Nada & Bunyi

Nada & Bunyi
#71 [Bab. jakarta land dan si putis]


__ADS_3

Nada meletakkan telfon. Melangkah bergabung pada ketiga sahabatnya.


Kembali ke Amsterdam. Ya, Nada mungkin akan kembali nanti. Amsterdam sudah seperti rumah baginya. Yang harus tetap dikunjungi suatu hari nanti. Tapi untuk sekarang, ia sudah memantapkan diri untuk tinggal di Jakarta lagi. Semua permasalahan sudah selesai. Gak ada alasan lagi untuknya pergi dari kota kasih sayang. Lagipula, ia sudah menginginkan kehidupan seperti dulu. Contohnya mengurus La vie en rose bersama Banda. Nada ingin kembali menjadi bagian didalamnya. Karena saat perayaan kemarin pun, Banda memohon agar Nada kembali mengurus cafe itu. Selain itu, Nada juga ingin mengembangkan musik Jazz-nya. Memperkenalkan musik Jazz dengan caranya sendiri. Bahkan, saat ia melihat Alya beberapa waktu yang lalu, Nada juga sempat kepikiran ingin membuka satu panti asuhan. Lebih tepatnya rumah yang nantinya akan mengajarkan banyak anak tentang arti dari kasih sayang. Rumah bagi mereka yang merindukan kata pulang juga. Karena di dunia ini, banyak sekali dari mereka yang gak tau harus pulang kemana, atau harus sayang ke siapa. Ya, contohnya Nada setahun lalu. Bingung apa kalimat yang paling tepat jika ada yang bertanya definisi dari kata rumah atau kasih sayang.


Jika melihat kembali apa yang terjadi di belakang, Nada sudah melewati banyak hal-hal sulit di dalam hidupnya. Sebenarnya, semua manusia akan seperti itu bukan? Menghadapi banyak hal-hal yang membuat sakit kepala bahkan sampai berpikir kalau hidup itu gak adil.


Saat sudah mengerti tentang arti dari kepergian, saat Nada kecil beranjak remaja, mengetahui kalau Ayahnya pergi dan keluarga yang hancur berantakan, Nada pikir hidup sangat tidak adil padanya. Apalagi, ditambah dengan kedatangan Pak Tio dan semua hal buruk setelahnya. Saat itu, Nada remaja bahkan menganggap hidup hanya tentang air mata saja. Tak ada pagi yang tampak indah. Teman terbaik pun, ya, cuma kesedihan.


Tapi perlahan ia mulai mengerti. Ternyata, hidup tak seburuk apa yang ia pikirkan. Walaupun setiap harinya harus dilalui dengan banyak sekali kesedihan, tapi pasti ada saja yang datang untuk menenangkan. Ternyata hidup cuma tentang waktu, waktu, dan waktu. Semakin banyak hari yang dilewati, maka akan semakin banyak hal yang dipahami. Ya, kan, menangis saja banyak caranya. Kalau saat kecil kita bisa menangis dengan keras, lalu kenapa sewaktu beranjak dewasa kita bisa menangis tanpa harus menunjukkan air matanya? Ya. Itulah yang dinamakan proses. Seenggaknya, Nada sudah cukup banyak melewati itu.

__ADS_1


Pukul empat sore. Matahari redup seiring awan mendung menari-nari menggoda bumi.


"Yah... gue lupa bawa kacamata." ucap Jeje kesal. Membongkar isi tas kecil miliknya.


Una melirik, "Emangnya di Banda Neira nanti lo mau fashion show?" meledek Jeje. "Bawa yang penting-penting aja, Je." tambahnya.


Jeje memalingkan wajah. Kesal memikirkan kacamatanya.


"Kenapa, Na?" tanya Naira. Melihat Una.

__ADS_1


"Gue juga lupa bawa bedak malam, Nay" jawabnya polos.


Jeje melirik Una, "Bawa yang penting-penting aja, Je..." ucapnya. Menirukan gaya bicara Una tadi.


Una memalingkan wajah. Mereka semua tertawa.


Semua sudah siap. Barang-barang yang akan dibawa ke Banda Neira sudah rapi di dalam koper. Nada dan ketiga sahabatnya akan berangkat menuju bandara. Mereka berkumpul di teras rumah. Ada Bu Ann juga dan Bara yang sedang mempersiapkan mobil. Dia yang akan mengantar Nada dan yang lain ke Bandara.


Tadi, Banda juga sempat menelepon Nada. Katanya ingin menitip sesuatu. Tapi sampai sekarang belum datang. Mungkin Banda tak sempat datang karena ini hari minggu. Hari dimana Blanche ramai pengunjung. Setiap minggu akan selalu begitu.

__ADS_1


Pergi ke Banda Neira, Nada tak membawa banyak barang. Tak seperti Jeje atau Una yang membawa banyak baju. Tapi, ada dua barang yang ikut serta ia bawa dalam perjalanan ini. Kedua barang itu adalah walkman dan kerang jingga yang diberikan Alya padanya. Nada sudah berjanji pada Alya akan membawa kerang itu kemanapun ia pergi. Dan untuk walkmannya, ke Banda Neira mungkin perlu waktu yang cukup lama. Jadi, walkman itu akan menemani Nada di perjalanan.


__ADS_2