
PRANG!
Mila dan Nathan terjengkit kaget saat baru memasuki ruang tamu, Jo sudah melempar vas yang berada di atas meja ke tembok. Bahkan, Rayhan yang baru sampai di ambang pintu saja, menatap tidak percaya dengan tindakan yang dilakukan ayahnya. Nathan terdiam, ia tahu ayahnya sedang marah besar saat ini. Karena ayahnya akan selalu melempar satu barang ke tembok saat dia sedang sangat marah atau kecewa. Namun, Jo tidak pernah sekalipun menyakiti fisik istri dan anak-anaknya.
"Maafkan Nathan, Ayah. Nathan membuat Ayah kecewa," lirih Nathan. Mila berdiri di depan Nathan untuk melindunginya.
"Ayah memang sangat kecewa sama kamu, Jonathan Saputra!"
"Mas," panggil Mila lirih. Dia ingin mendekati suaminya, tapi dia juga ingin melindungi Nathan. "Jangan ...."
"Kamu juga! Bukankah sudah kubilang jangan pernah mengajari macam-macam untuk anak kita!" bentak Jo, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu itu. Mila menunduk, tanpa sadar airmatanya mengalir dari sudut matanya. Karena baru kali ini, Jo membentaknya dengan sangat keras. "Kalian benar-benar memalukanku!"
Melihat emosi Jo yang sedang berada di puncaknya, Rayhan segera mendekati Jo dan memeluknya erat. Dia bisa mendengar hembusan napas ayahnya yang begitu memburu karena tubuhnya sedang dipenuhi amarah. Nathan hanya menatap mereka berdua dengan tatapan nanar. Di saat ayahnya sedang emosi, dia tidak pernah memiliki keberanian sedikitpun untuk memeluknya seperti apa yang dilakukan Rayhan.
"Tenanglah, Yah. Kita bicarakan semua dengan baik-baik." Rayhan segera melepas pelukannya dan mengajak sang ayah untuk duduk di sofa. "Duduklah, Bun. Kamu juga Nat," suruh Rayhan, mereka berdua pun hanya menurut.
"Apa lamaranmu batal, Nat?" tanya Rayhan sambil menatap ke arah Nathan, dia terkejut saat melihat sudut bibir Nathan yang sedikit robek. "Bibirmu kenapa sampai robek begitu?" tanya Rayhan penasaran.
__ADS_1
"Dipukul Alvino," sahut Nathan. Bola mata Rayhan terlihat membola saat mendengar jawaban Nathan.
"Bagaimana bisa?!" tanya Rayhan tidak percaya. "Apa ini yang membuat ayah marah?" Hening. Tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaan Rayhan.
"Nathan minta maaf, Yah. Nathan sudah membuat Ayah sangat kecewa dan malu," ucap Nathan lirih, memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
"Maafkan aku juga, Mas. Aku tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik. Aku sudah salah mendidik anakku dan mengajari Nathan. Aku yang salah, bukan Nathan, Mas. Semua salahku yang tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kalian." Mila menunduk, berusaha membendung airmata yang hendak keluar dari sudut matanya.
Jo menghela napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. "Nat, Ayah benar-benar sangat kecewa sama kamu. Sebenarnya, kamu ini menganggap Ayah masih ada atau tidak?" tanya Jo sedikit membentak.
"Ayah membesarkanmu dengan kasih sayang. Ayah berusaha mendidikmu dengan baik, tapi beginikah caramu membalasnya? Bukan masalah lamaranmu dengan Nadira yang batal itu yang membuat Ayah kecewa, tapi ...." Jo menghentikan ucapannya. Dia menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan kedua matanya. "Kenapa kamu tidak mengatakan pada Ayah kalau yang melamar Nadira itu Dion? Andai Ayah tahu, Ayah akan langsung menyuruhmu menikahi Nadira."
"Kalian sedang bahas apa?" Cacha yang baru bergabung ke ruang tamu, menatap heran ke arah mereka yang terlihat tegang.
"Kebetulan sekali kamu datang, Cha. Kamu tahu tentang Dion?" tanya Jo sambil menatap ke arah Cacha yang duduk di samping Mila.
"Pacar si Nadira? Eh bukannya Kak Nathan mau melamar Nadira? Kok bisa sih? Padahal Nadira kayaknya cinta mati sama Dion." Mereka menghembuskan napas kasar mendengar pertanyaan dari Cacha.
__ADS_1
"Kamu tahu siapa orang tua Dion?" tanya Jo lagi, menghiraukan pertanyaan putrinya tadi.
"Setahuku Dion hanya punya mama, namanya Evelyn," sahut Cacha sambil menatap heran ke arah Jo.
"Dion bukan anak Evelyn, tapi Dion adalah anak bekas karyawan Alexander Group yang dulu bermasalah dan Ayah yakin, sekarang mereka sedang ingin membalas dendam," jelas Jo. Mereka semua menatap tak percaya ke arah Jo. "Tapi Tuan Davin dan Nona Aluna belum tahu soal ini, karena Ayah menyimpannya rapat dari siapapun. Bisakah kamu membantu Ayah, Nat?"
...🍫🍫🍫🍫...
Othor Kalem perjelas lagi tuh kodenya.
Ada yang ingat? Kira-kira siapa?
Oh iya, Othor minta maaf ya kalau dalam 30 hari ke depan, bakal jarang update
Ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal
Tapi bakal Othor usahain buat update ya
__ADS_1
Setelah 30 hari, bakal rajin kaya semula dan Insya Allah bawa cerita baru 🙊
Jangan lupa, dukungan buat Othor Kalem.