Mr. Mafia

Mr. Mafia
#Kewaspadaan Kian


__ADS_3

Mr.Mafia Bab 94


'Dari mana ada ular di dalam kapal ini?'


Kian membatin sembari menatap tajam ke arah Addison yang tampak biasa saja dengan apa yang dialami oleh Areta, padahal ia tahu betul jika saat ini anaknya telah syok dan memeluk tubuh suaminya dengan erat.


"Tidak apa-apa, sayang. Ada aku yang menjagamu," ucap Kian lembut menenangkan hati istrinya.


Kian menatap Mark, dan langsung ditangkap oleh kaki tanganya itu, yang seolah mengerti dengan apa yang diinginkan oleh bossnya, mereka seperti memiliki ikatan telepati satu sama lain yang membuat Mark mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh Kian meskipun hanya lewat tatapan mata.


Dengan sigap Mark berdiri dan pergi mencari tahu dari mana ular itu muncul yang hampir saja membuat istri Kian mati jika digigit.


Semetara itu, seolah sedang tidak terjadi apa-apa. Addison memerintahkan semuanya untuk kembali duduk, dan Brian pergi untuk membereskan bangkai ular derik berwarna coklat tersebut.


***


Prok ... Prok ... Prok ....


Suara tepuk tangan membuat Brian berhasil menoleh ke arah sumber suara, menatap waspada sosok di balik siluet lampu mercusuar, dan berjalan mendekat ke arahnya.


"Pangeran Brian Aldelard Mc Kenzi." Sosok itu semakin mendekat dan membuat Brian semakin meningkatkan kewaspadaannya, ia merogoh saku jasnya untuk mengambil senjata api yang selalu setia menemaninya. "Woho ... Anda ingin menembak saya?" Suara itu masih menciptakan teror untuk Brian.


"Siapa kau?!" tanyanya, tegas.


"Aku menantu majikanmu!" Kini Kian mulai mendekat dan berdiri tepat di depan wajah Brian, ia langsung menepuk pundak pria di hadapannya itu. "Good job! Sebagai anjing peliharaan, tentunya Anda sangat cekatan, bukan?"

__ADS_1


"Saya hanya menjalankan protokol pengamanan untuk nona Areta," jawabnya.


"Tentu saja kesigapan Anda tidak perlu diragukan lagi, Anda sudah berkecimpug di dunia gelap sebagai bodyguard tidak lama, bahkan artis hollywood pernah mempercayakan keamanannya hanya kepada Anda. Tapi Anda seorang pangeran yang seharusnya ada di singgasana untuk menerima tahta, lalu kenapa Anda dibuang?" selidik Kian, dengan senyum menyeringai.


"Dari mana Anda tahu tentang asal usul saya?"


"Ha-ha-ha—Anda lupa siapa saya? Saya Kian Egan, mafia yang tidak perlu diragukan keakuratannya. Tapi saya tidak akan menginvasi batas pribadi Anda. Terlebih lagi saya juga tidak akan memberi tahu Areta. Tapi ingat—jika Anda dan The Rock memiliki rencana jahat untuk kami. Saya tidak akan segan-segan membombardir dan memporak-porandakan kerajaan Anda!" desis Kian, mengancam. Meskipun dengan sikap tegas seolah tidak memperlihatkan ketakutannya, bukan berarti Brian tidak tahu sepak terjang lelaki di depannya ini. Ia adalah Kian, mafia kejam tanpa ampun yang siap melibas semua lawannya. Bahkan Addison sekalipun.


Kian pergi meninggalkannya dan kembali sebelum semuanya curiga.


***


"Aku ingin pulang." Areta mulai merengek di pelukan suaminya saat di atas tempat tidur. "Kurasa tempat teraman di dunia adalah rumah."


"Bukankah dulu rumah itu layaknya neraka untukmu, Areta?"


Kian mengusap lembut perut Areta yang belum kelihatan besar. " Ya, Papa akan selalu menjagamu dan Mamamu, bahkan jika nyawa taruhannya." Kian berucap seolah sedang berbicara dengan bayi yang ada di dalam kandungan Areta.


"Tidak ... kita tidak akan pernah terjadi apa-apa, aku ingin terus hidup bersamamu dan anak-anak kita." Areta kembali membenamkan wajah di pelukan suaminya, karena hal itu salah satu cara untuknya agar merasa aman dan nyaman.


***


Setelah beberapa hari berlayar, akhirnya mereka kembali mendarat di Ibukota Apache, dan akhirnya Areta bisa kembali ke kediaman Egan, tempat paling nyaman dan aman untuknya saat ini. Sementara itu Brian juga ikut serta sebagai pengawal Areta dan ikut ke rumah mereka.


Saat mobil mereka memasuki pintu gerbang, Areta menghirup udara kuat-kuat seolah merindukan suasana rumah ini. Ia juga melihat hamparan warna-warni bunga yang sempat ia tanam sebelum pergi berlayar, tampaknya semua itu dirawat dengan baik oleh para tukang kebun rumah ini.

__ADS_1


Shane yang tahu jika mereka kembali, menyambut Kian, Mark, Areta, dan Irene di depan pintu utama bersama para pelayan.


"Selamat datang," sambutnya sembari merentangkan tangannya hendak memeluk Kian, namun tiba-tiba ia terkejut saat melihat Brian keluar dari mobil belakang bersama dengan Mark dan Irene.


"Bu–bukankah, dia—" Belum sempat Shane melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Kian memotong ucapan Shane.


"Dia adalah pengawal pribadi Areta," potong Kian, merangkul sahabatnya itu.


"Are you crazy! Kau tidak tahu siapa dia?!" Shane mencoba memberi tahu Kian, tapi cepat-cepat sahabatnya itu membawanya ke dalam ruang kerja.


"Sayang ... kau istirahatlah!" perintah Kian ketika berjalan meninggalkan istrinya.


Sementara para pelayan tampak berdecak kagum dengan paras Brian yang begitu tampan dengan stelan tiga potong serba hitam, seolah mereka melihat bintang dalam televisi yang melompat ke dunia nyata. Selain Kian kini pemandangan mereka bertambah dengan adanya Brian di rumah ini.


***


"Apa kau tidak waras?!" dengus Shane yang mengetahui siapa Brian sebenarnya.


"Ya, aku tahu. Dia adalah pangeran kerajaan Mc Kenzie, tapi aku perlu tahu apa tujuan mertuaku mengirimnya untuk menjadi pengawal Areta," ucap Kian dengan tangan bersedekap.


"Maksudmu dia adalah kiriman The Rock?"


Kian mengangguk pelan, ia terus menimbang, apa tujuan semua ini. Apakah The Rock akan memisahkan Kian dan Areta atau apa, Kian juga tidak tahu.


"Kau harus tetap waspada, Kian. Aku tahu pasti The Rock tidak akan semudah itu menerimamu," kelakar Shane, seolah mengingatkan betapa sulitnya menebak pikiran Addison.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2