Nada & Bunyi

Nada & Bunyi
#90 [Bab. sebuah kejutan]


__ADS_3

Mungkin semuanya telah usai sekarang. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari itu. Dari semua yang terjadi barusan. Hati Nada hancur berantakan. Keadaannya buruk. Lebih buruk dari senja yang kehilangan jingganya. Bahkan mungkin Bunyi juga sama hancurnya. Dan sekarang, bagaimana dengan perasaan itu, cinta yang besar itu. Tak ada yang tau. Mungkin semuanya memang sudah berakhir.


Hujan jatuh semakin rapat. Nada berlari dengan isak tangisnya. Air mata tercucur deras di setiap jejak-jejak langkahnya. Semua berlalu begitu cepat. Padahal baru saja Nada bahagia lagi. Bahagia karena Bunyi dan cinta mereka. Padahal baru saja Nada bahagia lagi. Bahagia karena melihat Papa-nya lagi. Orang yang selama ini ia cari bertahun-tahun, orang yang sangat ia rindukan kehadirannya. Tapi kini, semua kebahagiaan itu hilang dalam sekejab. Semuanya karam. Habis tanpa sisa.


Nada belum berhenti menangis, dan masih terus mengutuk keadaan di dalam hatinya. Nada membenci semuanya. Tak terkecuali hal-hal sekecil apapun. Kenapa Papa harus datang. Siapa yang pernah menyangka kerinduan akan berubah menjadi rasa benci yang sangat besar. Sekarang Nada membenci Pak Karso. Membenci rasa rindu dan semua hal yang ada di dalamnya. Raga yang penuh harap agar kembalinya orang yang sangat disayangi, ditenggelamkan rasa kecewa yang dalam. Tapi jika kalian bertanya apa hal yang paling Nada benci sekarang, maka jawabannya adalah kenyataan.


"Nad, kamu kenapa?!" Naira bertanya panik. Berlari dengan Abimanyu menghampiri Nada. Memeluk Nada dan melihat semua air mata itu. Tangis Nada semakin pecah di pelukan Naira.

__ADS_1


Tapi tetap saja Nada tak menjawab. Mungkin rasa sakit yang ia rasakan sekarang gak bisa diucapkan, dijelaskan dengan kalimat yang paling mudah sekalipun. Naira dan Abimanyu saling tatap. Masih bingung kenapa Nada bisa menangis seperti itu. Padahal yang mereka tau, beberapa jam yang lalu Nada masih bahagia. Ya, memang. Kebahagiaan bisa berubah dengan cepat menjadi kepiluan karena kenyataan-kenyataan baru.


Sebagai seorang sahabat, melihat kondisi Nada, Naira tau kalau semuanya sedang tidak baik-baik saja. Kemudian semua tak bertahan lama. Hujan semakin deras turun pada setiap menitnya. Sepertinya Banda Neira sedang berduka petang ini. Naira membantu Nada berjalan. Abimanyu memayungi mereka. Mungkin Naira sadar sekarang bukan waktu yang pas untuk bertanya tentang itu. Mereka bertiga melangkah ke mobil.


Saat sudah mobil pun semua masih sama saja. Naira bertanya berulang-ulang kali tapi Nada tak bilang apa-apa. Gak ada jawaban apapun. Malah Nada semakin nangis sesenggukan di pelukan Naira. Semua yang terjadi tadi masih tampak jelas di depan matanya. Bahkan seketika terlihat semakin jelas seiring hal-hal lain yang juga datang tiba-tiba. Potongan-potongan kenangan masa lalu yang menyakitkan, atau bagian-bagian indahnya yang sekarang berubah dan jadi sama menyakitkannya. Menyeramkan.


"Nad." Suara Naira terdengar pelan. Dia tak tau harus berbuat apa. Wajahnya cemas, bingung.

__ADS_1


Naira melirik Abimanyu di bangku depan mobil, begitupun sebaliknya. Mereka masih sangat bingung. Sekarang keadaannya memang sulit sekali untuk dimengerti.


"Apa yang udah terjadi, Nad. Lo kenapa? Cerita ke gue..." Suara Naira semakin cemas setelah Nada mengatakan itu tadi.


"Nad---" Naira berkata pelan. Mencoba bertanya ada apa atau apa yang sudah terjadi sekali lagi.


"Please, Nay. Antar gue ke bandara." Nada memotong kalimat Naira. Bersikeras dan masih terisak.

__ADS_1


Percuma. Kayaknya memang gak akan ada penjelasan. Naira mencoba mengerti dan mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi. Naira mungkin gak tau apa yang telah membuat keadaan sahabatnya jadi begitu. Hancur berantakan. Tapi sekali lagi Naira tau kalau semuanya memang sedang tidak baik-baik saja. Melihat Abimanyu lagi, Naira mengangguk. Abimanyu mengerti arti dari anggukan kepala itu. Sebuah isyarat. Mobil menyala. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya area festival benar-benar ditinggalkan.


Entahlah. Entah bagaimana semua itu bisa terjadi. Terkadang semesta selalu punya cara agar kita bisa menangis dengan keras. Bahkan dalam hal membuat hati yang tadinya bahagia jadi hancur berkeping-keping tanpa sisa dengan waktu yang sangat singkat. Tapi jika dipikir-pikir bukankah segala sesuatu yang terjadi punya alasannya sendiri? Termasuk sesuatu yang paling menyakitkan sekalipun. Hujan benar-benar turun sangat deras. Sepertinya badai akan segera datang. Sebentar lagi malam juga akan tiba. Di ujung bukit, sang surya berkenan tenggelam meski enggan. Setengah hari berlalu diluar dugaan. Hari ini Banda Neira sedang berkabung. Dan petang tadi, mungkin Banda Neira memberi jawaban tentang arti dari sebuah kejutan.


__ADS_2