
⚠Tinggalkan LIKE KOMEN. Aku takut sama HANTU soalnya :(⚠
🌟Enthusiasm chapter 20🌟
Happy reading, Guys!
"Bang, bubur ayamnya dua porsi ya!" ucap Anna sambil duduk di kursi kayu.
"Iya, Mba."
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Anna sudah selesai dibuat.
"Rp 18.000,00, Mba," kata Abang tukang bubur.
Anna membayar dengan uang pas.
Gadis itu berjalan kembali ke rumahnya. Namun, dia mendapati sebuah mobil yang mencurigakan tengah terparkir tidak jauh dari depan pagar rumahnya.
Anna diam di tempat, memperhatikan apakah itu adalah mobil yang berniat jahat. Walaupun mobil itu adalah mobil mewah yang mahal, tapi siapa yang tau kalau pemiliknya ada seorang kriminal.
Sekitar sepuluh menit Anna menunggu, tapi mobil itu tidak pergi-pergi juga.
Berniat menghampiri mobil, seseorang cowok bertubuh tinggi dan tegap keluar dari mobil mewah itu.
"Kayak kenal," gumam Anna.
Meski begitu, Anna menunggu apa yang akan dilakukan cowok itu. Faktanya, selama beberapa menit cowok itu hanya mondar-mandir.
Merasa penasaran, Anna langsung menghampiri cowok itu.
"Ngapain lo di sini?!" teriak Anna yang langsunh mengegas.
Nahyan berbalik, namun tidak seperti yang dia rencanakan, wajah Nahyan menjadi datar tanpa ada satu ekspresi.
Anna terpesona oleh cowok tampan yang sedang membawa buket bunga di tangannya.
"Ngapain bawa-bawa bunga?" tanya Anna masih ketus. "Mau alih profesi jadi tukang kebon?"
"Ngajak gelud?!" kata Nahyan yang langsung tersulut emosi. Namun, saat mengingat tujuannya ke sini, cowok itu memilih mengalah.
"Apa?!" pekik Anna.
"Pergi sana! Gak usah ke sini! Eneg gue liat muka lo," usir Anna yang tersulut emosi.
Nahyan menghela napas.
"Nih," kata Nahyan sambil menyerahkan buket bunga pada Anna.
Anna tidak mau menerimanya.
"Maksud lo apaan?" tanya Anna dengan ketus.
Hohoho... gue tau maksud lo, tapi so--ri dori stroberi, gue mau jual mahal dulu.
Nahyan terdiam. Lidahnya terasa kelu, padahal dia sudah menyiapkan kata-kata untuk meminta maaf pada Anna. Tapi sekarang semuanya seakan menghilang. Blank.
"Lo gak boleh marah sama majikan." Kata-kata yang keluar dari bibir Nahyan sangat berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
Nahyan merutuki kebodohannya.
"Gue emang babu lo, tapi marah atau enggaknya gue gak ada urusannya sama lo!" kata Anna yang langsung melangkah meninggalkan Nahyan.
Nahyan mencekal lengan Anna.
"Maaf," ucap Nahyan sambil menundukkan kata-katanya.
"Baru ngerasa bersalah?" tanya Anna sambil bersedekap.
"Maaf," ulang Nahyan yang terdengar lirih.
__ADS_1
"Gue gak mau!" ketus Anna.
"Na...." lirih Nahyan.
"Gue mau! Sekali gue bilang nggak ta nggak! maksa banget sih!" tolak Anna.
"Lagian, lo pasti taulah rasa gue kayak mana. Lo itu kan sering banget ngeginiin gue. Sekarang gantian," sarkas Anna.
Nahyan mengepalkan tangannya. Udah gue duga dia gak akan maafin gue, batin Nahyan yang merasa menyesal.
"Maaf...."
"Bener ya, lo itu IQ doang yang tinggi. Please-lah, kalo minta maaf itu ya gak usah bawa-bawa bunga! Gak guna tau gak?" kata Anna yang membuat rasa sesal Nahyan semakin menjadi.
"Lo pikir gue kuburan apa ya, pake dikasih-kasih bunga. Ooh... atau lo ngedoain gue cepet mati? Iya?!"
Nahyan mengusap wajahnya kasar, lalu menggelengkan kepalanya. "Astaga, gak gitu juga, Na!" bantah Nahyan.
"Kalau gitu, kenapa lo gak beliin gue makanan? Gue itu gak butuh dikasih-kasih bunga. Gue itu laper, lo bolot bener gitu aja gak ngerti," cerocos Anna panjang lebar. "bla bla bla bla...."
Nahyan menghela bosan. Daripada merasa menyesal, sekarang Nahyan merasa telinganya panas karena kata-kata yang keluar dari bibir Anna.
"Inget, gue gak terima ya lo ngasih gue bunga. Mending, sekarang lo pulang ... eh--"
Nahyan menarik tangan Anna ke arah mobilnya.
"Heh, ngapain lo nyeret-nyeret gue?!" teriak Anna.
Nahyan membukakan pintu mobil untuk Anna lalu berkata, "Masuk!"
"Hah? Apa--" Nahyan mendorong tubuh Anna agar masuk ke dalam mobil mewahnya.
Mau tidak mau, Anna masuk dalam mobil Nahyan.
"Kita mau ke mana?!" tanya Anna saat Nahyan menghidupkan mesin mobilnya.
Nahyan hanya diam tanpa berniat menjawab.
"Nahyan! Gue semakin marah sama lo. Pokoknya, gue benci elo! Sangat ben-"
"Berisik!" kata Nahyan sambil menyumpal mulut Anna dengan tisu.
Anna yang kesal langsung memukul bahu cowok itu kuat-kuat.
"Ngeselin lo, ya!" teriak Anna sambl memukul-mukul bahu Nahyan bertubi-tubi.
"Berhenti, Na!" kata Nahyan yang merasa terganggu.
Anna tidak mendengarkan Nahyan, dan tetap memukuli cowok itu. Nahyan menjadi tidak fokus mengemudi, hingga ada seekor kucing yang tiba-tiba menyeberang jalan. Dengan segala kemampuan dan timing yang tepat, Nahyan membanting stirnya.
CITT!
Kedua sejoli itu terlihat shock, apalagi Anna yang langsung menaruh kepalanya di atas dashboard.
Nahyan menatap Anna. "Jangan sampe lo kayak gitu lagi Anna! Lo tau kan kita hampir aja celaka gara-gara lo?!"
Anna memasang wajah memelas.
"Mending sekarang lo diem, deh! Bacot lo kurangin!" kata Nahyan.
Anna menekuk wajahnya. "Iya...," jawab Anna pelan.
Nahyan menjalankan kembali mobilnya, "Untung aja jalan lagi sepi."
***
Mobil Nahyan berhenti di sebuah parkiran restaurant berbintang, yang sekali makannya dapat menghabiskan tiga bulan uang jajan Anna.
"Wait, wait, wait!" kata Anna pada saat Nahyan yang keluar dari mobil.
Anna menghampiri Nahyan. "Kita ngapain ke sini?!" tanya Anna pada Nahyan.
__ADS_1
Cowok itu menaikkan sebelah alisnya.
"Makanlah," jawab Nahyan.
"Yang nyuruh lo ngajak gue ke sini siapa?!" kata Anna yang panik.
"Demi Tuhan, tadi gue kasih lo bunga malah marah-marah. Bilangnya gue gak peka, bolot dan segala macem."
"Sekarang gue ajak lo makan karena katanya lo laper, lo mau marah juga?"
Anna gelagapan. "Ya, gak sekarang juga!" bantah Anna. "Gue belum dandan."
"Terus kenapa?"
"Tuan muda Nahyan yang terhormat, lo gak liat apa gue masih pake baju tidur?!"
"Tentu aja liat, lo pikir mata gue rusak apa?"
"Yaudah, mending bawa gue pulang aja, kayak gembel tau gak!" kata Anna sambil menarik tangan Nahyan agar kembali ke mobil.
"Malah gue belum mandi lagi," gerutu Anna yang masih bisa di dengar Nahyan.
Cowok itu tersenyum miring, sebuah ide jahil melintas diotak jeniusnya.
"Ayo makan, gue laper!" ujar Nahyan sambil menyeret Anna balik ke restauran.
Anna menahan tubuhnya. "Gak mau!"
"Ayo!"
"Gue belum mandi!" kata Anna dengan pelan. Pasalnya, orang-orang yang berlalu-lalang selalu melihat ke arahnya.
"Gak masalah!" jawab Nahyan.
Anna menggeleng kuat. "Gak!" kata Anna lalu menggigit tangan Nahyan yang memegang tangannya. Setelah terlepas, gadis itu berlari menjauh dari restaurant dengan tertatih. Ingat, kaki Anna sedang terkilir.
Nahyan berlari mengejar Anna, lalu dengan mudahnya cowok itu menggendong Anna di pundaknya.
"Nahyaaaan, turunin gue!!" teriak Anna sambil memukuli Nahyan. Sedangkan Nahyan? Hanya tersenyum lebar.
"Udah, santai aja. Restaurannya punya gue," kata Nahyan yang menenangkan.
"Apa hubungannya?! Tetep aja gue kayak gembel di sini!" jawab Anna yang masih memberontak minta diturunkan.
"Lo masih cantik. Jadi gak usah heboh gitu!" ujar Nahyan sambil tertawa senang.
"Cantik lo bilang? Lo mah modelan Mimiperi aja dibilang cantik!" teriak Anna sambil memukul punggu Nahyan.
Cowok itu menyeringai lebar. "Tenang aja. Supaya lo gak keliatan lagi ngegembel, kita pesen ruang VIP."
Mendengar kata-kata Nahyan, Anna berteriak frustrasi hingga orang-orang di dalam restauran melihat ke arah mereka.
"Nahyan Gila!" gumam Anna sambil menutupi wajahnya karena malu.
Nahyan hanya tertawa lewat hidung.
°°°
Tbc
⚠NEXT? ❤ DIBILANG, LIKE KOMEN DULU⚠
*Gak nemu yang HD
Salam hangat,
Juecy.bell
15 Septermber 2020
__ADS_1