kian tahu, mungkin Andrea telah tiada di tangan The Rock, dan mengutuk dirinya sendiri karena tidak dapat menyelamatkannya. Karena ia benar-benar harus memilih salah satu, Andrea atau cintanya, hingga sorot mata tegas itu berubah berkaca-kaca tatkala mengingat cara Andrea tertembak di depan matanya tadi.
***
Sesampainya di kediaman Egan, seluruh bawahan Kian tampak memasang sikap waspada, berjaga di seluruh area rumah mewah itu, semuanya berkeliling secara bergantian, guna meminimalisir serangan balasan dari The Rock yang sebagian anak buahnya mati di tangan pasukan Kian.
Kian membopong tubuh Areta yang sudah terlelap karena lelah. Ia memandang dengan saksama wajah yang tampak damai itu. Beruntung ia bisa menyelamatkan istrinya itu tanpa luka sedikitpun.
Irene yang menyambut kedatangan mereka tampak gusar melihat Areta di dalam pelukan Kian, ia pikir jika telah terjadi apa-apa dengan Areta. Saat dirinya akan mendekat ke arah Kian, tangan Mark mencegah Irene untuk melakukannya.
__ADS_1
"Nona Areta baik-baik saja. Sebaiknya Anda istirahat, Nona!" pinta Mark dengan nada dinginnya.
Mata Irene beralih memindai seluruh tempat, ia hanya melihat Shane tapi tidak dengan Andrea. Lalu ia melirik ke arah Mark dan berkata dengan pelan.
"Di mana Andrea?"
"Nona Andrea menumbalkan nyawanya untuk Boss Kian dan Nona Areta." Mark menjelaskan jika Andrea telah mati di tangan The Rock. Mendengar ucapan Mark, seketika Irene menutup mulutnya matanya berkaca-kaca, mendengar bagaimana tragisnya Andrea meregang nyawa.
Tiba-tiba Mark menangkup kepala Irene dan memeluknya dengan lembut. Irene tampak luluh dan pasrah mendapat dekapan dari Mark.
"Tenanglah Nona, semua akan baik-baik saja."
Mata Irene sudah penuh dengan air mata saat ini, ia juga takut jika The Rock menuntut balas dan menyerang kembali, pasti akan lebih banyak pertumpahan darah di sini.
**
Kian meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur dan menyelimutinya agar tidak merasa dingin. Ia menatap lekat leher Areta yang memerah akibat cekikan dari The Rock, tentu saja hal itu membuat Kian murka, rasanya ingin mencabik-cabik tubuh The Rock menjadi kecil-kecil.
Kemudian mafia itu keluar dari kamar, menuju ruang kerjanya, ia mengadakan diskusi dengan Shane tentan keadaan Andrea saat ini.
Kian menghempaskan tubuhnya begitu saja di atas sofa, sementara Shane sudah sejak tadi menunggu dirinya di dalam ruang kerjanya.
"Bagaimana kita menyelamatkan Andrea, Kian?" tanya Shane dengan nada gusar.
Tiba-tiba Mark masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, raut wajahnya tampak panik dengan ponsel yang ada di tangannya.
"Nona Andrea ...." ucap Mark, meskipun tampak panik namun nada bicara Mark tetap saja dingin.
"Ada apa dengannya, bagaimana dengannya?" jawab Kian gusar.
"Rumah sakit pusat kota baru saja menghubungi saya, mereka meminta kita menjemput jasad Nona Andrea."
Bak tersambar petir, air mata Kian dan Shane tumpah secara bersamaan. Andrea sudah seperti adik bagi mereka, hingga keduanya mengutuk diri mereka karena tidak bisa menjaga Andrea dengan baik.
"Ini semua salahku! Harusnya aku yang mati!" pekik Shane, merasa bersalah.
"Tenang, Shane. Kau tidak bersalah atas semua ini, inilah takdir Andrea." Kian mencoba menguatkan Shane yang sepertinya lebih terpukul darinya.
**
__ADS_1
Addison dilarikan ke rumah sakit dengan indikasi gagal jantung. Kondisi kronis ketika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung dapat terjadi jika jantung tidak dapat memompa (sistolik) atau mengisi (diastolik) secara memadai.
Elma tampak berlari dengan para dokter dan perawat yang mendorong tempat tidur Addison. Air mata Elma terus menetes ketika menyaksikan untuk pertama kalinya Addison tampak lemah dan tidak berdaya.
Semua tim medis melarang Elma ikut masuk ke ruang perawatan, dengan peluh yang menetes Elma duduk di kursi ruang tunggu di temani oleh satu orang kepercayaan Addison.
"Apa yang terjadi?" tanya Elma mengintrogasi bawahannya itu.
"Tuan Addison sangat syok ketika Nona Andrea sebelum meninggal ia mengatakan jika nama istri dari Kian adalah Areta."
Elma langsung terkejut, ia menutup mulut tidak percaya seolah tidak bisa mengucapkan sepatah mata pun.
"Lalu di mana jasad Andrea?"
"Masih di gudang," jawabnya.
"Apa kau tidak waras. Cepat bawa ke rumah sakit atau kalian bawa ke kediaman Egan, agar kuarganya tahu dan segera di makamkan!" pekik Elma marah.
"Baik Nyonya." Sang bawahan tampak menunduk. Lalu pergi meninggalkan Elma yang masih khawatir dengan keadaan suaminya.
'Jadi dia bukan Aneta, tapi Areta? Add, kau telah melakukan kesalahan besar!'
Elma bergumam dalam hati, dengan sesekali mengusap air matanya.
•
•
•
Bersambung~
Andrea meregang nyawa gaes 😭
Hayo siapa yang mengira sejak awal jika Andrea itu jehong? 😒
Jangan lupa Like, Komen(Gratis loh buat tingkatin pop dan View aku) Biar aku semangat.
Gift dan Vote jangan ketinggalan.
__ADS_1
Terimakasih semua 😍