
Setelah mengobati luka Nathan, mereka bertiga dan juga Max segera pulang ke kediaman mereka karena malam sudah sangat larut. Alvino sengaja tidak berpamitan lagi kepada Rania karena dia tidak ingin menganggu waktu istirahat Rania.
"Ken, apa kamu serius kalau yang akan kamu lamar itu Ana?" tanya Alvino memecah keheningan di dalam mobil itu.
"Ya, sebenarnya aku ingin membuat kejutan di hari ulang tahun mereka satu bulan lagi, tapi ternyata justru aku yang terkejut sekarang." Alvino bisa merasakan sebuah kekecewaan dari suara dan raut wajah Kenan.
"Aku kira kamu akan melamar Rania, melihat bagaimana kamu memperlakukan mereka berdua dengan sangat berbeda."
"Bagiku Rania itu sudah seperti adik, apalagi melihat keadaan Rania saat pertama kali bertemu membuat jiwa seorang kakak yang aku miliki seolah lahir kembali, Al." Kenan menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Bayangan kecelakaan yang merenggut nyawa adiknya kembali terputar di otaknya. Sudah tujuh tahun berlalu kejadian itu terjadi, tapi rasa sakit karena kehilangan adik satu-satunya nyatanya masih membekas sampai saat ini.
"Sabar dan ikhlas, Ken. Aku yakin Keiko sudah bahagia di Surga," ucap Alvino sambil menepuk pundak Kenan perlahan untuk menenangkannya.
"Setelah ini apa yang akan kamu lakukan? Apakah semua lamaran yang kamu rencanakan akan tetap berjalan?" tanya Nathan yang duduk di kursi depan di samping Max.
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak tahu. Hanya saja saat ini aku merasakan hati ini sangat kecewa." Hembusan napas kasar terdengar keluar berkali-kali dari mulut Kenan.
"Pikirkan semuanya dengan matang Ken, tanyakan pada hati kecilmu apakah kamu benar-benar mencintai Ana atau tidak. Kalau kamu memang tulus mencintai Ana aku yakin hati kamu pasti tetap akan memilihnya walaupun saat ini kamu sedang kecewa. Lagi pula semua bukan salah Ana sepenuhnya, kamu pun salah Ken." Kenan membuka matanya dan menatap penuh tanya ke arah Alvino.
"Aku saja salah paham padamu, aku kira kamu mencintai Rania karena kamu terlihat begitu peduli pada Rania tapi sangat cuek kepada Ana. Apalagi Ana sudah memiliki perasaan padamu tentu saja dia akan menjadi lebih sensitif terutama saat kamu memamerkan kedekatan kamu dengan Rania di depan matanya." Seperti aku yang sangat cemburu saat melihat kedekatan kalian berdua. Namun, Alvino hanya berani meneruskan kata-kata itu di dalam hatinya.
"Jujur, aku bingung bagaimana mendekati Ana karena aku takut kehadiranku akan di tolak begitu saja."
"Justru ketakutanmu itulah yang menjadi pemicu semua kesalahpahaman dan akhirnya semua ini terjadi apalagi ada campur tangan Jack yang sangat pandai memanfaatkan keadaan."
"Pasti. Karena rekaman itu sudah sampai di tangan anggota kepolisian, tapi kamu tenang saja, aku yakin Rania tidak akan membiarkan kakak kesayangannya tinggal di balik jeruji besi. Rania yang jadi korban di sini jadi mereka pasti akan membicarakan secara kekeluargaan."
"Al ...."
__ADS_1
"Sudahlah, pikirkan besok saja. Hari ini kepalaku sudah sangat sakit dan lelah," kata Alvino menghentikan pembicaraan mereka karena mobilnya sudah memasuki area Mansion Alexander. Alvino segera turun dari mobil tanpa menunggu Max membukakan pintu untuknya.
"Kalian hati-hati di jalan. Ken, kalau Nathan tidak bangun kamu lempar saja ke tengah jalan," kata Alvino saat melihat Nathan yang duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
"Diamlah Al, aku masih mendengarmu. Aku hanya sedang menikmati rasa cenut-cenut dari bekas lukaku. Ahh rasanya ...." Brak! Alvino menutup pintu mobil dengan cukup kencang sebelum Nathan meneruskan kata-katanya, setelah itu dia segera berjalan masuk ke dalam mansion sedangkan mobil yang di kendarai mereka kembali keluar dari area mansion.
Saat Alvino masuk ke dalam mansion, dia melihat Febian yang sedang bermain bersama Erlando. Dia hanya berjalan melewati mereka tanpa menyapa.
"Kak Al, tunggu!" teriak Febian menghentikan langkah kaki Alvino. Febian berjalan cepat ke arah Alvino yang masih berdiri di tempatnya dengan posisi membelakanginya. Febian memeluk erat tubuh Alvino dari belakang membuat tubuh Alvino mematung di posisinya.
"Maafkan aku, Kak." ucap Febian lirih sedangkan Alvino hanya diam membisu.
...🍫🍫🍫🍫🍫...
__ADS_1
**Ih kamu baik banget thor!
terima kasih, terima kasih 😂**