Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
106


__ADS_3

Alvino, Nathan serta Kenan baru saja sampai di pesta perayaan ulang tahun Katty. Mereka bertiga menjadi pusat perhatian, banyak gadis-gadis tamu undangan yang sangat mengagumi ketiga pria tampan itu. Meskipun Alvino sudah berstatus sebagai pria beristri, nyatanya masih saja yang mengidam-idamkan dirinya. Setelah mengucapkan selamat untuk Katty, mereka bertiga duduk di meja yang sudah di sediakan dengan berbagai hidangan makanan di atasnya.


"Al, kamu yakin baik-baik saja datang ke pesta ini?" tanya Nathan. Ia meminum minuman bersoda di depannya. Padahal di setiap meja disediakan minuman beralkhohol, tapi mereka bertiga tidak ada yang menyentuhnya sama sekali.


"Aku sudah meminta izin pada Rania dan dia sudah mengiyakan," sahut Alvino. Dia menghela napas panjang. "Tapi aku merasakan perasaanku sangat tidak enak." Alvino mengaduk makanan di piringnya tanpa berniat memakannya sama sekali.


"Berdoalah semoga semua akan baik-baik saja." Kenan berusaha menenangkan Alvino yang memang sejak pulang dari kantor terlihat begitu gelisah.


Obrolan mereka terhenti saat acara ulang tahun itu dimulai. Mulai dari acara tiup lilin, potong kue. Persis seperti acara ulang tahun anak-anak. Namun, Alvino terdiam saat dirinya dipanggil untuk menerima kue potongan pertama.


"Kamu saja yang maju, Nat." Alvino mendorong tubuh Nathan untuk menggantikannya.


"Kenapa harus aku? Ogah!" tolak Nathan mentah-mentah.


"Aku juga tidak mau, Nat. Ingat! Ada hati yang harus ku jaga," kata Alvino.


"Aku juga ada hati yang harus di jaga, Al!" timpal Nathan dengan ketus.


"Siapa?" tanya Alvino menyelidik. Nathan langsung terdiam dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih. Nathan akhirnya mengalah, tanpa banyak bicara dia bangkit berdiri dan berjalan mendekati Katty.

__ADS_1


"Maaf Nona Katty yang cantik jelita, saya mewakili sahabat saya karena dia tidak mau menyakiti hati istrinya yang kebetulan sedang mengandung," kata Nathan dengan sopan. Mereka yang mendengar begitu tercengang dengan kabar kehamilan itu. Karena keluarga Alexander maupun Sandijaya belum memberitahukan ke publik.


Nathan mengambil kue itu dan langsung memakannya tanpa menunggu Katty menyuapinya. Setelah kue itu berhasil di telannya, Nathan segera kembali ke meja tanpa peduli pada wajah Katty yang sudah sangat malu. Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang berdiri mengawasi mereka dari jauh. Bahkan, tangannya terlihat mengepal erat.


"Al, kenapa rasanya gerah sekali?" Nathan membuka kancing kemejanya dan mengipasi tubuhnya dengan telapak tangan.


"Kamu yang benar saja, Nat. Ini ruangan ber-AC mana mungkin kamu kegerahan," kata Kenan dengan senyum meledek.


"Beneran, Ken. Rasanya seperti saat aku tanpa sengaja meminum obat perangsang dari Anin. Atau jangan-jangan—" Nathan tidak meneruskan kata-katanya. "Sial!" Nathan menggebrak meja dengan keras hingga banyak yang terkejut dan menatap ke arahnya.


"Kenapa, Nat?" tanya Alvino. Dia heran melihat Nathan yang terlihat gusar.


"Mike! Selidiki CCTV gedung XX, tempat acara ulang tahun Nona Katty," perintah Alvino saat Mike berjalan mendekatinya.


"Baik, Tuan Muda. Tadi saya tidak sengaja melihat Felisa masuk ke dalam gedung." Rahang Alvino mengeras saat mendengar jawaban Mike.


"Cepat selidiki dan pastikan keselamatanku, rumah tanggaku dan istriku benar-benar terjaga," titah Alvino. Mike hanya mengangguk, dia bisa melihat sorot mata Alvino yang menampilkan kilatan amarah.


Alvino segera masuk ke dalam mobil untuk menyusul Nathan. Namun, baru saja Kenan akan menginjak pedal gas, ponsel Alvino terdengar berdering. Alvino menautkan kedua alisnya saat melihat nomor Maya menghubunginya. Perasaan Alvino mendadak khawatir, dia merasa begitu cemas dengan keadaan istrinya.

__ADS_1


"Tu-tuan. Nyo-nyonya—"


"Ada apa dengan istriku, May!" tanya Alvino dengan nada membentak.


"Nyonya Rania diculik!"


...🍫🍫🍫🍫...


Ada yang kangen Othor gak??


Nih othor kasih pemanis yaa, maaf kalau kurang tidak sesuai imajinasi kalian 😁


Alvino Putra Alexander



Rania Sandijaya


__ADS_1


__ADS_2