Nahyanna

Nahyanna
Bab 94


__ADS_3

Cowok itu mengambil sebuah keranjang berisikan beragam jenis camilan dari sebuah laci dari dapur, setelah itu dia berjalan santai menuju ruang TV.


Nahyan menaruh keranjang camilan di atas meja.


"Ini apa? " tanya Anna.


Sejak hari itu, hubungan Anna dan Nahyan sudah membaik, bahkan lebih terlihat mesra dibanding saat mereka berpacaran. Membuat hati kecil Anna kembali mengharapkan sesuatu dari Nahyan yaitu mempertahankan hubungan mereka.


Nahyan menahan tubuhnya yang sebentar lagi menduduki sofa. Otak cowok itu loading sejenak.


"Makanan," jawabnya seraya duduk beraandar di sofa. Merasa kurang nyaman, Nahyan menaikkan kakinya ke atas sofa, lalu menidurkan kepalanya di paha Anna.


"Ngapain sih? Geli tau...," decak gadis itu seraya mencoba menyingkirkan kepala Nahyan dari pahanya. Anna merasa sedikit tidak nyaman karena rasa geli di pahanya yang tercipta dari rambut Nahyan yang menusuk-nusuk kulitnya.


"Gini lebih nyaman," tekad Nahyan yang keras kepala tidak mau menyingkir.


Anna hanya pasrah.


Cowok ini akhir-akhir ini begitu menempel padanya, tidak lupa juga kadar manjanya menjadi tinggi. Meski dia tidak tau status dirinya dengan Nahyan sekarang apa, dia tidak merasa keberatan. Alasannya? Tidak banyak, hanya karena perasaan suka.


"Mau gue anter pulangnya?" tanya Nahyan.


Dia sekadar berbasa-basi karena sudah pasti Nahyan yang akan mengantar Anna pulang. Toh, dia yang 'menculik' gadis itu dari rumahnya.


Tawaran itu pun ditolak oleh Anna sebab Dhyo sudah berjanji akan menjemputnya. Anna melirik Nahyan sejenak untuk melihat reaksi seperti apa yang ditunjukkan cowok itu.


Walaupun samar kedua sudut bibir Anna tertarik. Dia merasa puas dengan raut wajah cemburu Nahyan yang hanya terlihat sepersekian detik.


Anna mengganti chanel TV digital ke sebuah drama China.


"Lo sengaja?" tuduh Nahyan.


Anna melirik Nahyan yang menatapnya tajam, dan berpura-pura tidak mengetahui apapun.


"Apa? Apanya yang sengaja?" sengit Anna. Gadis itu menyipitkan matanya sebagai pendukung aktingnya. "Ngajak gelud lo?"


Mendengar kata 'gelud' raut wajah Nahyan sedikit melunak. Cowok itu mengusap wajahnya tidak sabar.


"Astaghfirullah," Nahyan mendesis.


Anna terlihat menahan tawa. Dan saat itu pula Nahyan menyadari kalau dia sedang dikerjai.


"Seneng banget ya ngerjain gue?" sindir Nahyan yang membuat Anna langsung tertawa lepas.


"Ya maaf, habis, reaksi lo lucu."


Nahyan memasang tampang bete. Hal itu kembali membuat Anna tertawa.


"Gak usah kesel gitu. Lo jelek!" Gadis itu mengambil bantal sofa dan menenggelamkan wajah cowok dipankuannya dengan bantal.


Nahyan menarik pelan kunciran rambut Anna.


"Aduh, duh, duh, kok mainnya narik rambut sih!" sebal Anna yang langsung melempar bantal sofa ke sembarang arah.


"Alay! Gitu aja sakit!" remeh Nahyan.


Mata gadis itu melotot.


"Anj...," Anna menahan diri untuk mengumpat. Ini bukan pertama kalinya mulut Nahyan menyebalkan begini.


"Minggir!" Anna berusaha menyingkirkan kepala Nahyan dari pangkuannya. Namun Nahyan malah memeluk pinggang Anna seolah tidak mau lepas.


"Gak!" Nahyan menyembunyikan wajahnya di perut Anna.


"Nahyan! Apaan sih?! Lepas! Geli tau gak?!" jerit Anna yang benar-benar merasa geli.

__ADS_1


Nahyan menatap Anna. "Makanya jangan keras kepala."


"Keras kepala? Gue? Yang keras kepala itu lo!"


Nahyan memutar bola matanya.


"Ya, ya, ya!" ujar Nahyan dengan nada suara mengejek.


"Lo...!!!"


'Ah!'


Nahyan dan Anna reflek menoleh ke arah sumber *******. Anna melotot begitu melihat TV yang tengah menampilkan scene ciuman panas.


Anna segera berdiri untuk mengambil remot yang berada di ujung meja.


"Akh!" Nahyan hampir jatuh karena Anna yang berdiri tanpa ada aba-aba.


Gadis itu segera mengganti chanel TV dengan sebuah chanel TV yang menampilkan sebuah anime.


Ok, ini aman, pikirnya.


Namun, beberapa detik kemudian terbukti kalau pikirannya salah karena kali ini Anime yang ditampilkan juga sedang menampilkan adegan ciuman dengan tangan pria yang menjalar kemana-kemana di tubuh pemeran wanita.


Anna segera menekan tombol power di remot. Nahyan menikmati gerak-gerik Anna yang salah tingkah.


"TV lo apaan sih isinya? Bahaya tau ga kalau anak-anak yang lihat!"


"Gak ada anak-anak di sini. Yang ada cuma gue sama ...," Nahyan menatap mata Anna dengan ruat wajah misteri. "Lo."


Anna menelan saliva-nya. Nahyan membuat jantungnya jedag-jedug tak karuan. Puncaknya ketika Nahyan menarik Anna ke pangkuan cowok itu


"Mau coba?" ujar Nahyan di telinga Anna yang terdengar sensual.


Nahyan tersenyum lembut, "gak mau?"


Anna tidak langsung menjawab dikarenakan otaknya yang tiba-tiba saja berhenti berfungsi alias blank.


Nahyan mengangguk lalu dengan satu gerakan menaruh Anna kembali ke sofa, kemudian mengambil remot dari tangan gadis itu. Cowok itu dengan sedikit gugup menyalakan TV kembali. Cukup memalukan bahwa dia dditolak meski sebenarnya dia hanya berniat menjahili Anna.


Anna menatap Nahyan di sampingnya yang terlihat fokus dengan TV tapi sebenarnya sedang salah tingkah.


"Gue gak bilang kalau gak mau!" ujar Anna cepat lalu menyosor ke dalam pelukan Nahyan.


Dengan sigap Nahyan menahan Anna. "Mau ngapain?!" panik Nahyan.


"Apa lagi? Ciumanlah!"


Dengan gerakan cepat, Anna mencium bibir Nahyan. Perlahan-lahan ciuman berubah menjadi *******. Tapi sayangnya, Nahyan menjauhkan wajahnya.


"Jangan...," lirih Nahyan dengan wajah semerah tomat.


"Kenapa? Takut kena marah sama Mama? Kan lo duluan yang mancing."


Jakun Nahyan terlihat naik-turun. "N-nanti lo hamil," cicitnya pelan.


Anna mengerjapkan matanya. Tahun segini Nahyan masih berpikir kalau berciuman dapat membuat perempuan hamil?!! Astaga, bagaimana mungkin cowok itu tidak pernah diajari?


Pelajaran biologi! Ya, benar! Seharusnya Nahyan tau dari pelajaran biologi bahwa hanya dengan ciuman manusia tidak akan bisa bereproduksi.


Anna terjebak dalam pikirannya sendiri.


Tunggu, apa yang menyebabkan cowok jenius ini terjebak di kelas MIPA 7 yang notabene isi muridnya berada di peringkat bawah peringkat umum? Kenalannya? Anna pikir sekolah ini tidak begitu bodoh menaruh siswa jenius seperti Nahyan di kelas bobrok seperti itu.


"Nilai biologi!" ujar Anna

__ADS_1


"Hah? "


"Sebutin nilai asli biologi lo di PAS kemaren!"


*PAS (Penilaian Akhir Semester)


"20," jawab Nahyan.


"What?! Lo pinter kan?? Kok biologi dapet nilai segitu? "


Nahyan mengangkat bahu tidak peduli.


"Berarti salah dong gue diajarin MTK sama lo!"


"Kalau MTK nilai gue 100."


Anna menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia semakin bingung dibuatnya.


"Gue gak suka baca. Tapi suka itung-itungan. Meski gitu, sebenernya kimia juga gua lumayan suka," tambah Nahyan yang langsung menjawab semua kebingungannya.


"Peringkat umum lo berapa sih?"


"215."


Anna melongo. "Dari 245 siswa lo peringkat 215?"


Nahyan dengan santai mengangguk.


"Ternyata lo lebih beg0 dari gue!" ujar Anna yang merasa bangga juga bahagia.


"Emang lo peringkat berapa?" tanya Nahyan dengan raut wajah kesal.


"Di sekolah lama waktu gue kelas 11 peringkat 210."


Nahyan menatap Anna datar. "Gblk!" umpatnya yang tidak tahan memaki Anna.


"Tapi intinya peringkat gue lebih besar dari lo!" balas Anna yang tidak mau kalah.


"Cuma beda 5 doang bangga!" cibir Nahyan.


"Yang penting lebih gede dari lo!"


"Yang penting nilai 4 dari mapel 6 mapel umum gue 100!"


"Bomat! Itu gak merubah fakta peringkat gue lebih gede dari lo!"


Nahyan menghela napas. "Sekarepmulah!"


Anna mengulum senyum. "Oke, mari kita lanjutin aktifitas kita yang tadi." Nahyan menatap Anna penuh tanya.


"Oh iya! Tenang, kalo cuma ciuman gak cukup untuk buat gue hamil," bisik Anna sebelum kembali mencium bibir Nahyan.


"Ann--" Ucapan Nahyan terpotong karena kedua tangan gadis itu yang menangkup wajahnya. Pada akhirnya, cowok itu hanya pasrah dan mulai membalas ciuman gadis itu dengan lebih agresif.


"Siapin mental lo," bisik Nahyan di tengah-tengah ciuman.


...°°°...


...TBC...


Gua masih mau lanjut ini novel


tapi gak bisa janji bakal UP rutin karena gua kelas 12. sudah banyak ujian, TO, tugas dll.


pusing gua daring lagi belajarnya. gurunya gak ngotak ngasih tugas tiap hari+seabrek jumlahnya

__ADS_1


__ADS_2