
Besoknya, hari ketiga sekaligus hari terakhir berada di Banda Neira. Matahari pagi menyambut, tersenyum pada lembaran pertamanya. Walau sinarnya sedikit terhalang kabut yang entah sejak kapan ada. Mungkin karena hujan semalam. Pukul 10.30 pagi.
Hari ini adalah hari terakhir festival summer jazz. Euforia hari penutupan festival sudah terasa meski masih berada di hotel. Suasananya ramai sekali. Lobi hotel dipadati para musisi yang nanti akan mengisi acara penutupan festival beserta dengan kru mereka masing-masing. Ada juga beberapa musisi yang akan meninggalkan Banda Neira hari ini, turis-turis, dan orang-orang media yang sudah ada di hotel dari dua jam yang lalu. Nada dan tiga peri centil ada di antara keramaian itu. Bersiap akan pergi ke festival.
"Selamat pagi, Fren. Kalian pasti udah nungguin aku live, kan? Ya, seperti yang kalian lihat sekarang, disini ramai banget." Jeje berjalan di keramaian. Memegang handphone---berlagak seperti seorang youtuber. Berpose riang, entah sejak kapan peri centil yang satu ini jadi pandai nge-vlog.
"Kok muka gue gak kelihatan sih, Je." Una berseru-seru sebal. Cemberut.
__ADS_1
Nada dan Naira tertawa.
Beberapa menit kemudian Abimanyu datang menjemput mereka. Katanya acara penutupan akan dimulai setengah jam lagi. Setidaknya kali ini mereka gak boleh terlambat seperti hari pembukaan festival. Tadi pagi Cikal juga sudah memberitahu tentang itu lewat telepon. Dia bilang hari ini akan sangat meriah. Acara penutupan festival akan dibuat jadi sangat spesial. Selain karena hari ini adalah saksi penampilan terakhir dari pemain organ terbaik Amsterdam itu, juga akan ada kejutan-kejutan yang lain. Cikal bilang Nada gak boleh terlambat. Jangan sampai melewatkan hal sekecil apapun.
Oh, iya. Bunyi juga akan ada di acara penutupan festival hari ini. Tadi pagi dia memberitahu itu pada Nada lewat video call. Selain itu, Bunyi juga bilang hari ini akan jadi hari yang sangat spesial untuk mereka berdua. Bahkan katanya lebih spesial dari kemarin. Nada senyum-senyum sendiri mendengar itu. Bunyi memang yang paling ahli dalam membuat kejutan. Setelah itu, Nada dikagetkan dengan kemunculan seseorang yang tiba-tiba ikut bergabung di video call. Orang itu adalah Bu Mira. Nada langsung berseru-seru senang. Seakan tidak percaya kalau ternyata Bu Mira ada di Banda Neira juga.
"Berarti lo sama Bunyi beneran udah jadian, Nad? Udah pacaran gitu?" Jeje bertanya penasaran. Sangat antusias. Nada mengangguk pelan. Malu-malu.
__ADS_1
Beberapa menit yang lalu, ia akhirnya bercerira tentang hubungan itu pada yang lain. Tentang semua yang terjadi semalam. Sunset itu dan setiap bagian-bagian indah yang lain. Yang awalnya ingin Nada simpan sendiri dulu tapi pada akhirnya dibahas juga karena Naira tiba-tiba bertanya pada Nada kemana saja semalam sampai-sampai enggak datang ke festival.
"Wah, plot twist banget sih. Sering ilang-ilangan gajelas, tapi sekalinya datang, pergi berdua, langsung jadian. Keren, Nad." Una memberikan jempol. Jeje mengangguk-angguk setuju.
"Ya, kan yang sering ilang-ilangan gajelas bukan berarti gak serius, Na. Lagian jangan samakan kisah cinta lo sama yang lain deh." ledek Naira dari bangku depan mobil. Semua tertawa.
Setelah itu, sepuluh menit kemudian mereka sampai di festival. Akhirnya sampai tepat waktu. Nada dan tiga peri centil turun dari mobil. Ramai sekali. Mereka melangkah perlahan bergabung di keramaian. Hari ini benar-benar sangat meriah. Acara penutupan festival ini lebih meriah dari acara pembukaannya. Penonton membludak. Benar-benar diluar dugaan. Spanduk-spanduk terpasang rapi dengan tulisan, Thank you and see you guys. Puluhan balon biru, putih, abu-abu diterbangkan sebagai tanda kalau acara penutupan festival akan segera dimulai. Penonton bersorak. Bertepuk tangan gemuruh. Satu per satu personel band jazz mulai naik ke atas panggung. Hari ini memang jadi hari yang sangat spesial untuk Banda Neira. Benar-benar luar biasa.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Cikal datang menghampiri Nada dan tiga peri centil. Stelan jas cokelat rapi dengan dasi kupu-kupu, hari ini Cikal tampan sekali. Jeje dan Una aja sampai pangling. Terpesona. Salah tingkah. Ya, mungkin karena hari ini adalah hari spesial untuknya, jadi ya wajar aja kalau dia harus tampil sekeren mungkin hari ini.