
Mr. Mafia bab 39
Mata Kian langsung menyambar wajah Areta yang tampak menatap menyelidik ke arah Kian.
"Mengapa kau sangat ingin tahu, bukankah menjadi istriku saja sudah cukup bagimu!" sembur Kian dengan nada tinggi
Areta yang tidak menduga dengan tanggapan Kian, tampak semakin curiga dan ingin tahu siapa The Rock, dan pasti ia adalah momok menakutkan bagi Kian.
"Baiklah jika kau tidak ingin menjelaskan, aku akan mencari tahunya sendiri!" seru Areta.
Kian meraih pergelangan tangan Areta. Lalu menekan kedua dagu Areta dengan kuat. "Kau sudah hidup mewah di sini, makananmu terjamin, bajumu kualitas nomor satu dan para pelayan yang siap selama 24 jam melayanimu. Jaga batasanmu, dan jangan salahi aturan. Menyingkir dari semua bahaya! Jangan ciptakan bahaya untuk dirimu sendiri, kau mengerti, 'hah?!" desis Kian, melepaskan Areta dan pergi.
Areta semakin bingung, ia hanya ingin tahu siapa The Rock. Jikapun ia tahu, dirinya tenu tidak akan menggali informasi lagi. Ia hanya penasaran dengan itu. Mengapa reaksi Kian sangat berlebihan.
***
Kian duduk di balkon kamarnya sembari menyeruput secangkir kopi dan dengan membawa laptop di pangkuannya. Sesekali ia menatap matahari cerah yang sedang memancarkan sinaran pagi ini. Semalam ia ingat jika, dirinya dan Areta bertengkar karena masalah The Rock. Areta tiba-tiba keluar menuju taman bunga yang tidak jauh dari rumah utama tersebut, dengan mudah Kian bisa dengan leluasa menatap Areta yang dengan serius memetik setangkai demi setangkai bunga. Sementara para pelayan wanita yang tampak sedang menyapu, mereka tidak henti-hentinya mencuri pandang kepada boss mafia tampan itu. Ya... bisa dibilang, meskipun ia mafia kejam, tapi visual yang ditampilkan sangat berbeda dengan mafia pada umumnya, yang memiliki luka di wajah atau dengan kulit hitam legam dan perawakan yang sangar. Hal itu tidak ada pada sosok Kian Egan. Ia seperti aktor dalam drama yang melompat ke dunia nyata.
"Andaikan ia menikahiku," ucap salah satu pelayan wanita dengan lirih, ia berkata dengan pelayan wanita lainnya.
"Jangan mimpi kau, boss Kian tidak pernah memandang para pelayan wanita," ucap pelayan yang lainnya mencibir.
"Tapi Nona Areta ...."
"Dia hanya beruntung saja, padahal dia denganku bisa dibilang wajahnya biasa-biasa saja. aku malahan lebih cantik darinya," sahut pelayan itu, menyombongkan diri.
"Lihat kau dengan nona Areta, kelas kalian berbeda," cibir pelayan yang lainnya.
__ADS_1
"Kalian sedang membicarakan apa?!" Tiba-tiba Silda datang, dan membuat semua pelayan yang sedang bergunjing itu seketika menutup mulut mereka. "Kerja sesuai dengan apa yang aku perintahkan!" imbuhnya lagi, lalu berjalan pergi mengawasi pelayan yang lain.
Areta sibuk memetik beberapa tangkai bunga mawar, tiba-tiba sebuah duri mengenai jarinya hingga ia terperanjat kaget, bekas tusukan duri tersebut mengeluarkan darah seketika Areta mengecup jarinya agar darahnya berhenti, Kian yang memperhatikan tingkah Areta tersenyum tipis dan kembali menatap layar laptopnya.
Karena jarinya terluka, Areta enggan meneruskan kegiatannya dan kembali masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu, untuk mengobati lukanya.
Tiba-tiba sosok tinggi berdiri di depannya, hingga membuat Areta memekik karena terkejut dan spontan ia memegang dadanya sendiri.
"Astaga!"
Raut wajah Kian yang tiba-tiba berada tepat di depan Areta datar tanpa ekspresi. Lalu berkata, "Ada apa dengan tanganmu?"
"Apakah kau tidak melihat? Aku terluka terkena tusukan duri dari mawar merah," dengusnya, tanpa menatap wajah suaminya.
Kian merampas jari Areta kemudian memperhatikan dengan saksama luka tusuk yang terlihat mungil tersebut.
"Luka kecil. Apakah begitu sakit?" tanya Kian, melepaskan tangan Areta.
"Istri seorang mafia tidak boleh lemah, karena begitu banyak musuh yang ingin melihatku jatuh. Kau jangan pernah lemah, kau harus berani menghadapi apapun itu!" ucap Kian, dengan nada suara serius.
Areta yang mendengar ucapan Kian hanya mengangkat alisnya lalu mengabaikan Kian dan memilih kembali mengobati lukanya. Semantara Kian berjalan menjauh dan mengeluarkan ponselnya dan dia seperti menghubungi seseorang yang penting, saat berbicara matanya tidak henti-hentinya memperhatikan Areta yang masih terus asik dengan obat merah di tangannya.
"Oke! Terus pantau!" Kian menutup teleponnya.
"Areta!" seru Kian, menatap wanita yang duduk agak jauh di tempat dirinya berdiri.
Areta mengangkat kepala memandang lurus ke depan ke arah Kian.
"Ke kamarku!" perintahnya, lalu berjalan pergi.
__ADS_1
'Apakah dia menginginkan hal itu sepagi ini?' gumam Areta dalam hati. 'Cih dasar m*sum!' batinnya lagi.
**
Areta berjalan menuju kamar dengan langkah malas, ia benar-benar tidak bersemangat, karena ia berpikir jika Kian memanggilnya ke kamar, ia akan mengajak dirinya bercinta. Dan itu sangat menyiksa untuk Areta. Hatinya terus menolak, akan tetapi tubuhnya selalu menikmati tiap sentuhan itu, dan itu sangat menjengkelkan bagi Areta.
Perlahan Areta membuka pintu dan masuk kemudian menutup pintu itu dengan tubuhnya. Kian duduk di sofa dekat televisi dengan laptop di pangkuannya. Kian tampak serius seperti biasa, hingga Areta bingung, apakah lelaki ini tidak memiliki sisi humoris, sehingga untuk tersenyum pun dia harus ada alasam untuk itu.
"Ada apa?" tanya Areta.
Laki-laki itu hanya memberi isyarat dengan tangannya menepuk sofa sebagai tanda ia meminta Areta duduk di sebelahnya. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, Areta menuruti perkataan Kian, dia berjalan dan duduk di sana.
Laki-laki itu menyerahkan laptopnya kepada Areta. "Lihat dan baca!" perintahnya.
Kian membuka sebuah situs di mana menunjukan biodata lengkap The Rock dan pekerjaan serta sederet kejahatan dan dosa yang pernah ia lakukan.
Areta terbelalak, ia menutup mulutnya yang menganga dengan tangannya. Ia tidak percaya dengan semua yang ia baca, apakah benar ada manusia sejahat ini. Benar-benar menyeramkan.
Areta melirik ke arah Kian, yang masih tampak serius memperhatikannya. Kian mengambil kembali laptopnya dan kemudian berkata. "Kau sudah puas? Kini kau harus tetap menjadi kuat, agar bisa melindungi dirimu sendiri ketika aku tak ada di sisimu!" ucap Kian.
•
•
•
Bersambung~
Maaf slow update, 'yah. 😁
__ADS_1
Like, Komen dan Vote jangan ketinggalan ❤