
Mr. Mafia bab 33
Areta terus memandangi wajah gadis kecil yang tampak polos tersebut, ia sangat kasian dengannya dan ikut merasakan kepedihannya saat harus terpisah dari orang tuanya di usia yang sekecil ini, bahkan ayahnya sendiri yang menjualnya.
"Berapa umurmu, Celine?" tanya Areta melambaikan tangan agar gadis itu mendekat ke arahnya.
"10 tahun, Nyonya." Ia menjawab singkat, mata gadis itu terus mengintai area sekitar. "Nyonya ... kamarmu indah, aku menyukainya," ucapnya lagi.
"Benarkah? Jika kau mau, kau bisa tidur di sini dan menemaniku," jawab Areta tersenyum manis.
"Tapi bukankah suami Nyonya, yang jahat itu juga tidur di sini?" tanyanya polos.
Areta menggelengkan kepala lembut, lalu mengatupka bibirnya sesaat. "Dia memiliki kamar sendiri, dan aku juga tidur di kamarku sendiri."
"Oh, begitu."
Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan percakapan mereka. Silda menyusup masuk dan berdiri di dekat pintu, ia memanggil Celine dengan sedikit membentak membuat gadis itu sedikit ketakutan.
"Celine, jangan ganggu istirahat Nona Areta! Boss bisa marah!"
Celine langsung meringsut ketakutan dan berlari ke arah Areta mencari perlindungan, karena menurutnya Areta yang paling tulus dengannya, insting seorang anak kecil memang tidak pernah salah. "Nyonya, aku takut," ucapnya lirih.
"Tinggalkan saja, Silda! Aku tidak merasa terganggu dengan kehadirannya, aku juga meminta Kian untuk menjadikannya pelayan pribadiku," kata Areta.
"Ta–tapi, Nona—"
"Tinggalkan saja kami!" jawab Areta lembut. Silda tidak ada pilihan lain selain meninggalkan Celine dengan Areta.
Saat Silda telah pergi, Celine dengan masih ketakutan berkata, "Nyonya, apakah semua orang di sini adalah orang jahat?" tanya Celine, mengelus dan memijit tangan Areta.
"Tidak ... kau bisa lihat aku! Apakah aku terlihat jahat di matamu?" tanya Areta. Namun Celine hanya menggelengkan kepala. Tampaknya mereka sudah saling dekat, dan Areta seperti menemukan teman baru yang bisa dia percaya di banding orang-orang dewasa di dalam sarang ular ini.
__ADS_1
Sementara itu Kian yang sedang berbicara dengan Yosiana di ruang kerjanya terus mencecar pertanyaan kepadanya.
"Kau sengaja membawa anak buah The Rock kemari, Yosiana! Seharusnya aku lebih berhati-hati denganmu," ucap Kian dengan nada menyelidik, menatap tajam ke arah wanita cantik dan seksi itu.
"Maafkan aku Kian, aku memang kurang teliti saat itu, mungkin bukan aku yang mengintai Lyana, tapi dirinyalah yang mengintaiku selama ini, aku dengar dia operasi plastik untuk memiliki wajah seperti Anastasya."
"Ya, begitulah. Dan aku juga akan waspada terhadap gadis kecil yang kau bawa! Kalau bukan karena ayahmu adalah orang kepercayaan ayahku, aku tidak akan menpercayaimu dengan mudah, Yosiana! Jadi jangan kecewakan aku lagi!"
Kian menggoyankan gelas berisi anggur berwarna merah keunguan tersebut, sesekali ia mencium aromanya sebelum mengesap perlahan minuman itu.
"Kalau Celine yang kudengar, ibunya telah meninggal. Dan ayahnya bukan ayah kandungnya yang sebenarnya, sebelum ibunya menikah dengan ayah Celine, ia telah mengandung janin dari seorang mafia, entah siapa yang dimaksud, lagipula aku tidak ingin mencampuri urusan orang." Yosiana menjelaskan asal usul Celine.
"Dari kota mana dia?" tanya Kian, meletakkan gelasnya di atas meja. Menatap menyelidik ke arah Yosiana.
"Kota Fretes, dia tinggal di pesisir pantai di sana."
"Fretea? Aku belum pernah menginjakkan kaki ke sana, sepertinya itu kota kecil."
Yosiana mengangguk pelan, ia beranjak dari duduknya dan berkata kepada Kian. "Sebagai permintaan maafku, kau tidak perlu membayar gadis kecil itu, Kian," ucap wanita itu.
"Thank's, Kian. Kau memang boss sejati. Apakah kau sudah mulai jatuh cinta kepada istrimu itu? Kulihat mau memperhatikannya akhir-akhir ini," ledek Yosianan.
"Omong kosong, sudah sana pergi!" usir Kian. Yosiana hanya terkekeh melihat tingkah Kian lalu berjalan melangkah pergi dengan anggun.
***
Hari telah berganti, Areta memerintahkan pelayan untuk memberikan Celine baju yang pantas untuk gadis itu, karena pakaian pelayan sangat tidak cocok untuk perkembangan mental anak tersebut.
Areta telah sampai di meja makan, menantikan kedatangan Irene dan Kian yang belum juga menampakkan batang hidungnya.
Tak butuh waktu lama, Kian dan Irene telah datang dan duduk secara bersamaan, sementara Celine berdiri di belakang Areta di mana Areta sedang duduk.
__ADS_1
Mata Kian menatap gadis kecil cantik itu, entah mengapa ada perasaan aneh yang terpancar dari mata gadis tersebut. Seolah ia pernah melihat mata itu, tapi ia tidak bisa melihat di mana itu.
"Gadis kecil, kau tidak ikut makan?" tanya Kian dengan suara kasarnya.
"Ti–tidak, Tuan—" Celine terbata mendengar pertanyaan Kian.
"Kian! Apakah kau tidak waras, kita baru saja kedatangan penyusup, dan kini kau menerima gadis kecil tidak dikenal, dan kau memintanya makan satu meja dengan kita?" kata Irene, dengan nada seolah mencoba memprovokasi Kian.
"Aku menjaminkan hidupku atasnya, Irene!" seru Areta membela gadis kecil itu.
"Kau tidak dalam kapasitas menjawab pertanyaanku, Areta!" bentak Irene, menatap tajam ke arah rivalnya itu.
"Tapi aku nyonya di rumah ini!"
Kalimat singkat yang dilontarkan Areta membuat batin Irene sakit, ia lupa jika Areta lah istri sah dari laki-laki yang ia cintai. Dan ia dipaksa harus mengerti itu.
"Cukup!" teriak Kian memecah argumetasi di antara kedua wanita itu. "Gadis kecil, lebih baik kau pergi bersama para pelayan untuk makan malam, tinggalkan kami bertiga!" ucap Kian, lagi.
"Celine, nanti aku akan menjemputmu, kau akan baik-baik saja, tidak perlu takut. Karena aku selalu bersamamu." Areta berkata lembut kepada gadis cantik itu, dan mengelus rambutnya yang tergerai.
Celine berjalan pasrah meninggalkan Areta, sementara Areta terus menatap Celine yang di bawa oleh seorang pelayan.
"Sekarang kalian bisa makan dengan tenang?" tanya Kian, melanjutkan menyendok makanan di depannya.
Sementara Irene menatap Areta dengan tatapan benci, meskipun Areta mengacuhkannya, di mata Irene, istri Kian berubah menjadi wanita yang ingin menguasai rumah ini, padahal Areta hanya ingin hidup tenang dan damai menjalani kontrak pernikahannya dengan Kian yang sudah tertulis selama tiga tahun tersebut.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung~
Terimakasih untuk Like, Komen dan Votenya 😍