Mr. Mafia

Mr. Mafia
#Pesta Kemenangan


__ADS_3

Mr. Mafia Bab 27


Catatan penulis:


Wah ... sepertinya sudah ada yang tersulut emosih, neh. Oia ... kalau kamu sudah baca Novel pertamaku yang berjudul Boss Come Here Please! Kamu pasti bisa baca karakter dan cara nulis aku dalam menciptakan alur. Aku memamg sengaja narik semua pembacaku supaya mereka ikut merasakan marah dan emosi. Biasanya alur berat yang nggak ketebak, sih. Oia ... sekedar jelasin, nggak semua author yang menciptakan pemeran tambahan wanita, ujung-ujungnya jadi pelakor. Inget husnuzon dulu, Baby! Dan aku ngga bisa maksa semua orang buat cinta dengan alur yang aku buat, tapi aku yakin semua pembacaku yang ikutin Bchp hingga ke sini, semua berhati baja. Nikmati aja alurnya, sah-sah saja kalian mengumpat alur atau mungkin aku sebagai author. Tapi ingat, jangan hina karyaku, karena setiap author punya cara sendiri untuk memanjakan readersnya.


Oke ... selamat membaca


Matur nuwun/Terimakasih 🙏


——————————


Kian menarik paksa Areta hingga kembali ke dalam kamarnya, pria itu mencoba membongkar kembali isi lemari istrinya itu dengan begitu kasarnya. Hingga membuat Areta merasa kesal, karena semua yang ia kenakan selalu diatur oleh mafia tersebut.


"Kian! Apa yang kau lakukan! Ini tubuhku, dan aku berhak memakai apapun yang aku inginkan!" seru Areta dengan nada marah, hingga terlihat rahangnya mengetat dan ia tampak menekuk bibirnya, matanya pun melotot marah.


Kian berhenti sejenak, lalu berbalik badan dan mendekati Areta dan meraup dagu Areta dengan tangannya hingga menekan kuat rahang gadis itu. "Ingat ... kau adalah istriku! Peliharaanku! Tubuhmu dan semua yang ada pada dirimu adalah milikku, tidak bisa kubiarkan orang lain juga menikmatinya!" bisik Kian pelan, namun nada bicaranya mampu menciptakan teror mencekam untuk gadis yang beranjak 20 tahun itu.


Kian kembali ke lemari dan mengobrak-abrik isinya, memilah baju yang terbaik untuk wanitanya itu, hingga pilihannya jatuh kepada gaun putih dengan lengan panjang dengan sentas betis, sehingga tidak menampakkan kulit putih mulus Areta. "Pakai ini! 10 menit lagi, keluarlah!" perintah Kian, lalu pergi meninggalkan Areta.


Kian menghilang dari balik pintu dan tak lupa ia menutup kembali pintu kamar Areta. Dengan begitu marah, Areta melemparkan sebuah bantal ke arah pintu tersebut.


"Memang kau pikir, kau siapa. Berani-beraninya mengaturku!" umpat Areta kesal.


Sepuluh menit berselang, dengan heelsnya Areta berjalan anggun, meskipun ia datang dari keluarga miskin alih-alih membuatnya terlihat biasa, gadis itu tampak terlihat berkelas dan sangat cocok bersanding dengan boss mafia keji seperti Kian. Kian yang terus menatap istrinya yang baru saja turun dari tangga, begitu gusar saat semua mata juga memandang ke arah istrinya itu, ia meremas gelas yang ada di tangannya karena begitu marah namun sengaja ia pendam.



"Kemarilah sayang!" pinta Kian dengan senyum mengembang di bibirnya, dan Areta pun mengikuti perintah Kian dengan berjalan mendekat ke arah laki-laki itu, dan berdiri di sampingnya menggeser posisi Lyana yanh sejak tadi sengaja Kian bawa bersamanya.


"Nyonya Kian ... sungguh seperti batu giok, indah, halus, dan lembut," ucap salah satu kolega Kian yang sejak tadi tidak berkedip menatap Areta. Melihat hal tersebut Kian langsung melingkarkan tangannya ke arah pinggang Areta dan mengeratkan tubuh mereka berdua.

__ADS_1


"Ha-ha-ha ... aku memang tidak salah memilih istri," ucap Kian santai mengangkat gelas berisi wine berwarna ungu kemerahan itu.


Areta yang mendengar hal itu sedikit terkejut, sejak kapan Kian belajar memuji dirinya. Padahal selama beberapa minggu ia bersama Kian yang ia rasakan adalah hinaan dan paksaan. Apakah ini hanya sebuah kamuflase yang Kian ciptakan hanya untuk menutupi dirinya. Bukankah seorang mafia keji harus selalu bersikap frontal dengan semua tindakannya. Tapi tidak untuk Kian, ia akan bersikap baik dan berkelas di depan koleganya tapi sebaliknya ia akan kejam dengan semua musuh dan lawannya. Sungguh licik, bukan.


Lyana terus diam dan menunduk saat melihat Kian memperkenalkan istrinya, sepertinya dia orang yang mampu menempatkan diri saat ia sedang tidak dibutuhkan. Tangan Areta memegang pundak Lyana saat ia sedang terhanyut dalam lamunannya.


"Hai ... nona, siapa namamu?" Areta menyunggingkan senyumannya kepada gadis yang baru saja dibeli oleh Kian tersebut.


"Ma–maafkan saya Nyonya, saya tidak tahu jika Tuan Kian sudah memiliki istri, hingga sejak tadi saya berdiri di samping Tuan Kian."


"Jangan panggil aku Nyonya! Panggil saja aku Areta, sepertinya kau lebih tua dariku."


"Ta–tapi, bukankah anda adalah Nyonya rumah i ...."


"Sudah tidak usah dibahas, mulai sekarang kau adalah temanku," potong Areta.


Lyana hanya mengangguk tanda setuju dengan tawaran yang ditawarkan Areta, meskipun ia adalah istri dari Kian, Areta tidak ingin meninggalkan kesan angkuh dan otoriter kepada semua orang.


Malam semakin larut, dan pesta tersebut belum juga ada tanda akan usai, Areta sudah lelah dan mengantuk, hingga ia sudah tak kuasa dan memilih kembali ke kamarnya. Ia tertidur lelap hingga jika ada gempa, hal itu tidak akan mampu membangunkannya dari mimpinya.


Pagi menjelang, saat matahari menyinari bumi untuk menunaikan tugasnya memberikan energinya untuk mahluk yang ada di bumi. Areta mengerjapkan mata saat dadanya sesak karena sebuah tangan menindih dadanya, membuatnya sudah bergerak dengan bebas. Ia melirik ke arah si empunya tangan, siapakah gerangan yang sejak semalam tertidur di sampingnya, tak lain dan tak bukan, ia adalah suaminya yang telah terlelap dengan posisi tengkurap.


"Kian," gumamnya dalam hati.


Ia sangat enggan membangunkan mafia itu, dan lebih memilih bergerak perlahan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Kian hanya menggeliat dan mengubah posisi tidurnya saat ini, dan kembali terlelap dalam tidurnya. Bau alkohol menguar dan dapat tercium dari mulut.


"Dia mabuk berat, padahal hanya minum Red Wine saja," batin Areta dalam diam dan terus memperhatikan Kian.


Wiskey, Brandy, dan Red Wine


Minuman yang mengandung kadar alkohol lebih tinggi seperti wiskey, brandy, dan redwine, dapat mengakibatkan seseorang lebih cepat mabuk. Menurut Inoue, hal ini disebabkan oleh terganggunya kadar PH dalam tubuh manusia, diakibatkan oleh minuman tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba suara pintu terketuk perlahan, sehingga sedikit mengagetkan Areta. Sesaat ia menatap pintu kamarnya kemudian menyahut lembut. "Masuk!"


Lyana masuk dengan membawa sebuah nampan yang di atasnya ada sebuah mangkuk berisi makanan. Areta mengkerutkan kening sejenak. Rupanya Lyana lebih cepat beradaptasi dibandingkan dengan dirinya, meskipun ia adalah nyonya di rumah ini, terkadang ia juga akan merasa canggung dengan para pelayan dan anak buah Kian.


"Maaf ... Areta, jika aku lancang, ini ada sup Yukgaejang makanan khas korea untuk pereda mabuk. Kulihat semalam Tuan Kian sangat mabuk, hingga hampir saja ia memasuki kamarku, lalu kuantarkan ia untuk masuk ke kamarmu ini," ujar Lyana ramah.


Yukgaejang adalah salah sup penghilang mabuk yang juga terbuat dari daging sapi. Rasa pedas yang ditawarkan dari sup ini dapat membantu kamu untuk menyembuhkan efek mabuk yang sedang kamu alami.



Areta menatap Lyana sesaat, lalu ekspresinya berubah tersenyum ramah dan menerima nampan yang diberikan oleh Lyana. "Wah sepertinya enak. Kau sangat pandai memasak makanan korea, ya?"


"Ayahku dulu pernah bekerja di sana, sehingga memboyong kami sekeluarga pindah ke negara ginseng tersebut," jelas Lyana.


"Oh ... begitu. Terimakasih telah membuatkan ini untuk Kian."


"Sama-sama, aku sangat berterimakasih kepada Tuan Kian, karena telah memperlakukanku dengan baik."


Areta berjalan ke arah suaminya itu dan meletakkan nampan di meja lampu sebelah ranjangnya. Ia menggoyangkan tubuh Kian perlahan. Karena merasa terganggu Kian menatap wajah Areta dengan mata yang merah menyala seolah seperti api yang siap membakar apapun di depannya.


"Apa?!" serunya.


"Lyana membuatkanmu sup, untuk meredakan mabukmu."


"Lyana? Mana?!" Tiba-tiba Kian terduduk dan antusias mendengar nama Lyana dikumandangkan. Areta yang melihat hal itu hanya bisa memicingkan mata, menatap jijik pria itu.


•


•


•

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa Like 👍 tinggalkan kesan di 💬 dan Vote seiklasnya 💌 Serta tap ❤ agar mendapat notifikasi ketika mas Kian update.


__ADS_2