Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino
37


__ADS_3

Perusahaan Alexander.


"Selamat pagi Tuan Muda Alvino Putra Alexander," sapa Jack yang baru saja memasuki ruangan Alvino.


"Bersikaplah yang sopan, kita sedang berada di perusahaan." Alvino bicara dengan ketus, tatapan matanya ke arah Jack langsung menajam.


"Maafkan aku, Tuan. Bagaimana persiapan Anda untuk balapan nanti malam?" tanya Jack dengan senyum tipis di bibirnya.


"Apa yang perlu aku persiapkan? Harusnya kamu yang mempersiapkan dirimu untuk kekalahanmu lagi. Bukankah dari dulu kamu selalu kalah dariku?" Alvino menyeringai tipis saat melihat raut wajah Jack yang terlihat begitu marah.


"Kali ini, aku tidak akan kalah darimu dan aku memiliki sebuah kejutan untukmu." Alvino melihat senyum licik dari sudut bibir Jack.


"Benarkah? Aku sangat tersanjung sekali dan aku sangat menunggu kejutan darimu." Alvino menyandarkan tubuhnya di kursi dengan jari-jemari tangan yang saling bertautan.


"Tuan Muda, sepuluh menit lagi kita ada rapat," ucap Kenan menyela perbincangan mereka.


"Baiklah Ken, tetapi aku masih ada tamu." Merasa tersindir dengan ucapan Alvino, Jack segera bangkit dan berpamitan untuk pergi dari ruangan itu.


"Kamu yakin bisa memastikan dirimu baik-baik saja saat melawan Jack yang curang?" tanya Kenan khawatir karena dia juga tahu bagaimana liciknya seorang Jack. Setiap mereka beradu di arena balap, Jack selalu melakukan berbagai cara untuk menang.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, Ken. Aku pasti bisa mengalahkan Jack bagaimanapun caranya dia berbuat curang." Suara Alvino begitu meyakinkan membuat Kenan hanya bisa menghela napasnya.


"Oh iya Ken. Sepuluh menit lagi kita akan rapat dengan siapa?" tanya Alvino berusaha mengingat-ingat.


"Tidak ada, saya hanya beralasan saja agar si manusia licik itu segera pergi dari ruangan ini," sahut Kenan dengan santai.


"Kamu benar-benar pintar, Ken. Aku juga muak berdekatan dengan dia." Alvino kembali fokus pada komputer di depannya.


"Tuan, bolehkah saya bertanya?" Alvino kembali mengalihkan pandangannya ke arah Kenan. "Kenapa saya merasa Anda sedang gelisah dan khawatir?" tanya Kenan pelan, Alvino menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Kamu tahu Ken, nanti malam yang balapan bukan hanya aku dan Jack tetapi Ana juga ikut."


"Kamu tenang saja Ken, aku akan berusaha menjaga keselamatan Ana," sahut Alvino.


"Terima kasih, Tuan. Saya harap Anda benar-benar bisa menjaga Ana dengan baik dan tidak ada sedikit pun luka di tubuh Ana." Alvino menatap lekat ke arah Kenan yang terlihat begitu mengkhawatirkan Ana.


"Ken, bisakah kamu jawab dengan jujur pertanyaanku? Sebenarnya kamu mencintai Ana atau Rania?" tanya Alvino penasaran.


"Kenapa Anda bertanya seperti itu, Tuan?" tanya balik Kenan, dia tidak berani menatap ke arah Alvino.

__ADS_1


"Tidak papa, hanya saja aku bisa melihat kamu yang begitu menyayangi Rania tetapi saat ini aku melihat rasa khawatirmu yang sangat besar saat mendengar Ana akan ikut balapan bersama Jack."


"Sudahlah, Tuan. Kita sedang berada di kantor jadi tidak perlu kita membahas hal yang menyangkut hal pribadi," timpal Kenan, dia berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku harap kamu tidak mencintai mereka berdua sekaligus, Ken," ucap Alvino, Kenan mengalihkan pandangannya dari layar tabletnya.


"Memang kenapa? Anda juga mencintai salah satu di antara mereka?" tanya Kenan menebak. Alvino tidak menjawab, dia hanya menatap komputernya sembari mengusap-usap dagu. Suasana di ruangan itu menjadi hening karena Alvino tidak sedikit pun membuka suaranya sedangkan Kenan tidak bertanya lebih lanjut. Kenan hanya kembali fokus pada layar tabletnya.


Aku hanya tidak ingin kamu melukai hati Rania, Ken. Jika memang kamu memilih Rania daripada Ana, maka aku harap kamu benar-benar bisa membuat dia bahagia.


🍫🍫🍫🍫*


Ya ampun kesiangan. Udah nungguin ya?? 😂😂


thor jangan lama-lama dong, udah penasaran banget.


Tenang! Sebentar lagi semua akan terungkap kok.


Dukungan kalian jangan lupa, Author tunggu.

__ADS_1


__ADS_2