
...• • •...
Hari pertama dan udara sejuk di pagi pertama. Pukul 09.00 pagi. Nada melangkah menuruni anak tangga. Ia menuju lobby hotel. Semalam hari yang sangat melelahkan untuknya. Setelah Abimanyu mengantar Nada dan tiga peri centil ke hotel, mereka semua pun langsung bergegas istirahat. Tak ada kegiatan apapun yang dilakukan selain Nada yang sempat berbalas pesan dengan Cikal sebentar. Laki-laki itu memberitahu kalau festival akan dibuka pukul 11.00 pagi ini. Cikal juga menanyakan keadaan Nada dan yang lain sebelum akhirnya pesan terputus. Nada ketiduran.
Tadi pun saat matahari mulai terbit, suasana di hotel ramai sekali. Abimanyu benar. Hotel ini memang dijadikan tempat menginap beberapa musisi beserta tim mereka masing-masing, turis-turis lokal dan mancanegara, serta beberapa tamu undangan seperti pejabat-pejabat penting. Tapi Cikal tak ada di sini.
__ADS_1
Sejak festival sumemr jazz diumumkan di seluruh media sosial dan media digital yang lain, turis-turis mulai berdatangan. Bahkan sehari setelah pengumuman itu. Tingkat ketertarikan orang-orang pada festival ini sangat tinggi. Grafiknya naik berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan weekend atau hari-hari besar. Kini Banda Neira patut diperhitungkan sebagai salah satu tempat wisata pilihan. Semua hotel penuh. Setidaknya ada lima hotel lain di dekat sini. Mungkin Cikal ada di salah satu hotel-hotel itu.
Nada memperhatikan sekitar. Memegang sepotong cokelat ditangannya. Ayunan. Ia melangkah ke halaman belakang hotel yang di sisi kirinya terdapat satu ayunan kayu. Menghadap ke laut.
Sebenarnya tadi Nada ingin duduk di lobby hotel. Memakan cokelat pemberian Mila sambil mendengarkan beberapa lagu dari walkman milik Alya. Tapi di lobby hotel keadaannya gak kondusif. Berisik. Banyak orang mondar-mandir, seorang turis yang mengeluhkan tentang transportasi di receptionist, dan salah seorang musisi yang repot--berdebat ingin pakai baju apa dengan asisten pribadinya. Jadi, bagi Nada pilihan terbaik pagi ini adalah duduk di ayunan kayu sambil memakan sepotong cokelat dan mendengarkan beberapa lagu.
__ADS_1
Nada memasang earphone di telinga. Membuka bungkus cokelat, ia juga memejamkan mata. Membiarkan hembusan angin menyibak beberapa helai rambut. Berayun pelan.
Selama berada di Banda Neira, Nada gak punya rencana apapun selain melihat festival. Berbeda dengan tiga peri centil yang sudah menyiapkan banyak rencana akan pergi ke mana atau akan melakukan apa. Bahkan Jeje dan Una saja sampai membuat daftar khusus mereka masing-masing. Tempat-tempat yang akan mereka datangi atau hal-hal super gila yang lain. Dan untuk Naira, tadi pagi dia membuat satu halaman blog yang bernama Banda Neira.
Semalam, sebelum sampai di hotel Naira dan Abimanyu melanjutkan obrolan mereka. Naira menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat Abimanyu sangat terkesan dengan rasa ingin tau Naira terhadap banyak hal. Terlebih lagi, pribadi Naira yang apa adanya kalau lagi ngomong jadi nilai tambah. Abimanyu benar-benar terpukau. Lalu, Abimanyu bilang kalau dia ingin mengajak Naira berkeliling pulau. Menemui salah satu tokoh masyarakat juga agar Naira bisa tau lebih banyak tentang Banda Neira. Hal itu tentu membuat Naira sangat senang. Ia setuju tanpa basa-basi apapun. Mereka akan pergi setelah acara pembukaan festival selesai. Dan dari situlah akhirnya Naira membuat satu halaman blog khusus yang didalamnya nanti akan menjelaskan tentang Banda Neira yang belum diketahui oleh banyak orang. "Hm... pasti ada nama Abimanyu juga tuh di dalam." Ledek Jeje saat Naira memamerkan halaman blog itu tadi pagi.
__ADS_1
Nada membuka mata. Cokelatnya sudah tinggal separuh. Ia melihat biru air laut. Memikirkan sesuatu. Ah, seandainya saja Bunyi ada di sini. Mungkin semuanya akan terasa lebih menyenangkan. Karena Bunyi tau apa yang seharusnya dilakukan. Ide-ide aneh, kejutan-kejutannya, dan tingkah laku konyolnya. Ya, seandainya saja.