
Nadira berlari mendekati Dion yang masih berdiri, dia memeluk tubuh Dion dengan kencang hingga tubuh mereka nyaris terjatuh. Semua menatap tak percaya pada tindakan Nadira itu. Sementara Nathan, bangkit berdiri dan menatap mereka berdua. Namun, sorot mata Nathan ke arah Dion terlihat sangat menajam.
"Sayang, kamu ke mana saja? Kenapa baru datang? Aku khawatir selalu mikirin kamu." tanya Nadira bertubi-tubi, hingga membuat senyum tipis terukir di bibir Dion.
"Baby, maafkan aku. Aku kemarin ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Aku baru pulang tadi dan langsung ke sini, tapi ternyata aku sudah terlambat," sahut Dion lirih.
"Kak Nathan, bisakah pertunangan kita dibatalkan? Dion sudah datang," pinta Nadira ragu.
"Elvina Nadira Alexander!" panggil Davin tegas. Nadira menoleh ke arah keluarganya yang tampak tidak suka. "Bisakah kamu memiliki sebuah pendirian? Daddy tidak suka punya anak yang plin plan!" bentak Davin dengan amarah yang hampir memuncak.
"Dad! Aku menerima lamaran Kak Nathan karena aku kira kalah taruhan. Sekarang Dion datang, itu artinya aku menang dan aku berhak memilih siapa yang akan menjadi suamiku!" Suara Nadira pun mulai terdengar meninggi. Jo dan Mila tidak percaya ucapan yang keluar dari mulut Nadira.
"Kalian taruhan? Pantas saja dia menyuruhku untuk menjauh darimu selama dua minggu," ungkap Dion. Mereka beralih menatap Nathan yang terlihat masih mengepalkan tangannyaa erat.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalau kamu adalah pria yang suka melanggar janjimu sendiri," cibir Nathan sambil menatap Dion dengan kilatan amarah yang mulai terlihat membara. Semua tercengang mendengar ucapan Nathan yang menunjukkan kalau ucapan Dion itu benar adanya.
"Kak Nathan! Apa benar yang kalian katakan?" tanya Nadira meminta penjelasan, tapi Nathan hanya diam membisu. "Kak Nathan, jawab!"
"Ya, aku memang menyuruh Dion untuk menjauh dari kamu, sampai kita resmi tunangan." Bruk! Tubuh Nathan jatuh tersungkur di atas lantai dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya. Nathan menatap ke arah Alvino yang baru saja memukulnya.
"Mas, tolong Nathan. Aku takut dia kenapa-napa," pinta Mila sambil menggoyang-goyangkan lengan Jo. Namun, Jo sama tidak merespon, dia hanya diam menatap ke arah Nathan dengan tatapan yang susah dijelaskan.
"Aku tidak menyangka kalau kamu sepicik itu, Nat! Aku tahu kamu mencintai Nadira, aku tahu kamu ingin menjaganya. Bukan begini caranya!" murka Alvino, dia menarik kemeja Nathan dan membantunya berdiri, tapi setelah itu dia kembali memukul Nathan hingga tubuh Nathan jatuh tersungkur lagi. Bahkan kini darah segar keluar dari hidung Nathan karena sakit kuatnya pukulan dari tangan Alvino.
"Menjauhlah Mil. Biarkan Nathan mendapat balasan dari apa yang sudah dia lakukan," perintah Jo tegas. Raut wajah Jo terlihat datar, dan Nathan bisa melihat kekecewaan dari wajah ayahnya.
"Tidak, Mas! Aku tidak akan pernah rela anakku dipukul walaupun dia salah. Kalau mau pukul, pukul aku saja! Kalian boleh pukul aku sampai mati, tapi jangan pernah sekalipun memukul anakku, apalagi di depan mataku!" teriak Mila dengan airmata yang sudah mengalir. Semua terdiam, sedangkan Nathan langsung memeluk tubuh Mila dengan erat.
__ADS_1
"Bunda, maafkan Nathan sudah membuat Bunda kecewa," ucap Nathan lirih, airmatanya pun tak bisa lagi dibendung saat melihat bagaimana Mila sangat menyayanginya.
"Sudahlah, kita pulang saja. Kita harus obati luka kamu," ajak Mila, lalu membantu Nathan berdiri. Mila menatap ke arah suaminya yang hanya diam, lalu dia menatap ke arah Davin dan Aluna secara bergantian.
"Tuan Davin, Aluna. Aku minta maaf kalau Nathan sudah membuat kalian kecewa. Aku pamit." Mila menggandeng tangan Nathan yang hanya terdiam. Mila menghembuskan napas kasar saat tidak melihat respon apapun dari suaminya. Bahkan, Jo hanya duduk diam di posisinya dan hanya menatap kepergian Nathan dan Mila.
"Kak Nathan!" panggil Nadira berteriak saat Nathan hampir sampai di pintu. Nathan berbalik dan menatap ke arah Nadira yang juga sedang menatapnya penuh amarah. "Bisakah Kak Nathan jelaskan semuanya?"
...🍫🍫🍫🍫...
Kok Nathan jadi jahat sih?
terus gimana thor?
__ADS_1
gak gimana-gimana 😂