Mr. Mafia

Mr. Mafia
#Dare or Truth


__ADS_3

Mr. Mafia 87


Kian menyambar Wine yang ada di depannya, meminum dengan cepat. Sebelum Nicky keponakan menjengkelkan dari mertuannya itu melontarkan pertanyaan ia berkata cepat, "Dare!"


"Woho ... Why, Mr. Kian? Mengapa kau memilih Dare? Apakah kau sedang menutupi kejujuranmu?" ledek Nicky setengah cekikikan. Tentu saja Kian sudah luar biasa jengkel terhadap lelaki itu, ingin rasanya ia menyumpal mulutnya dengan bom molotov agar ia bisa diam selama-lamanya.


"Karena aku lebih suka tantangan!" tandasnya.


"Mengapa?" Kini giliran Areta bertanya, menatap serius ke arah suaminya itu. "Apakah kau menyimpan rahasia besar padaku?" imbuhnya lagi.


"Ya, karena aku suka tantangan, tentu kau sudah tahu itu, bukan?" jawab Kian, menatap ke laut, menghindari pandangan mata Areta.


"Dia memilih truth!" sembur Areta, memilihkan pilihan untuk Kian.


"Areta—" pekiknya, menatap Areta memelas. Namun hanya di balas pelototan mata oleh istrinya, hingga membuatnya diam seribu bahasa.


"Oke ... permainan semakin seru, sepertinya akan ada pertumpahan darah di sini," cibir Nicky.


"Tutup mulutmu!" Kian berdesis lirih ke arah Nicky, dan keponakan Elma itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan sembari menggoyangkan kepalanya, untuk meledek Kian.


"Oke, kita serius!" ucap Nicky.


"Biarkan aku saja yang memberi pertanyaan untuknya!" Tiba-tiba Rosie memotong ucapan Nicky.


"Kau? Ha-ha-ha ... baiklah, jika itu maumu, Honey!" jawabnya dengan tertawa terbahak-bahak, seolah kemenagan sedang berpihak padanya.


Rosie menelan ludahnya sendiri sebelum melontarkan pertanyaan pada Kian Egan, si mafia yang terkenal tampan yang banyak membuat wanita mabuk kepayang, tak terkecuali dia.


"Siapa cinta pertamamu?" tanya Rosie, dengan nada serius.


"Ha-ha-ha-ha! Apakah itu disebut pertanyaan?" tanya Kian terkekeh, tapi saat padangannya ke arah Areta ia langsung berubah terdiam. "Anastasya!" jawabnya.


"Siapa dia?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Apakah kau petugas pencatat data penduduk?! Hingga kau harus tahu biodata dari cinta pertamaku?" seru Kian.


"Bukan begitu ... Lalu di mana ia sekarang?"


Kian tidak sanggup berkata apapun, karena secara tidak langsung, Addison-lah yang sudah menghilangkan nyawa cinta pertamanya, hal itu sungguh membangkitkan rasa kecewanya terhadap Addison—Tapi, kini. Areta anaknya sudah ada dalam pelukan Kian, sebagai ganti Anastasya yang nyawanya telah tergadai atas ulah jahat mertuanya dulu, mungkin juga bisa dikatakan, ini adalah hukuman sebab akibat, perbuatan manusia terhadap manusia lain.


"Cukup!" Mendengar permainan itu mulai tidak sehat, Addison menghentikannya. "Mari kita pesta dan berdansa!" imbuhnya lagi.


Semuanya pun hanya bisa setuju, namun tidak untuk Nicky, ia memang tidak tahu masalah yang sebenarnya antara Kian dan Anastasya, ia hanya ingin tahu dan membuat Kian terdesak dengan masa lalunya sendiri.


"Tapi Paman—"


Hanya dengan mata tajam menatap ke arahnya, Nicky sudah tidak berani melanjutkan kalimatnya dan memilih pasrah.


Semuanya berdansa dengan iringan lagu klasik Für Elise - L.V Beethoven.


Sedikit pengetahuan tentang lagu ini—adalah salah satu karya Beethoven yang paling terkenal. Memiliki nama “Bagatelle nomor dua puluh lima min A minor”, keping klasik ini umumnya dikenal dengan “Für Elise” atau “For Elise” dalam bahasa Inggris. Ada banyak spekulasi mengenai siapakah sosok Elise yang didedikasikan Beethoven. Namun banyak yang menduga bahwa karya ini dipersembahkan untuk Theresa Mafatti, salah satu muridnya.


"Apakah kau masih memikirkan cinta pertamamu?" tanya Areta, di lantai dansa.


Kian berhenti sejenak, lalu meletakkan kepala Areta tepat ke dadanya, membiarkan istrinya mendengar irama detak jantungnya.


"Selama detak jantungku berdetak, aku hanya akan menjadi milikmu," gombalnya.


Mendengar hal itu, membuat Areta terkekeh geli, sekaligus aneh dengan kalimat gombalan suaminya.


"Mengapa?" tanyanya.


Kini Areta menjawab dengan menggelengkan kepala juga. Dan disambut dengan raut wajah masam suaminya.


Addison mendekat, meraih tangan Areta, meminta anaknya bergantian berdansa dengannya. Sementara Elma dibiarkan berdansa dengan Kian.


Di bawah lantunan suara klasik mereka tampak tersenyum riang. "Papa menyayangimu, Nak, walau dalam keadaan apapun, jangan tinggalkan pria tuamu ini," pintanya.

__ADS_1


"Tenang saja, Papa. Aku akan selalu menyayangi Papa, hanya Papa-lah satu-satunya orang tua yang Areta miliki."


"Jangan lupakan Elma, istri Papa."


"Tentu saja, Mama Elma juga—ia sangat baik kepadaku."


Tiba-tiba Nicky, bergantian ingin berdansa dengan Areta.


"Aku juga ingin berdansa dengan sepupuku, Paman," pintanya.


Addison mengangguk, dan melepaskan tangannya putrinya itu. Sebenarnya Areta malas untuk bergantian berdansar dengan pria menyebalkan di hadapannya ini, tapi karena menghormati sang ayah ia tidak punya pilihan lain.


"Akhirnya aku bisa mendekapmu," ucapnya lirih, wajah mereka begitu dekat hingga Areta mampu merasakan sapuan napas dari Nicky menerpa wahajnya.


Areta bergeming, enggan menjawab pertanyaan dan memilih membuang mukanya. Tiba-tiba—


Kian mendekat ke arah Nicky yang seolah ingin mencium sang istri, ia sudah memperhatikan gerakan pria itu sejak tadi. Saat Addison sibuk dengan Elma, kini gilirannya bertindak, ia memang tidak boleh gegabah kali ini.


"Lepaskan istriku!" perintahnya mendesis pelan, namun pistol ia tempelkan kuat di perut Nicky, hingga langsung membuat Nicky mematung menelan ludahnya sendiri. "Aku bisa membuat makanan yang kau makan tadi, berhambur kekuar dari perutmu!"


"Tuan Kian yang terhormat, aku tidak berniat berbuat macam-macam," ucapnya dengan ekor mata melirik ke arah Kian.


"Lepaskan!"


Nicky langsung melepaskan tubuh Areta dari rengkuhannya. Kian langsung memasukkan senjata api yang ia punya kembali ke saku jasnya. Lalu melirik sinis ke arah Nicky yang menjauh darinya.


"Kau tidak apa-apa?" tanyanya, dijawab anggukan oleh Areta. "Lagipula Papamu kenapa bergantian dansa, tapi tidak membiarkanmu kembali berdansa denganku!" dengus Kian kesal.


"Nicky yang memintanya."


~Bersambung


Jangan lupa like komen, yah.

__ADS_1


Yuk follow IG-ku @Novi_Wu01


__ADS_2