Nahyanna

Nahyanna
BAB 93


__ADS_3

"Hahaha... Gak gitu, Kak. Maafin aku please. Aku beneran lupa ngabarin Kakak kalau aku pulang bareng Nahyan."


Anna membalikkan tubuh menghadap langit-langit kamar. Sanking senang pulang bersama Nahyan, bisa-bisanya dia lupa mengabari Dhyo.


"Hmm...," jawab Dhyo sambil berkutat dengan laptopnya di seberang sana.


"Hm doang nih? kakak ngantuk ya?" Anna tersenyum tipis.


"Gak," jawab cowok tampan itu dengan nada suara khasnya.


"Eum... Nahyan udah pulang ke rumah?" tanya Anna hati-hati.


"Kan Nahyan pulang bareng kamu."


Anna menggeleng, meski dia tau kalau cowok itu tidak mungkin melihatnya. "Maksud aku itu, pulang ke kediaman Rabusy. Rumahnya, bukan apartemennya."


"Oh." Dhyo terdiam sebentar. "Nahyan belum pulang. Sebelumnya dia gak pernah keras kepala kayak gini. "


Anna menggigit bibir bawahnya, ia semakin merasa bersalah. "Anu... gara-gara aku ya? Udah pasti gara-gara aku kan--"


"Laper gak?" alih Dhyo.


"BANGEEET!!"


"Keluar."


"Ke mana?"


"Luar rumah."


"Ngapain?"


"katanya tukang gopud nungguin."


"Iya?? Kakak ke rumah aku? Tunggu sebentar ya aku ke bawah!" Anna buru-buru ke arah cermin.


Setelah merapikan rambutnya dan memakai sedikit lip balm dia segera turun ke bawah.


"Kak Dh---lho? Nahyan?"


Nahyan mengangkat bahu, lalu merebut ponsel milik Anna. Cowok itu melihat sekilas panggilan telepon yang sedang berlangsung lalu dia putuskan sambungan telepon secara sepihak.

__ADS_1


"Nih, makan!" Anna menerima makanan yang Nahyan berikan dengan terpelanga-pelongo.


Tanpa Anna sadari, Nahyan sudah menerobos masuk ke dalam rumahnya.


Beberapa saat kemudian, Anna tersadar dari keterkejutannya. Lantas, dia mengekori Nahyan dengan perasaan khawatir.


"Ngapain masuk sih? Udah sana pulang!" usir Anna sambil melirik ke arah dalam rumahnya. Takut-takut keluarganya melihat.


"Santai aja kali. Gak bakal ada yang protes lagi," ujar Nahyan sambil duduk di sofa. Saat ini dia berada di ruang tamu.


Anna terdiam.


Lagi?


Gadis itu meremas tangannya cemas.


Mungkinkah Nahyan tau? Aneh? Tidak, justru sebaliknya. Akan aneh jadinya kalau selama ini Nahyan tidak mengetahui apapun tentangnya. Mencari informasi tentang Anna seharusnya bukanlah hal yang sulit untuk keluarga Rabusy bukan?


Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Hal yang dia takutkan sekarang benar-benar terjadi. Anna menghela napas, cukup melegakan Nahyan tidak pernah ikut campur dalam urusannya.


Nahyan yang sedari tadi memperhatikan bahasa tubuh gadis mungil di depannya ini hanya mendengus.


Sembunyi-sembunyi ditatapnyalah Nahyan.


Menyadarinya, cowok itu menghela napas. Dia berinisatif membukakan makanan yang ia beli


"Jangan ngarep. Gue gak bawa banyak, juga yang gue bawa cuma fast food."


"Apa?"


"Gue buru-buru, abis dari tongkrongan. Makanya cuma bisa bawain ayam, kentang, burger, eskrim, Manggo float. Lain kali, gue pesenin seafood sama daging," Nahyan menjelaskan sambil mengeluarkan satu-persatu makanan dan minuman yang dia sebutkan.


Anna menggaruk kepalanya. Yang dibawa oleh Nahyan jelas-jelas sudah banyak menurutnya.


Apakah semua orang kaya seperti ini?Anna menghela napas pelan, dia benar-benar tidak habis pikir.


Drrrt! Drrrr! Drrrr!


Ponsel Nahyan yang berada di atas meja bergetar.


Kedua sejoli itu reflek melihat ke layar ponsel.

__ADS_1


Nomor itu Anna kenal. Nomor gadis cantik bernama Enisha.


"Angkat gih!" suruh Anna sambil mencocolkan kentang goreng ke eskrim.


Rasanya? Ah mantap!


Nahyan menggeser tombol hijau. Tidak lupa menghidupkan loudspeaker.


"Nahyan! Astagaaa! Lo kenapa sih? Ngehindarin gue kah? Gue janji deh gak akan sentuh-sentuh lo seperti terakhir kali kita ketemu. Jadi maafin gue ya?" cerocos suara di seberang sana.


Anna menyeruput manggo float sambil mengipas-ngipaskan tangannya. Panas sekali di sini.


Sudut bibir Nahyan naik sedikit.


Sebelum menjawab, Nahyan berdeham pelan. Sangat pelan hingga Anna menyangka nya cowok itu sedang menahan batuk.


"Udah kan? Stop chat dan telepon gue. Lo pengganggu!" tekan Nahyan.


Anna menyelipkan rambut di belakang telinga seraya tersenyum samar. "Gak sekalian diblokir?" tanya Anna seraya mengerlingkan matanya.


Nahyan mendengus.


"Banyak mau!" Nahyan menyentil kening Anna.


Anna manyun, dia memegangi keningnya yang terasa sedikit nyut-nyutan.


"Nih! Lakuin sendiri!" Nahyan menaruh ponselnya di atas meja.


Anna mengulum senyum, tanpa ragu dia meraih ponsel Nahyan dan segera memblokir nomor gadis yang bernama 'Enisha'.


...°°°...


...TBC...


A/N :


Sejujurnya, gua pengen buat cerita baru. dan itu emang udah terpikirkan di otak gua idenya. but Aghh.... satu ini aja belom selesai-selesai 😃


untuk yg mulai lupa sama alurnya. monggo di baca ulang wkkwkwkw.


maap kan aku semua karena menghilang dari peradaban

__ADS_1


__ADS_2