Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
80


__ADS_3

Hati Nadira sedang merasa gelisah saat ini. Bagaimana tidak, nomor ponsel Dion sudah enam hari ini tidak bisa dihubungi sama sekali. Bahkan, Nadira pernah mendatangi rumah Dion, tapi tidak ada satupun penghuni rumah yang terlihat.


"Apa yang harus kulakukan sekarang?" gumam Nadira putus asa. Dia mengusap wajahnya secara kasar. Tiba-tiba ponsel Nadira berdering, dia sangat berharap yang menghubunginya saat ini adalah Dion. Dengan gerakan cepat Nadira mengambil ponsel miliknya. Namun, setelah itu wajahnya tampak kecewa saat melihat bukan nama kekasihnya yang tertera di sana.


"Hallo, Kak." Suara Nadira terdengar begitu lesu.


"Bagaimana, Nin? Apa Dion sudah bisa dihubungi?"


"Belum, Kak. Ada perlu apa Kak Nathan meneleponku?"


"Aku hanya akan memastikan saja. Kalau besok malam Dion tidak bisa datang, kamu harus bersiap kalau aku yang akan datang melamarmu."


"Terserah Kak Nathan saja!" Nadira mematikan ponsel itu secara sepihak. Setelah itu, dia melemparkan ponselnya ke tembok hingga benda pipih itu hancur tak berbentuk lagi.


"Dion, kamu di mana? Kalau sampai besok kamu tidak datang. Aku benar-benar akan membencimu." Nadira beralih menjambak rambutnya. Dia merasa sangat frustasi saat ini. "Aku harus berbicara dengan mommy." Nadira segera beranjak bangun dan bergegas keluar kamar untuk menemui Aluna.


Nadira melihat Aluna yang sedang di ruang keluarga bersama Davin, dia mendekati orang tuanya dan duduk diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Mom, ada yang mau Nadira bicarakan," ucap Nadira pelan. Davin dan Aluna hanya diam, tanpa merespon apapun. "Mom, bisakah Mommy memberi waktu lagi. Satu minggu lagi, Mom," pinta Nadira memelas.


"Memang kenapa? Dion tidak mau datang ke sini?" tanya Aluna sambil menatap lekat wajah putrinya. Nadira menggelengkan kepalanya dengan perlahan.


"Aku mohon, Mom." Nadira menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Dia sangat berharap sang mommy, akan memberikan mereka sedikit waktu lagi.


"Tidak! Keputusan Mommy tidak bisa diganggu gugat. Kalau sampai besok Dion tidak datang ke sini. Maka hubungan kalian harus benar-benar berakhir!" tegas Aluna. Kedua bola mata Nadira terlihat berkaca-kaca, dia beralih menatap Davin untuk meminta pembelaan.


"Dad." Davin memalingkan wajahnya. Dia sebenarnya tidak tega melihat putrinya yang memelas seperti itu. Namun, dia juga tidak bisa menentang perintah istrinya, karena dia tahu kalau yang dilakukan istrinya itu, demi kebaikan Nadira.


"Daddy setuju dengan mommy. Bagaimanapun juga, Daddy ingin kamu mendapatkan lelaki yang benar-benar bertanggung jawab." Nadira menghembuskan napas kasar. Jika sudah seperti ini, dirinya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Maksud kamu?" tanya Aluna tidak paham.


"Aku taruhan sama Kak Nathan, kalau Dion tidak datang ke sini. Maka Kak Nathan yang akan datang melamar ke sini. Nadira tidak mau sama Kak Nathan, dia terlalu genit," terang Nadira. Entah mengapa, dia merasa sangat membenci Nathan saat teringat betapa dekatnya Nathan dengan Anin.


"Bagus dong, Mommy justru lebih setuju kalau kamu nikah sama Nathan bukan sama Dion," kata Aluna dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Tapi Nadira tidak mencintai Kak Nathan. Nadira hanya cinta sama Dion." Nadira bersikukuh, dia tidak bisa membayangkan seandainya Nathan yang menjadi suaminya. Dia pasti akan semakin cepat menua karena selalu marah-marah melihat Nathan yang genit dengan wanita lain.


"Kita lihat saja, besok jam delapan malam. Kalau Dion tidak datang, maka kamu harus menerima lamaran Nathan dan menikah secepatnya."


"Mom," rengek Nadira, tapi Aluna seolah tidak peduli. "Aku benci Mommy sama Daddy!" Nadira yang tak bisa lagi menahan tangisnya, segera berlari kembali ke kamarnya.


"Sayang, aku tidak tega dengan Nadira." Davin merangkul pundak istrinya, dia tahu kalau Aluna juga tidak tega. Namun, semua harus tetap dijalankan, karena mereka hanya ingin kebaikan untuk mereka satu-satunya.


"Aku yakin semua pasti baik-baik saja." Aluna menghapus airmata di sudut matanya. Dia tahu kalau Nadira sangat mencintai Dion, tapi dia juga tidak ingin jika putrinya jatuh di pelukan lelaki yang salah.


"Aku harap semua yang terbaik untuk Nadira." Davin memeluk tubuh istrinya erat, memberi ketenangan meskipun hatinya sendiri juga sangat resah. Semua orang tua, pasti ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka.


...🍫🍫🍫🍫...


Habis ini, bakalan tahu siapa yang akan datang dahulu.


ayo Team Nathan dan Team Dion.

__ADS_1


Tunjukkan suara kalian 😂😂


__ADS_2