Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
65


__ADS_3

Alvino menatap Rania yang sedang duduk menunduk di atas tempat tidur, gaun pengantin yang sedari tadi di pakai Rania kini masih melekat di tubuhnya, tanpa ada niatan sedikit pun untuk melepaskannya. Bibir Alvino tersenyum tipis saat melihat Rania yang terlihat begitu gugup.


"Apa kamu tidak ingin membersihkan tubuhmu?" tanya Alvino sambil mendudukkan tubuhnya di samping istrinya.


"Se-sebentar Kak," jawab Rania gugup. Jari-jemari lentik Rania terlihat saling meremas bahkan sampai basah karena keringat.


"Apa kamu ingin aku membantu membersihkan tubuhmu?" Alvino menangkup pipi Rania dan menghadapkan ke arahnya, sementara Rania berusaha mengalihkan pandangannya.


"Kenapa pipimu sangat merah? Apa kamu demam?" goda Alvino sambil mengusap pipi itu dengan lembut. Rania memejamkan kedua bola matanya saat merasakan jantungnya yang berdetak berkali-kali lipat lebih cepat.


"Kak, bisakah Kak Al sedikit menjauh dariku? Jantungku rasanya mau meledak," ucap Rania malu, apalagi saat ia mendengar gelak tawa keluar dari mulut lelaki yang dikaguminya sejak dulu dan kini sudah berstatus sah sebagai suaminya.


"Bagaimana kalau seperti ini. Cup!" Tubuh Rania terasa membeku saat Alvino mendaratkan sebuah ciuman di bibir tipisnya. "Apa jantungmu juga terasa akan meledak?" tanya Alvino dengan senyum menggoda.


Rania hanya diam membisu karena dia sedang berusaha menetralkan kerja jantungnya. Melihat Rania yang hanya terdiam, Alvino kembali mencium bibir istrinya dengan lembut, bahkan ciuman itu semakin lama semakin terasa menuntut.

__ADS_1


Rania membuka bola matanya lebar saat merasakan bibir Alvino kembali menyentuh bibirnya, tapi kali ini lebih lama bahkan dia merasakan lidah Alvino yang terasa mendesak, mencoba memasuki rongga mulutnya. Rania memejamkan matanya seketika saat ia merasakan sebuah gigitan di bibirnya hingga mulutnya refleks terbuka. Saat kesempatan itulah, lidah Alvino terasa masuk dan menyapu seluruh rongga di dalam mulutnya.


"Jangan menahan napasmu!" perintah Alvino melepaskan ciumannya diiringi napasnya yang terdengar memburu.


"Maaf Kak. Aku tidak tahu." Rania menundukkan kepalanya saat mendengar perintah Alvino yang terdengar sedikit membentak. Merasa telah salah bicara, Alvino mendongakkan wajah istrinya yang telihat sedih.


"Kamu tidak perlu minta maaf. Aku yang salah sudah membentakmu. Kamu tahu, aku justru bahagia melihat kamu yang sepolos ini," bisik Alvino tepat di telinga Rania, hingga membuat semua bagian tubuh Rania terasa meremang. Apalagi saat bibir Alvino sudah menempel di leher jenjangnya, semakin membuatnya merasakan sebuah perasaan yang terasa begitu membuncah.


Rania menggigit bibirnya untuk menahan ******* yang hendak keluar dari mulutnya. "Jangan tahan, mendesahlah sekeras yang kamu mau." Seketika bibir Rania mengeluarkan ******* yang sedari tadi ia tahan.


"Kenapa?" tanya Alvino setengah berbisik, tapi Rania bisa merasakan hembusan napas Alvino yang terdengar begitu memburu dan terasa hangat menerpa telinganya. Rania menggelengkan kepala secara perlahan.


"Aku malu, Kak." Suara Rania terdengar begitu lirih, bahkan nyaris tidak terdengar.


"Kenapa mesti malu?" tanya Alvino lagi, Rania merasa begitu gugup saat tangan Alvino menyibakkan rambut yang menutupi setengah wajahnya menuju ke belakang telinga.

__ADS_1


"Kak, tubuhku sudah tidak mulus lagi." Alvino menangkup wajah istrinya saat mendengar nada bicara Rania yang terdengar sedih.


"Aku tidak peduli pada mulus tidaknya tubuhmu. Mau seburuk apapun kamu, percayalah kalau aku mencintaimu dengan tulus. Kamu adalah hal paling terindah di antara semua hal indah yang pernah kumiliki." Rania memejamkan matanya setelah mendengar ucapan Alvino, bahkan setetes airmata terlihat mengalir dari kedua sudut matanya dan ibu jari Alvino segera mengusapnya dengan lembut.


"Kenapa menangis? Apa kamu tidak bahagia menikah denganku?" tanya Alvino pelan.


"Aku sangat bahagia, Kak. Justru sangat-sangat bahagia. Aku dulu selalu bermimpi bisa memiliki Kak Al dan sekarang aku tidak menyangka kalau mimpiku bisa jadi nyata dan aku merasa sangat bahagia."


...🍫🍫🍫🍫...


Hai. Berjumpa lagi dengan Author recehan.


gimana? Ada yang kangen enggak nih?


gak ada ya 😢 Ya udah Author bobok lagi deh

__ADS_1


😂😂😂


__ADS_2