Mr. Mafia

Mr. Mafia
#Sisi Lain Addison.


__ADS_3

Mr. Mafia bab 55


Addison menyeruput teh di balkon mewahnya, ia sedang memandangi foto Marla semasa muda. Cantik, anggun, dan keibuan. Mungkin hal itu yang membuat Addison mencintai wanita ini dulu.


Keinginan Addison saat ini, ia hanya ingin menemukan putri satu-satunya, memeluknya dan mendekapnya dalam hangat, dan membisikkan kalimat jika ia sangat menyayangi putrinya, meminta maaf karena telah meninggalkannya begitu saja. Tapi Addison terlalu takut jika sang anak tidak akan memaafkan dirinya. Terlebih lagi putrinya itu hidup menderita sejak kecil meskipun sebenarnya dia memiliki ayah yang kaya raya.


Suara langkah mendekat ke arah pria paruh baya itu, menyentuk pundaknya dan berkata lembut.


"Suamiku... ayo segera sarapan! Makanan telah siap." Suara lembut Elma mengalun di telinga Addison.


Memang tidak bisa dipungkiri, cinta Addison kepada Elma begitu besar hingga membuatnya luluh dan melupakan istri dan anaknya. Akan tetapi sejujurnya Elma tidak bersalah, karena wanita ini tidak pernah tahu jika Addison telah memiliki keluarga sebelumnya. Tentu saja jika ia tahu, mungkin dulu ia tidak akan menikah dengan mafia ini. Namun nasi sudah menjadi bubur, dan waktu telah menjawab segalanya. Hari itu tiba ketika Suaminya mengakui jika ia dulu mempunyai anak dari wanita lain. Hancur? Iya, itulah yang Elma rasakan. Akan tetapi cintanya kepada Addison terlalu kuat terpatri hingga ia menerima Addison dan memintanya mencari putri dan istrinya dahulu.


"Iya," sahut Addison lembut, mencium tangan istrinya. Addison bisa dibilang mafia penyayang istri, sejak ia meninggalkan Marla dan menikah dengan Elma, ia bersumpah akan setia dengan satu wanita, tidak bisa dipungkiri menjadi pengusaha kaya dan mafia besar tentu saja banyak wanita yang mencoba menggoda Addison. Tapi dengan tegas ia selalu menolak, pun saat perjamuan bersama para boss-boss dunia gelap. Yang bertaburkan wanita-wanita seksi yang siap ditiduri kapan saja, tapi Addison tetap teguh pada pendiriannya, cinta dan dunia s*ksnya hanya untuk istrinya, tidak dibagi oleh wanita manapun, meskipun banyak yang lebih cantik dari pada Elma. Hal itu jugalah yang membuat Elma sangat mencintai Addison, dan ingin menerima putrinya dan menganggapnya sebagai putrinya sendiri.


Mereka berjalan menuju ruang makan, dan sarapan berdua dengan suasana tenang tanpa canda riang dan cerita seorang anak. Hal itu sungguh sangat mereka harapkan.


Tiba-tiba seorang bawahan dari Addison datang membawa sebuah berita.


"Ada apa?" tanya Addison kepada bawahannya dengan tegas. Lalu ia menatap wajah istrinya lembut.


"Sayang, aku akan ke ruang kerjaku."


Elma mengangguk pelan, seraya akan membersihkan piringnya dibantu dengan beberapa pelayan.


Setelah sampai di ruang kerja di lantai dua rumah itu, Addison menatap tajam ke arah kaki tanganyanya itu.


"Apa yang kau temukan?" tanya Addison duduk di kursi kerjanya.


"Kian belum bercerai dari istrinya, dan Andrea hanya menjadi tameng untuk istrinya itu. Istri Kian bernama Aneta usianya hampir dua puluh tahun, dan selebihnya saya akan mencari info kembali, karena Kian sengaja menutup akses informasi istrinya, bahkan media saja tidak tahu jika Kian telah menikah," jelas sang bawahan.


Sepertinya anak buah Addison menggali informasi yang salah, mereka pikir nama istri Kian adalah Aneta yang sebenarnya adalah Areta putri satu-satunya Addison.


Addison meremas tangannya sendiri, kala mengetahui hal itu. "Ayo pergi ke area mereka, terbangkan drone di sana, aku ingin melihat-lihat keadaan di dalam kediaman mereka!" ucap Addison.


Tiba-tiba langkah Addison terhenti, lalu berbalik badan menatap bawahannya itu.


"Bagaimana dengan Areta, putriku? Apakah kau menemukan informasi tentangnya?"

__ADS_1


"Belum Boss, karena terlalu fokus dengan Kian, maka saya sedikit melupakan putri Anda."


"Bod*h! Kau harus mengutamakan putriku! Bukan si bocah tengik itu!" umpatnya memarahi anak buahnya.


***


Setelah menyelesaikan sarapannya, seperti biasa Areta pergi ke kebun bunga memetik beberapa mawar dan jenis yang lainnya untuk dirangkai. Ia keluar dari rumah menghirup udara bebas kuat-kuat.


Ia melirik ke arah balkon di ruang kerja Kian yang menghadap langsung ke depan, suamiku itu telah sibuk bekerja ditemani Mark orang kepercayaannya.


Areta tersenyum melihat itu, menatap damai suaminya yang tengah menyelesaikan tugas sebagai kepala rumah tangga.


Ia berjalan menenteng kerangjang rotan dan gunting untuk bersiap menuju kebun bunga dekat dengan air mancur.


Tidak seperti biasa, hari ini Areta sendiri. Biasanya ia di temani oleh dua pelayan yang selalu menjaganya, namun kali ini Areta ingin sendiri, bersama satu tukang kebun yang selalu merawat tanaman di rumah ini dengan baik.


"Paman... aku ingin memanen bebebapa bunga, sepertinya pagi ini banyak yang bermekaran," sapa Areta.


"Iya Nyonya, Anda bisa memetik mereka hari ini," pungkasnya.


Tiba-tiba suara ledakan terdengar tak jauh dari tempat Areta berdiri, dan Kian berlari tunggang langgang menghampiri istrinya itu, Areta hampir saja memekik karena kaget, ia tidak menyangka ada ledakan dan sebuah benda jatuh tak jauh dari tempatnya berdiri.


Kian memeluk tubuh istrinya dengan erat, dengan napas terengah-engah berlari diikuti Mark.


"Kau tidak apa?" tanyanya khawatir.


"Tidak. Ada apa, Kian?"


"Aku juga tidak tahu, Mark sedang memeriksanya, ada drone yang mendekat ke arahmu."


"Drone? Benda terbang dengan kamera perekam?" tanya Areta.


Kian mengangguk pelan. "Ayo masuk, di luar sudah tidak aman untukmu!" perintah Kian.


***


"Sial!" umpat Addison, tatkala ia tahu jika drone yang ia terbangkan di tembak dan meledak oleh orang-orang Kian. Ia mengutuk hal itu.

__ADS_1


"Apakah Anda melihatnya, Tuan?" tanya kaki tangan Addison.


"Ya... aku melihatnya sebentar, Kian memang paling pintar memilih wanita untuk dinikahi. Ia sangat cantik dan anggun," jawab Addison dengan nada dingin.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya bawahannya itu.


"Kita tunggu pergerakan mereka, kita hanya perlu menunggu mereka lengah!" katanya dengan mata menyipit dan mimik wajah penuh dendam.


'Lihat saja bocah tengik, aku akan menghancurkanmu sekali lagi'





Bersambung~


Addison nggak sadar kalau Areta anaknya, Gaes. Menurut kalian gimana, nih?


Ya ... udin, tunggu besok, yes.


Jangan lupa, like, komen, vote, dan gift.


Eh Marpuah otw 1000 tap ❤ nih. Terimakasih, kepada para pembaca setia Mr. Marpuah... eh Mr. Mafia. Semoga aku nggak akan ngecewain kalian, ya. 🤭


Terimakasih ❤



Addison~



Elma~


Visual Kian dan Areta udah di awal, ya. Masa masih ada yang nanyain 😑

__ADS_1


__ADS_2