
Rania masih membisu dengan tubuh yang gemetar. Di merasa begitu ketakutan apalagi saat ia melihat sorot mata Katty yang begitu menakutkan. Sementara Jack hanya duduk santai menatap mereka.
"Nona Katty sebenarnya ada masalah apa Anda dengan keluarga saya?" tanya Rania berusaha memberanikan diri.
"Tidak perlu banyak bertanya! Aku menyuruhmu memilih bukan bertanya!" bentak Katty. Tubuh Rania kembali meringsut takut. Bahkan, sudut matanya mulai meneteskan airmata. Dia sangat berharap suaminya bisa datang menolongnya, tapi entah mengapa dia tidak yakin kalau Alvino akan datang menolongnya.
"Jawab!" titah Katty dengan membentak.
"Maafkan saya, Nona. Saya tidak akan memilih siapa pun," sahut Rania diiringi isak tangis. Katty tersenyum sinis. Dia mengeluarkan botol kecil dari dalam saku jaketnya.
"Karena kamu tidak bisa memilih, maka jangan salahkan aku kalau obat ini masuk ke dalam perutmu," kata Katty. Dia membuka botol itu dan mengambil tiga buah pil obat dari dalamnya.
"Obat apa itu?" tanya Rania takut. Katty memegang rahang Rania, tapi Rania menutup rapat mulutnya. Berusaha menolak agar obat itu tidak masuk ke mulutnya.
"Buka mulutmu!" Rania refleks membuka mulutnya saat mendengar perintah Katty yang begitu lantang. Katty memasukkan obat itu dan memaksa Rania untuk menelannya. Rania menangis saat obat itu masuk melewati tenggorokannya. Dia berharap semoga janinnya baik-baik saja.
"Hahaha." Jack tertawa keras saat Rania sudah menelan obat itu. "Terima kasih, Sayang. Kamu sudah membalaskan dendamku." Jack mendekati Katty dan menciumnya mesra di depan Rania yang sedang merintih kesakitan.
__ADS_1
Aku mohon bertahanlah, Sayang. Yakinlah kalau daddy akan datang menolongmu. Mommy mohon, bertahanlah sebentar lagi.
"Bangs*t kalian!"
Dor!
Jack terjatuh ke lantai saat peluru dari pistol milik Alvino tepat mengenai kaki kanannya. Ia mengerang kesakitan saat darah segar mulai keluar dari luka tembak itu. Rania menoleh ke arah Alvino yang sedang berdiri di pintu masuk dengan beberapa luka di wajah. Dia juga melihat Davin dan Jo serta Kenan berdiri di belakang Alvino. Wajah Kenan juga hampir sama terlukanya dengan Alvino. Terlihat kilatan amarah dari sorot mata Alvino apalagi saat melihat Rania yang merintih kesakitan karena obat yang ditelannya mulai bereaksi. Katty berjalan mundur dan berdiri di belakang Rania. Tangannya memegang dagu Rania dengan erat hingga Rania semakin merintih kesakitan.
"Jangan tunjukkan kelemahanmu atau kamu akan kalah, Al." Davin berusaha mengingatkan Alvino yang mulai gusar melihat Rania. Apalagi saat dia melihat Rania yang terus merintih kesakitan.
"Pergi kalian! Atau Rania dan calon penerus Alexander Group akan mati!" ancam Katty. Aimata Rania semakin mengalir deras saat merasakan perutnya yang semakin terasa kram. "Silakan kalian ucapkan selamat tinggal, bukankah kamu sudah menelan pil penggugur kandungan, Nyonya Muda Alexander," kata Katty tepat di telinga Rania.
"Lepaskan!" Jack berusaha meronta, tapi kaki Kenan benar-benar sangat kuat menahannya.
"Nona Katty, katakan apa salahku atau keluargaku, kurasa aku tidak melakukan kesalahan apa pun padamu." Alvino mencoba bernegoisasi.
"Bukan keluargamu yang salah, tapi kamu Al! Alvino Putra Alexander! Kamu yakin tidak mengenaliku? Gadis kecil yang dulu mengejarmu," tutur Katty. Alvino terdiam, berusaha mengingat-ingat masa lalunya.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak mengingatmu sama sekali," timpal Alvino karena dia memang tidak bisa mengingat siapa Katty.
"Tentu saja kamu tidak mengingatku, tapi kamu pasti tidak akan lupa dengan gadis kecil bernama 'Ryn' yang dulu mengejarmu tapi kamu tolak mentah-mentah. Bahkan kamu menghinaku sebagai gadis buruk!" ungkap Katty. Tubuh Alvino menegang saat memory ingatannya kembali mengingat ke masa kecilnya dulu.
"Jadi, kamu ini—Cateryn?" tanya Alvino tak percaya. Katty hanya mengangguk dengan cepat.
...🍫🍫🍫🍫...
Kalian tegang gak??
Lebih suka yang tegang apa yang bucin bikin laper eh baper? 😁
Thor, kok Katty dulu tidak ada di cerita awal?
Karena emang Othor baru masukin sekarang.
Gak nyambung dong.
__ADS_1
Okee bab selanjutnya kita bermain ke masa lalu Alvino tepatnya ke masa di mana Alvino dan Katty bertemu, dan alasan kenapa Katty begitu dendam dengan Alvino.
Jangan bosen dulu yaa, ingat dukungan kalian Othor tunggu.