Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
78


__ADS_3

Nathan yang hendak pulang ke rumahnya, terlihat beberapa kali menatap ke arah tangga. Sebenarnya, dia sangat ingin melihat keadaan Nadira, tapi dia juga tidak ingin bertindak tidak sopan di rumah orang lain. Setelah berpamitan dan berterima kasih kepada keluarga Alexander, Nathan segera melajukan motornya pulang ke rumah.


"Nathan, kenapa wajah tampanmu jadi sangat jelek?" pekik Mila histeris saat Nathan berjalan memasuki rumah. Jo yang duduk di samping istrinya, menatap lekat ke arah putranya.


"Ceritanya panjang, Bun. Kak Rayhan!" panggil Nathan berteriak saat melihat Rayhan keluar dari ruang TV.


"Ya ampun, Nat. Mukamu jelek sekali," ejek Rayhan sambil memeluk tubuh adiknya.


"Kak, baru pulang jangan langsung nyebelin deh. Memang kalian tidak penasaran kenapa wajah tampanku jadi menyedihkan seperti ini?" tanya Nathan penuh percaya diri. Dia mendudukkan tubuhnya di atas sofa berdekatan dengan kedua orang tuanya.


"Buat apa penasaran? Aunty Aluna sudah menceritakan semuanya, bahkan ayahmu sudah melihat CCTV di restoran itu," terang Mila, Nathan yang mendengarnya hanya mencebikkan bibirnya kesal.


"Punya ayah pintar memang susah buat berbohong atau bikin semua orang panik," gerutu Nathan sambil menggaruk keningnya dengan perlahan.


"Ayah masih bisa mendengar dengan baik, Jonathan Saputra!" Nathan menunjukkan rentetan gigi putihnya saat mendengar ucapan Jo yang penuh penekanan.


"Kak Rayhan tumben pulang? Lagi kesambet setan apa?" tanya Nathan asal. Dia sengaja mengalihkan pembicaraan agar tidak kena omelan sang ayah.


"Astaga, mulutmu masih saja belum berubah, Nat. Aku lagi ada keperluan di sini."


"Ciee, mau melamar Kak Queen, ya? Aduh, kalah cepat aku sama kamu, Kak."


"Kamu kalau mau cepat juga Bunda bakal seneng, Nat. Bunda udah bayangin kamu nikah sama Nadira. Kak Rayhan nikah sama Queen. Ya ampun, seneng banget punya besan tampan-tampan. Aduh!" Mila mengusap keningnya yang terkena sentilan dari jari sang suami. Sementara kedua anaknya hanya tertawa pelan melihat orang tua mereka.

__ADS_1


"Ingat, Mil. Kamu itu sudah tua, wajahmu saja sudah mulai banyak kerutan masih mau mikirin pria tampan," cemooh Jo, wajah Mila seketika terlihat merah padam.


"Mas, kamu kejam sekali sama aku. Bisakah kamu sedikit menjaga perasaanku? Kamu pikir wanita itu bakal cantik terus-menerus? Aku memang tua, aku memang punya banyak kerutan di wajah. Kalau kamu sudah tidak mau, ya sudah sana cari gadis lagi yang masih polos, masih ...."


"Bunda, Nadira mau lamaran!" Nathan memotong omelan Mila yang panjangnya seperti rel kereta api. Mila dan Jo menatap ke arah Nathan yang sedang menyandarkan kepalanya di sofa.


"Sama siapa? Kamu yang benar saja mau melamar Nadira tidak musyawarah dengan kita terlebih dahulu." Mila melipat kedua tangannya di dada, dengan wajah yang terlihat marah.


"Bukan sama aku, tadi Nadira gak sengaja bilang ke pacarnya kalau Aunty Aluna menyuruh si Dion itu buat ngelamar Nadira. Kalau dalam waktu satu minggu, Dion tidak datang melamar. Maka, hubungan mereka berdua harus putus," terang Nathan. Wajah Mila dan Jo terlihat begitu terkejut. "Tapi ...."


"Tapi apa?" sela Mila tak sabar.


"Nomor pacar Nadira sepertinya tidak bisa dihubungi, buktinya Nadira telepon aku sambil marah-marah," imbuh Nathan. Mila menarik senyum seringai di sudut bibirnya.


"Aku cuma mau satu macam kok. Bunda punya ide, Nat." Mila menyuruh Nathan mendekati ke tempatnya. Jo dan Rayhan hanya diam melihat mereka, meskipun sebenarnya dalam hati, mereka berdua sangat penasaran.


"Kalau Dion tetap datang, dan Nadira milih Dion, bagaimana Bun?" tanya Nathan ragu.


"Berarti Nadira bukan jodoh kamu. Kamu tenang saja, kamu kan masih bisa gandeng si Anin. Tidak besanan sama Aluna, besanan sama Kak Ronal juga tidak apa-apa," celetuk Mila sambil tertawa renyah. Jo menatap tajam ke arah istrinya, sedangkan Rayhan menggelengkan kepala, tidak percaya.


"Mil, jangan ajari anak kita sembarangan! Kamu harus ingat ...."


"Kalau kamu ngatain aku tua atau banyak keriputan lagi. Aku tidak mau kamu tindih-tindih nikmat lagi, Mas! Sana kamu tidur di ruang tamu saja," ancam Mila sambil memalingkan wajahnya dari sang suami.

__ADS_1


"Memang kalian berdua, sudah setua ini masih suka tindih-tindih enak?" tanya Nathan sok polos.


"Ya masih lah, itu namanya surga dunia, Nat. Kalau kamu sudah tahu rasanya, pasti juga ketagihan," sahut Mila seolah sangat bangga.


"Begitukah?" tanya Nathan memastikan. Mila mengangguk cepat, sedangkan Jo menghembuskan napasnya kasar. "Jadi pengen nyoba, senikmat apa rasanya," seloroh Nathan.


"Jonathan Saputra!" teriak mereka bertiga kompak, Nathan hanya tersenyum lebar sambil menutup kedua telinganya.


...🍫🍫🍫🍫...


Dapat bisikan apa sih Babang Nathan dari sang Bunda?


hayo kalian setuju yang mana


Nathan & Nadira


Nathan & Anin


Nadira & Dion


Author jujur ya, kalau dapat komenan dari kalian bikin semangat nulis Author langsung membara loh😁


jangan lupa dukungn kalian, author tunggu loh.

__ADS_1


__ADS_2