Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
108


__ADS_3

Di sebuah gedung yang sudah lama tak terpakai. Rania duduk terikat di kursi dengan mulut yang tertutup kain. Rania berusaha meronta, tapi ikatan itu benar-benar sangat kuat. Dia menatap ke arah Jack yang sedang menyeringai ke arahnya.


"Lebih baik kamu duduk tenanglah. Apa kamu tidak kasihan dengan calon anakmu?" suruh Jack dengan senyum sinis. Rania akhirnya diam, dia hanya pasrah dan berdoa semoga suaminya segera datang menolongnya.


"Hai Sayang, kamu sudah datang?" sapa Jack. Rania bisa melihat Katty yang baru masuk ke dalam gudang itu. Rania memalingkan wajahnya saat melihat Jack dan Katty berciuman tanpa malu.


"Bagaimana rencanamu sudah berhasil?" tanya Jack saat ciuman itu sudah terlepas.


"Gagal! Sahabat diaβ€”Jonathan Saputra sangat setia sekali," ucap Katty dengan kesal.


"Tak apa, kamu tenang saja. Kita sudah menggenggam kelemahan Al," kata Jack dengan senyum licik. Katty menoleh ke arah Rania, dia berjalan mendekati Rania dan melepas kain yang menutupi mulut Rania.


"Hai, Nyonya Muda," bisik Katty tepat di telinga Rania.


"Nona Katty apa yang kamu lakukan?" tanya Rania gugup. Dia merasa begitu takut saat melihat sorot mata Katty.


"Wah, sebuah kehormatan untukku bisa berjumpa denganmu. Selamat ya atas kehamilanmu. Semoga saja setelah ini, calon penerus Alexander Group tetap baik-baik saja." Tubuh Rania menegang, entah mengapa perasaanya mendadak tidak enak. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi kepadanya ataupun calon buah hatinya.


"Aku mohon, jangan sakiti aku atau calon anakku," pinta Rania, matanya mulai terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kita lihat saja, secepat apa suamimu datang menolong." Rania melihat Katty yang tersenyum miring. Tangan Katty mengusap pipi Rania dengan lembut, membuat Rania bergidik ngeri.


"Bagaimana kalau kuberi kamu dua pilihan?" Rania menatap ke arah Katty yang masih tersenyum ke arahnya.


"Pilihan apa?" tanya Rania penasaran.


"Pilihan pertama, aku tidak akan menyakiti kamu ataupun calon anakmu asal kamu pergi meninggalkan Alvino dan pilihan kedua ... kalau kamu tidak mau meninggalkan Alvino, jangan salahkan aku kalau kamu kehilangan calon buah hati kalian atau bahkan nyawamu sendiri," kata Katty. Rania membisu, dia bingung dengan apa yang harus dipilihnya. Dirinya seperti sedang dihadapkan dengan buah simalakama.


Kak Al, apa yang harus kupilih? Kalian berdua sangat berarti untukku dan aku tidak mungkin menyakiti salah satu di antara kalian. Cepatlah datang, Kak. Selamatkan aku dan calon anak kita. Rania memejamkan matanya, berusaha mencari keputusan terbaik yang harus dia ambil.


***


"Sabar, Al. Ini sudah cepat," sahut Kenan berusaha menenangkan Alvino.


"Bagaimana aku bisa sabar kalau istriku sedang dalam bahaya!" Alvino bersandar di kursi dan mengusap wajahnya kasar. "Perasaanku sangat tidak enak, Ken. Aku berharap semoga istriku baik-baik saja."


"Al, daddy kamu dan Uncle Jo juga sedang dalam perjalanan ke sana."


"Bagaimana daddy bisa tahu?" tanya Alvino heran.

__ADS_1


"Karena Felisa adalah mata-mata Tuan Davin," sahut Kenan.


"Apa?! Bagaimana bisa?" tanya Alvino tak percaya.


"Nanti saja aku jelaskan, Al." Kenan menambah laju kecepatannya, berpacu dengan waktu agar tidak terlambat menyelamatkan Rania.


Namun, saat Kenan menambah laju kecepatannya, dari arah depan ada sebuah mobil box yang melaju kencang ke arahnya. "Awas Ken!"


Prang! Foto keluarga di ruang tamu Mansion Alexander tiba-tiba terjatuh begitu saja. Aluna dan beberapa pelayan segera menuju ke ruang tamu. Perasaan Aluna mendadak tidak enak saat melihat kaca bingkai foto itu sudah hancur berantakan.


"Ya Tuhan, ada apa ini?" gumam Aluna. Dia merasa begitu cemas dengan keadaan suami dan anaknya. Apalagi Davin baru saja pergi bersama Jo untuk menyelamatkan anak menantunya.


...🍫🍫🍫🍫...


Eh, kok komentarnya sepi banget kaya hati Othor?


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Fans NN sabar yaa, mereka akan muncul kalau sudah waktunya. Othor juga pengen loh dirindukan oleh kalian πŸ™ŠπŸ™Š

__ADS_1


__ADS_2