Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
68


__ADS_3

Mansion Alexander.


Rania sedari tadi duduk gelisah menunggu kepulangan suaminya. Jam sudah menunjukan pukul enam sore, tapi Rania belum melihat adanya tanda-tanda kedatangan mobil suaminya. Aluna yang baru memasuki ruang tamu, berjalan mendekati anak menantunya itu.


"Ran, kamu di sini?" tanya Aluna sembari mendudukkan tubuhnya di samping Rania.


"Iya Mom, Rania sedang menunggu Kak Al," sahut Rania pelan. Kedua alis Aluna terlihat saling menaut.


"Memangnya Al belum pulang?" Rania menanggapi pertanyaan mertuanya hanya dengan sebuah gelengan kepala. "Kamu sudah menghubunginya? Tidak biasanya Al pulang terlambat."


"Sudah Mom, tapi tidak di angkat," jawab Rania lesu. Hembusan napas kasar terdengar keluar dari mulut Aluna, ia menghidupkan kunci layar ponsel di tangannya dan menghubungi nomor anak sulungnya.


"Hallo, Mom." Suara Alvino terdengar sampai ke telinga Rania karena Aluna sengaja men-loudspeaker panggilan itu.


"Al, kenapa kamu belum pulang? Kasihan Rania sedari tadi menunggumu," ucap Aluna sambil menatap wajah Rania yang nampak sendu.


"Astaga. Al lupa Mom, hari ini Al sedang lembur dan kemungkinan pulang tengah malam. Tolong bilangin ke Rania ya Mom, Al belum sempet."

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak menghubungi istrimu sendiri? Apa kamu mau bicara sendiri pada Rania, sekarang dia sedang di samping Mommy."


"Mom ...."


"Al, aku sudah menyiapkan makananmu di atas meja." Deg. Jantung Rania berdetak begitu cepat saat mendengar suara perempuan dari panggilan suaminya.


"Mom, aku tutup dulu." Tut tut tut, panggilan itu terputus begitu saja, padahal Aluna masih ada yang akan ia tanyakan. Aluna mencoba menghubungi nomor Alvino lagi, tapi nomor itu tidak bisa di hubungi sama sekali.


"Mom, apa Kak Al masih marah pada Rania?" tanya Rania lirih, Aluna memegang kedua bahu Rania dan mengusapnya lembut.


"Apa kamu ada masalah sama Al?"


"Lebih baik kamu sekarang tenang dan masuklah ke kamar, nanti biar Mommy yang bicara sama Al," suruh Aluna. Rania mengangguk mengiyakan, ia segera beranjak bangun dan berjalan menuju ke kamarnya.


Aluna memandang kepergian Rania dengan rasa iba. Dia merasa tidak tega saat melihat wajah anak menantunya yang terlihat sangat muram, bahkan ia sempat melihat kedua bola mata Rania yang terlihat berkaca-kaca.


"Al, kamu benar-benar keterlaluan! Kalau nanti kamu pulang, Mommy harus memberimu pelajaran!"!geram Aluna sambil meremas ponselnya kuat.

__ADS_1


Rania yang sudah sampai di kamarnya, segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kedua matanya terpejam diiringi hembusan napas kasar yang terdengar memecah keheningan di kamar itu. Kegelisahan dan ketakutan kembali menyergapi hatinya, apalagi suara perempuan tadi yang begitu terngiang-ngiang di telinganya.


"Siapa wanita yang sedang bersama Kak Al saat ini? Kenapa suaranya terdengar begitu lembut? Apa Kak Al punya wanita lain belakangku?" gumam Rania bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Tanpa terasa, airmata Rania menetes dari kedua sudut matanya, bahkan ia merasakan dadanya terasa begitu sesak. "Seminggu menjadi istrinya, Kak Al sangat memperlakukanku dengan baik, jadi mana mungkin Kak Al mengkhianatiku, tapi bagaimana kalau memang wanita tadi memang benar-benar ... Aahhh!" Rania berteriak keras sambil menjambak rambutnya dengan kencang.


Dia segera beranjak bangun dan berjalan cepat menuju ke kamar mandi. Sesampainya di dalam, dia berdiri di depan cermin besar yang berada di sana. Rania melepas baju tidur di tubuhnya dan hanya menyisakan bra. Kedua tangannya saling mengusap bekas luka yang terlihat begitu jelas.


Harusnya kamu sadar, Ran. Memang semulus apa tubuhmu? Banyak wanita yang lebih cantik dan lebih mulus dari kamu. Harusnya kamu sadar diri. Batin Rania dengan airmata yang mengalir membasahi pipinya.


"Ya, setidaknya mimpiku memiliki Kak Al, sudah terwujud." Rania berjalan menuju ke tempat shower dan mengguyurkan tubuhnya di bawah sana untuk menepis pikiran negatif yang menghampirinya. "Aku harus yakin kalau Kak Al, tidak pernah mengkhianatiku."


...🍫🍫🍫🍫...


Author pantau jempol kalian ya 😂


ayokk jangan males buat kasih dukungan yaaa

__ADS_1


salam sayang dari Author recehan 😘


__ADS_2