
Mr.Mafia 54
Kian meninggalkan Areta yang dirundung kemurkaan. Ia tidak ada pilihan lain selain membawa Andrea, ia sangat trauma dengan kejadian Anastasya yang seolah hal paling ditakuti Kian dan itu akan terulang kembali kepada Areta. Kian tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika Areta berada di dalam bahaya.
Suasana pesta yang sangat mewah di hotel D'Luna, hotel bintang lima termewah di kota apache, hotel itu memiliki 50 lantai dan semua kamar di hotel itu adalah type sweetroom dengan kemewahan di dalamnya. Dengan harga sewa permalam yang begitu fantastis. Pantas saja jika Addison adalah saingan bisnis Kian paling sengit.
Kian masuk ditemani oleh Andrea yang tampak anggun, mereka berjalan bak pasangan suami istri yang begitu serasi. Tampan dan cantik hingga membuat semua orang memalingkan pandangan saat mereka masuk.
Addison menghampiri Kian yang baru saja tiba, menyambut rivalnya itu dengan senyuman paling ramahnya. Tentu saja hal itu ia lakukan karena ada di depan banyak para tamu undangan, agar mereka mengira bahwa pertumpahan dara antara mereka berdua telah selesai.
Mata Addison menyambar sosok yang berdiri anggun di sebelah Kian. Iya tampak tidak asing untuknya, ia menajamkan matanya tatkala mengenali sosok itu.
"Bukankah ini Nona Andrea?" tanyanya dengan segelas anggur masih berada di tangan pria paruh baya itu.
"Ya ... ini istriku," sahut Kian melirik ke arah Andrea. Walaupun ia hanya menjadi tameng untuk Areta, tetap saja menjadi pendamping Kian adalah suatu kebahagiaan untuk wanita itu.
"Selamat malam Tuan Addison," sapanya mengulurkan tangan kepada pria tua itu dengan senyuman.
Addison menatap curiga Kepada Kian, lalu bertanya lagi seolah ingin mendapatkan jawaban yang sebenarnya ingin ia ketahui.
"Bukankah istrimu adalah wanita yang tidak diketahui asal usulnya? Lalu ini.... " Mata Addison melirik ke arah Andrea.
"Aku telah bercerai dengan istri pertamaku, dan kini ia telah berada di luar negeri. Jadi aku memutuskan untuk menikahi sahabatku."
"Kau baru tiga bulan menikah, dan kau menceraikan istrimu dan menikah lagi?" Addison bertepuk tangan karena ia merasa jika Kian hebat, namun tetap saja itu adalah sebuah kamuflase. Bisa saja sewaktu-waktu Addison menabuh kembali genderang perangnya dengan Kian.
Permusuhan antara Kian dan Addison berawal dari terbunuhnya sahabat baik Addison di tangan ayah Kian yang juga pengusaha dan mafia. Sejak saat itu Addison bersumpah akan menghancurkan keturunan Egan hingga menjadi Abu. Namun ternyata Kian bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Berkali-kali ia dipukul mundur, berkali-kali pula ia bisa bangkit dan berdiri dengan sempurna.
Hal itu membuat Addison sangat bersemangat dan selalu mencari titik kelemahan Kian, hingga ia menemukan jika titik kelemahan Kian adalah seorang wanita. Kian adalah tipe pria yang tidak mudah jatuh cinta, namun jika ia sudah jatuh cinta ia akan mengerahkan segenap hatinya untuk wanita pilihannya itu. Hingga cintalah yang menjadi satu-satunya titik kelemahan Kian.
__ADS_1
"Baiklah selamat menikmati pestanya, aku akan menemui tamu yang lain," ucap Addison dengan nada datar, lalu pergi.
Saat Addison pergi, ia mendekatkan tubuhnya kepada anak buahnya.
"Cari tahu apakah dia adalah istrinya, atau bukan!" desis Addison pelan.
Sang bawahannya pun mengangguk seolah seperti robot yang siap melaksanakan semua perintah Addison dengan rapi dan sempurna.
Areta tidak bisa tidur dengan nyenyak, berkali-kali ia mengubah posisinya ketika berbaring, ia selalu membayangkan di mana Kian bermesraan dengan Andrea di acara pesta tersebut, hingga membuatnya menangis dalam gelap malam seorang diri.
Ia seolah sedang hanyut dalam cinta, ia sudah mulai jatuh kedalam buaian perasaannya kepada Kian, tapi lelaki itu sama sekali tidak menunjukan perasaannya secara gamblang. Hal itu membuat istrinya bingung.
Dan akhirnya karena lelah memikirkan sang suami, Areta kembali terlelap dalam mimpi indahnya. Tanpa Areta tahu perlahan seorang datang ke tempat peraduannya, dan tidur di samping Areta.
Pagi menjelang, matahari mulai bersinar dan merangsek masuk ke celah gorden dan menyambar wajah cantik Areta, karena terpaannya membuat Areta mengerjapkan mata lalu menyipitkan penglihatannya, sadar jika di sampingnya ada sesosok manusia, Areta memasang sikap waspada dan menengok ke samping, ia melihat Kian tidur dengan bert*lan*jang dada menanggalkan bajunya sendiri dan menyisakan celana yang membungkus kaki jenjangnya.
'Tampan'
Gumam Areta di dalam hati. Tanpa di sangka-sangka Kian terbangun dan mengecup bibir Areta dengan lembut hingga membuat Areta kaget. Ia seharusnya masih kesal dengan Kian, tapi melihatnya tertidur seolah seperti bayi di dalam pelukannya membuat Areta sedikit luluh.
Areta menyentuh bibirnya bekas kecupan Kian. Ia sengaja memasang wajah masam agar Kian sadar jika dirinya masih kesal.
"Kau masih marah?" tanya Kian.
"Kau pikir saja sendiri!" dengusnya.
"Aku punya alasan mengapa aku tidak mengajakmu."
__ADS_1
"Alasan apa?" sahut Areta sembari memicingkan mata.
"The Rock adalah orang paling bahaya, ia bisa bergerak cepat untuk menyerang, apalagi jika itu kau. Itu adalah sasaran empuk untuknya." Kian menjelaskan kepada sang istri.
"Jadi kau pikir aku lemah?"
"Secara tidak langsung, iya." Kian menjawab tegas.
Areta langsung memasang ekspresi tidak senangnya. Ia tidak menyangka jika dirinya di mata suaminya adalah sosok yang tidak berdaya dan di anggap kelemahan Kian. Sejak itu ia berjanji akan menjadi wanita yang kuat dan pantas menjadi istri Kian. Ia juga ingin melawan manusia bernama The Rock. Ia akan berdiri di sisi Kian dan menjadi sekuat suaminya. Agar semua menganggap bahwa ia adalah kekuatan bagi Kian.
•
•
•
Bersambung~
Kalian bisa menjadi peramal dalam cerita ini, bebas menduga-duga. Dan aku adalah Tuhan di dalam kisah ini. Nantikan kejutan yang tidak terduga...😁
Novi Wu—
Ada yang mau aku kasih visual Andrea, nggak?
Andrea Steven
Visual Addison dan Elma besok, ya. 😘
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, gift, dan Vote.
Aku udah update tiap hari, nih 🙄