My Devil Man

My Devil Man
MDM-Part 27 21+


__ADS_3

21+.. Harap bijak memilih bacaan..


Tubuh Asya terpundur,rasa gemetar menghujam tubuhnya yang rapuh,perlahan mulai berimbas pada keseimbangan diri. Asya tersungkur tepat disudut dinding kamar Zidan,kala lelaki itu dengan pelan melangkah seakan hendak menelannya hidup-hidup.


Napasnya tercekat dan butir bening telah mengalir deras dipelupuk matanya. Tak ada yang bisa Asya lakukan kecuali mengatup dua telapak tangan dan memohon dengan isakan.


"Zidan dengerin aku dulu.. aku gak maksud,aku cuma.. aku cuma takut kamu marah kalau aku kasih kabar ke kamu..".


Lelaki itu tak perduli,telinganya seakan sudah tuli untuk mendengar pembelaan yang Asya ujar. Langkah yang dia ayunkan,perlahan mulai mendekati Asya. Zidan memegang pundaknya kasar lalu mengangkat tubuhnya yang lemah agar sejajar dengan pandangannya.


"Aku udah larang kamu Asya.. aku gak suka kamu dekat dengan cowo manapun.. termasuk mantan kamu itu..".


"Gak ada yang terjadi Zidan.. antara aku sama Raihan udah gak ada hubungan apa-apa..".


"Raihan! Raihan! Raihan!.. lagi-lagi dia?!".


Tangan Zidan mencengram kuat bahu Asya dan mendorongnya kasar kesudut tembok. Satu ringisan berhasil keluar dari mulut Asya,namun sekali lagi muak telah menguasai Zidan hingga membuat dia buta akan keposesifan yang egois.


"Aku akan kasih hukuman ke kamu Sya.. supaya kamu gak ngebantah lagi segala omongan aku..".


Belum sempat Asya berujar,Zidan dengan paksa mendorong tubuhnya itu untuk berbaring di ranjang. Asya terpekik berusaha bangkit dan memberi perlawanan. Kakinya meronta kala Zidan **** tubuhnya dan menahan dua tangannya tepat di atas kepala perempuan itu.


"Zidan jangan!!! jangan!! aku mohon jangan ulangi lagi..".


Mata Zidan telah gelap dan dengan kurang ajar merobek bagian depan dress Asya hingga koyak tak bersisa.


Menampilkan pemandangan bagian depan tubuh Asya yang terbentuk sempurna.


"Jangan!!". Asya terpekik. Ini seperti de javu yang kembali terulang lagi dan lagi.


Pencahayaan yang remang tak membuat mata Zidan sulit memandang,lagi-lagi dirinya kembali dibutakan oleh napsu bejat yang seakan menguasai diri. Zidan menunduk,melumat bibir Asya dengan kasar dan bengis. Bibirnya menginvasi bibir Asya,mengulumnya kuat bahkan menggigitnya.


Asya terpejam,ini pelecehan dan dia tak bisa menerimanya lagi. Kakinya kembali meronta,namun kalah cepat dari Zidan yang mengapit kakinya.


"Ini pelajaran untuk kamu Sya.. dan aku harap kamu ingat ini..". Desisnya begitu pangutan mereka terlepas.


Asya menggeleng,matanya mencoba menatap Zidan walau remang. "Jangan begini lagi Zidan.. aku janji gak ulang.. aku mohon..".


"Udah terlambat Asya.. udah terlambat..".


Zidan kembali melumat bibir Asya dan menggigitnya membuat Asya terpekik tertahan. Air mata semakin deras,manakala Zidan melepas kain bagian atasnya dan menangkup payudara sintal itu dengan remasan kuat.

__ADS_1


Asya tak sanggup melawan lagi dibawah dominasi kasar Zidan. Tangannya yang lemah bahkan sudah terlepas dari genggaman lelaki itu.


Bibirnya terasa bengkak dan napasnya tercekat. Asya memukul dada Zidan pelan,mengisyaratkan untuk berhenti.


Lumatan Zidan turun keleher jenjangnya,menyesapnya dengan kuat tanpa jeda,satu tangannya tetap aktif *** payudara Asya bergantian.


Sungguh ini benar-benar menyakitkan..


Asya hancur berkeping-keping,sedangkan Zidan sudah meloloskan setelan kerjanya dan kain yang tersisa di tubuh Asya,entah sejak kapan.


✳✳✳


Zidan menggeram dan mendesah di saat bersamaan,tubuhnya yang sudah dipenuhi peluh gairah masih memompa dengan hentakan kasar nan dalam,matanya terpejam kala kenikmatan seakan menjalar ditubuhnya yang mendominasi.


Sedangkan dibawahnya,tubuh Asya ringkih dan tangannya *** sprei kuat. Tak ada kelembutan yang Asya rasakan dari pergulatan ini,hanya rasa nyeri yang semakin bertambah kala Zidan mengehentak *****nya kasar kedalam intinya.


"Sstt.. Sya.. ini benerhh.. nikmat.. ahh...".


Desahan Zidan seakan menghujam,menusuk dengan begitu dalam hatinya yang rapuh. Harga dirinya yang tersisa sudah leyap,hangus oleh keegoisan lelaki yang masih setia mendesah dan menjamahnya begitu kasar.


Makin lama hentakan Zidan makin dalam,membuat Asya menggeram menahan nyeri yang teramat sangat. Suara ranjang yang berdecit dan ringkihan Asya menjadi saksi bisu betapa keegoisan telah merenggut segalanya. Menghancurkan Asya berkeping-keping hingga bahkan dirinya malu untuk sekedar membuka mata,menatap dunia.


Zidan tuli dan tak perduli. Kejantanannya tetap menghentak inti Asya hingga desahan nikmat terlontar begitu saja dari bibirnya dan sesuatu mengalir dibawah sana,memenuhi rahim Asya.


"Arghh.. Asyahh..".


Tubuh Zidan ambruk di atas tubuh polos Asya yang bergetar. Isakan Asya mengalun perih tepat ditelinga lelaki itu,membuatnya mendongak menatap dan akhirnya dengan ajaib tersadar.


Zidan bangkit dan melepaskan penyatuannya pelan,ringisan Asya tambah membuatnya bersalah. Zidan baru sadar,sedari tadi dia bermain kasar dengan perempuan itu. Memaksakan kembali kehendaknya lagi dan lagi.


"Asya.. maaf..".


Tangan Zidan terulur,memegang bahu Asya yang telah beralih memunggunginya. Tubuh Asya bergetar hebat dan isakannya kuat kala sentuhan Zidan terkena kulitnya yang nyeri.


Hati Zidan dipenuhi perasaan bersalah,saat manik legamnya melihat bekas sesapan yang terpatri begitu jelas,walaupun suasana kamarnya remang. Zidan mendekat kembali menyentuh Asya perlahan,namun dengan cepat tubuh Asya beringsut menjauh.


"Pergi Zidan.. aku mohon..". Lirih Asya disela isakannya.


Zidan menggeleng dan makin mendekat. "Maaf.. maafin aku..".


Asya bangkit sekuat tenaga,menahan perih didaerah selangkangan dengan tangan menggenggam kuat selimut yang menutupi tubuh polosnya. Matanya berkaca menatap nyalang Zidan,seakan menantang lelaki yang ada dihadapannya ini.

__ADS_1


"Maaf? udah berapa kali kamu minta maaf Zidan?! aku sakit.. aku tersakiti disini.. kamu gak pernah percaya sama aku kan? dari dulu kamu begitu.. dari dulu.. kamu s'lalu melakukan hal sesuka kamu..". Asya menangkup wajahnya yang sembab oleh air mata.


Zidan mendekat dan merengkuh tubuh Asya lembut,hatinya meringis begitu melihat Asya menangis. Namun apa daya,dia tak ingin kehilangan Asya hingga berbuat kasar diluar kesadarannya.


"Maaf Asya.. cuma itu yang bisa aku ucap ke kamu..".


Asya mendorong tubuh Zidan menjauh. "Kamu mau mengikat hubungan? tapi itu semua bukan berarti kamu bisa mengekang aku.. ingat Zidan! hubungan dilandaskan atas kepercayaan.. dan kamu gak memiliki itu sama sekali..". Desis Asya.


Asya berbalik dan beranjak tanpa memperdulikan lagi tubuhnya yang menjijikkan itu terekspos. Selangkangannya berdenyut sakit,membuatnya meringis tertahan namun Asya tetap melanjutkan langkahnya yang terseok kekamar mandi.


Zidan memperhatikan Asya dan hanya bisa diam. Tangannya menyugar rambutnya frustasi,mengutuk dan menghujam diri sendiri dengan kata-kata tajam.


"Bodoh!! bodoh!! lo harusnya lindungin dia!! bukan nyakitin dia kaya gini!! shit..! apa yang harus lo perbuat Zidan?!". Makinya kepada dirinya sendiri.


✳✳✳


Guyuran air membasahi tubuh Asya yang memerah,sensasi pedih seakan mencongkel kulitnya yang rapuh,akibat gosokan kuat yang dia lakukan untuk menghilangkan aroma Zidan dari tubuhnya.


Bibirnya gemetar dan kebiruan,tubuhnya yang menggigil kedinginan tak lagi dia perdulikan. Pikirannya seakan terenggut paksa dari raga begitu pula nyawanya. Asya lelah,lelah dengan semua scenario kehidupan diri,yang seakan tak pernah berpihak dihidupnya.


"Tuhan.. apakah hidup ku harus s'lalu seperti ini?". Lirihnya.


Sudah hampir satu jam Asya bergelumur di bawah pancuran air. Membuat Zidan yang berdiri didepan pintu kamar mandi khawatir. Diliriknya jam diatas nakas yang menunjukan waktu malam hari. Tak baik bagi Asya untuk terus mengguyur tubuhnya seperti itu,pikir Zidan.


Dengan ragu tangan Zidan terangkat,mengetuk pintu kamar mandi perlahan namun tak ada jawaban. Diketuknya lagi dan sama tak ada jawaban.


Zidan tak punya pilihan lain,selain mendobrak paksa pintu didepannya. Dan alangkah terkejutnya Zidan begitu melihat Asya meringkuk pingsan di bawah guyuran shower yang masih menyala.


"Asya.. Asya bangun Sya..". Zidan memangku kepala Asya tanpa memperdulikan tubuhnya yang ikut basah.


Dengan spontan Zidan merengkuh tubuh Asya dan membawanya kedalam gendongan lalu direbahkan diranjang.


Lelaki itu berbalik,menuju lemari besar dan mengambil sebuah handuk dan pakaian miliknya sendiri.


Dengan telaten Zidan mengelap tubuh basah Asya dan memakaikannya pakaian. Sesekali tangannya menangkup pipi perempuan itu,memberikan seberkas kehangatan.


"Maaf Asya..". Ucap Zidan seraya mengecup dahi Asya dalam.


Dirinya beranjak mengganti pakaian dan kembali berbaring di ranjang,lalu mendekap tubuh Asya dibalik selimut yang menghangatkan.


"Mungkin cara aku mencintaimu salah Asya.. tapi kamu harus yakin,dibalik semua ini aku gak bisa lihat kamu terluka.. keegoisan,mungkin merupakan salah satu cara yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan cinta aku ke kamu.."

__ADS_1


__ADS_2