
"Aku tidak menyangka ngidammu semakin membuat aku bahagia, Sayang." Alvino menangkup wajah istrinya dan membenamkam ciuman di bibir Rania yang sudah menjadi candu untuknya. "Tunggu dulu," kata Alvino. Dia menjauhkan tubuhnya membuat Rania terlihat begitu kecewa.
"Kalau kamu tidak mau maka pergilah, Kak. Kamu memang tidak sayang padaku." Rania merajuk, dia menarik selimutnya sampai menutupi lehernya dan tidur membelakangi Alvino.
"Aku justru sangat mau, Sayang. Apa tidak apa-apa kalau kita melakukannya sekarang? Bukankah tiga bulan pertama kehamilan kita harus hati-hati?"
"Iya, kata Kak Queen boleh saja asal jangan terlalu sering dan kita harus pelan-pelan," sahut Rania tanpa berbalik. Alvino hanya mengangguk paham.
Rania menghembuskan napas kasar saat merasakan gerakan suaminya yang sedang turun dari tempat tidur. Bahkan, Rania rasanya ingin menangis saat mendengar suara pintu terbuka dan dia tidak lagi mendengar suara suaminya.
"Kenapa Kak Al begitu menyebalkan! Dia bilang tidak akan membuatku kesusahan sendirian, tapi sekarang aku ingin 'itu' dia malah pergi begitu saja tanpa permisi. Dasar menyebalkan!" gerundel Rania.
"Siapa yang menyebalkan, Sayang." Rania terlonjak saat mendengar suara Alvino di telinganya. Dia menoleh dan melihat Alvino yang sedang tersenyum di dekat wajahnya. "Aku pasti akan menuruti ngidammu itu, tapi aku harus memastikan keamanan kegiatan kita. Apa kamu mau olahraga panas kita dilihat orang lain?" Rania mengikuti arah telunjuk Alvino yang mengarah ke CCTV di sudut ruangan. Wajah Rania tersipu malu, dia berbalik dan membenamkan wajahnya di dada bidang Alvino.
"Jangan malu, Sayang. Ayo Sayang, aku sudah tidak sabar menjenguk anak kita," kata Alvino dengan senyum tipis. Dia mengungkung tubuh Rania di bawahnya. Kembali membenamkan ciuman di bibir istrinya.
"Kak," desah Rania saat Alvino mulai mencium lehernya hingga menciptakan gelayar-gelayar aneh di seluruh tubuhnya. "Aku tidak mau." Alvino menghentikan gerakannya, dia menatap heran ke arah istrinya.
"Kenapa?" Alvino mengerutkan keningnya. "Sayang, jangan menggantungkanku seperti ini. Kamu tahu, adik kecilku sudah berdiri menantang," kata Alvino memelas. Rania tersenyum saat melihat wajah suaminya yang sudah dipenuhi gairah.
"Aku tidak mau kamu di atas. Biar aku saja yang di atas dan memimpin permainan kita kali ini."
"What?!" Alvino membuka matanya lebar. Dia tidak menyangka dengan apa yang diinginkan istrinya. "Kamu yakin bisa memimpin?"
"Kamu meragukanku, Kak! Aku sudah banyak belajar dari kamu dan sekarang kamu masih meragukan kemampuanku?" Rania merajuk, dia kembali berbalik dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Aku tidak meragukanmu, Sayang. Aku percaya kamu pasti sangat ahli. Ayo, aku akan menikmati permainanmu, Sayang," rayu Alvino. Dia berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh Rania, tapi Rania memegang selimut itu dengan erat.
__ADS_1
"Sayang ...." Alvino menggoyangkan tubuh istrinya dengan perlahan.
"Pergilah, Kak. Aku tidak mau lagi!" usir Rania tanpa membuka selimutnya.
"Baiklah, aku tidur di sofa saja."
Hening. Tidak ada sedikit pun suara yang terdengar di ruangan itu. Rania membuka selimutnya dengan kesal. "Dasar tidak peka!"
"Siapa yang tidak peka?" Rania mengusap dadanya karena terkejut mendengar suara Alvino yang masih di sampingnya.
"Kenapa Kak Al masih di sini? Katanya mau tidur di sofa," dengus Rania kesal. Dia mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang ngambek. Alvino tersenyum simpul saat melihat tingkah Rania yang menggemaskan.
"Aku tidak akan pergi, aku ingin merasakan permainan dari istriku tercinta. Percuma aku bayar lima puluh juta untuk sekali sewa kamar ini dan menyuap pihak rumah sakit untuk mematikan CCTV di kamar ini," kata Alvino dengan seringai tipis.
"Kak Al bayar lima puluh juta? Kenapa mahal sekali?" tanya Rania kembali kesal atas apa yang dilakukan suaminya.
"Apa sih yang gak buat kamu, Sayang. Jangan jadikan uang itu sia-sia, Sayang." Alvino menciumi leher Rania hingga Rania mendes*h pelan. Dengan lihai Alvino memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Rania menjadi terbuai. Percintaan panas di ruangan pasien itu pun akhirnya terjadi. Mereka berdua saling berbagi des*han dan erangan. Rania benar-benar menjadi pemimpin di permainan kali ini meski Alvino berkali-kali mengingatkan agar bermain dengan pelan. Ia begitu cemas dengan keadaan calon pewaris Alexander Group.
Seusai berolahraga yang membuat ketagihan. Kini Rania sedang tertidur karena kelelahan. Alvino memeluk erat tubuh istrinya dan menciumi puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. Dia tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan dia merasa sangat bahagia. Namun, senyum di wajah Alvino perlahan memudar saat ia teringat akan Felisa. Dengan gerakan perlahan ia melepaskan pelukannya di tubuh sang istri dan berjalan menjauhi tempat tidur.
Alvino mengambil ponselnya dan kembali menghubungi nomor ponsel orang kepercayaannya. "Hallo Mike," sapa Alvino saat panggilan itu sudah terhubung.
"Ada apa Tuan Muda? Maaf, saya masih menyelidiki tentang identitas Felisa."
"Mike, bisakah kamu memasang kamera tersembunyi di beberapa tempat di rumahku? Pastikan tidak ada satu pun yang tahu," perintah Alvino.
"Apa ada yang mencurigakan, Tuan?"
__ADS_1
"Tidak ada, hanya saja aku ingin memastikan keselamatan istriku selama di rumah. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan penerus Alexander Group," sahut Alvino. Bibirnya tersenyum saat teringat istrinya yang sedang mengandung.
"Penerus Alexander Group? Apa Nona Rania sedang hamil?"
"Ya! Sebentar lagi aku akan menjadi papa muda, Mike." Wajah Alvino terlihat sangat berbinar.
"Wah, selamat Tuan. Saya turut berbahagia. Saya akan menjaga calon penerus Alexander Group dengan sangat baik, Tuan. Saya akan melakukan apa yang Anda perintahkan." Suara Mike terdengar begitu bahagia. Setelah selesai memberi perintah, Alvino mematikan panggilan itu. Dia menghela napas panjangnya.
Ya Tuhan, aku mohon jagalah istri dan calon buah hati kami.
...🍫🍫🍫🍫*...
Othor kasih yang manis-manis dulu yaa.
Jangan lupa dukungannya.
Oh iya, untuk Give Away yang masih berupa pulsa, Othor kasih tanggal 1 Oktober ya
Untuk 3 orang dengan pendukung terbanyak
Jadi, pastikan orang itu adalah kamu 🙊
Gabung di GC othor juga yaa
Mampir juga ke karya sahabat Othor yukk
Karyanya keren-keren loh
__ADS_1
Karya kak "Ziozil" dijamin tidak akan mengecewakan.