
Alvino menatap lekat wajah Rania yang terlihat begitu pucat, telapak tangannya menyentuh kening Rania dengan lembut. Dia merasakan kening Rania yang terasa panas bahkan sampai membuat telapak tangannya menjadi sangat hangat.
"Cepatlah sembuh," gumam Alvino sambil mengusap pipi Rania dengan lembut. Tuan Sandi dan Ana hanya diam duduk di atas sofa sambil menatap ke arah mereka berdua.
Selang beberapa saat, senyum Alvino mengembang saat melihat Rania mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu.
"Ya Tuhan, aku kira aku sudah terbangun tapi ternyata aku masih mimpi," gumam Rania sambil menatap wajah Alvino lekat dan tanpa sadar dia mengusap pipi Alvino dengan lembut. "Al, Al. Kamu benar-benar membuatku gila karena bayangan wajahmu yang selalu menghantuiku. Aku benci kamu Al!" Rania menepuk pipi Alvino cukup keras hingga membuat Alvino mengaduh kesakitan.
"Auh! Bisakah kamu memukul dengan sedikit lebih lembut." Rania tertegun saat mendengar suara Alvino dan dia melihat Alvino yang sedang memegangi pipinya yang baru saja dia tepuk.
"Kamu itu hanya sebatas hayalan tapi kenapa bisa bersuara?" tanya Rania belum percaya.
"Aku bukan mimpi, Ran. Aku nyata!" Alvino menarik senyum di sudut bibirnya saat melihat wajah Rania yang telihat menjadi gugup.
"Ka-kamu nyata? Kamu benar-benar Alvino?" Rania masih berusaha memastikan.
"Ya, aku Alvino Putra Alexander." Suara Alvino terdengar sangat tegas membuat Rania susah payah menelan salivanya.
"Ma-maaf Tuan, saya kira saya sedang bermimpi." Rania mengalihkan pandangannya menghindari Alvino.
__ADS_1
"Tidak apa, kamu terlihat menggemaskan saat sedang seperti ini," puji Alvino hingga tanpa sadar membuat wajah Rania merona merah.
"Maaf Tuan, bisakah anda sedikit menjauh dari saya? Saya takut tidak bisa mengontrol perasaan saya." Rania terlihat sangat menghindari Alvino.
"Kenapa?"
"Tidak papa, Tuan." Suara Rania terdengar begitu lirih bahkan nyaris tidak terdengar.
"Katakanlah semua perasaanmu sejujurnya, Ran."
"Tu-tuan maaf. Saya sudah jatuh cinta pada Anda sejak dulu, tetapi saya sadar kalau hanya saya saja yang mencintai Anda, jadi saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menghapus perasaan saya kepada Anda." Suara Rania terdengar getir, sedangkan senyum di wajah Alvino langsung memudar begitu saja.
"Maafkan aku, Ran." Alvino menggenggam tangan Rania dengan erat tapi Rania segera menarik tangannya keluar dari genggaman tangan Alvino.
"Ran, jangan seperti itu." Tuan Sandi yang sedari tadi diam kini melangkahkan kakinya mendekati brankar.
"Papa di sini? Di mana Kak Ana?" tanya Rania saat papanya sudah berdiri di sampingnya.
"Aku di sini, Ran." Ana ikut bangkit berdiri dan berjalan mendekati brankar Rania.
__ADS_1
"Kak, Rania minta ...."
"Kakak yang minta maaf sama kamu karena Kakak sudah sangat jahat kepadamu. Kakak sangat bersalah padamu, Ran." Ana menundukkan kepalanya, dia merasa sangat menyesal dengan semua yang sudah dia rencanakan ataupun lakukan.
"Sudahlah Kak, jangan terlalu dipikirkan. Rania sudah memaafkan Kakak kok," sahut Rania lembut, Ana segera mendekati adiknya dan merebahkan kepalanya di samping kepala adiknya.
"Kakak sayang kamu," kata Ana lembut sambil mengusap pipi Rania.
"Aku juga sayang Kakak." Tuan Sandi tersenyum bahagia melihat kedua putrinya yang juga sedang tersenyum. Hatinya kembali merasa lega melihat mereka yang sudah kembali baik-baik saja.
Disaat suasana sedang begitu haru, ponsel Alvino terdengar berbunyi hingga memecah keheningan yang tercipta di dalam ruangan. Tangan Alvino merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Dia melihat nama Aluna tertera di ponselnya dengan segera Alvino mengangkat panggilan itu.
"Maaf, saya permisi dulu," pamit Alvino, dia beranjak bangun dari posisi duduknya.
"Hallo Mom," sapa Alvino sambil berjalan menjauhi brankar, Rania hanya membisu saat menatap kepergian Alvino dari ruangannya.
"Ran, fokuslah pada kesembuhanmu terlebih dahulu, selain kesehatanmu kita akan selesaikan semuanya nanti saat kamu sudah benar-benar pulih," kata Tuan Sandi, dia melihat Rania yang mengangguk perlahan dengan wajah yang terlihat sedih.
...🍫🍫🍫🍫🍫...
__ADS_1
Author up tiga bab yaa,
eitss jangan lupa tinggalkan jejak di setiap bab nya.