Nahyanna

Nahyanna
BAB 55


__ADS_3



...Makasih, komentar kalian berdua mood booster banget nyahahhahaha.......


...Untuk yang lain, terima kasih sudah memeriahkan ^^...


...*...


...*...


...*...


"Sampai di sini saja materi pelajaran kita. Ibu harap kalian pahami lagi materi yang Ibu sampaikan. Untuk tugas, silakan kerjakan kompetensi dasar pilihan ganda dan essaynya. Dikumpulkan minggu depan," ujar Bu Iis sambil merapikan barang-barang di atas meja guru.


"Ibu akhiri. Wassalamualaikum," sambungnya.


"Wa'alaikumsalam." Setelah seluruh siswa-siswi kelas 12 A-4 menjawab, Ibu Iis tersenyum tipis lalu pergi.


"Aah... gila. Gak MTK wajib, gak MTK minat, semuanya buat otak gue panas!" ujar Anna sambil memasukkan buku cetak dan buku tulis matematika minatnya ke dalam laci, kemudian dia mengeluarkan baju olahraga dari dalam tas. "Untungnya, abis pelajaran MTK minat ini mapelnya olahraga. Kalau enggak, bisa stress gue."


"Bilang aja lo beg*o!" celetuk Zidan dari arah belakang.


"Apa sih lo?! Nyambung-nyambung aja!" sinis Anna sambil melempar pena miliknya ke arah Zidan.


Dengan sigap Zidan menghindarinya, lalu dia menunduk untuk mengambil pena yang tergeletak di lantai.


"Alhamdulillah, dapet pena. Gak perlu nyokek lagi gue," ucap Zidan sambil tersenyum memandangi pena Anna yang diujungnya berbentuk kipas.


"Heh Tengil! Itu pena gue!"


"Kan lo yang ngelempar. Jadi, sekarang ini milik gue." Zidan menyeringai.


"Bodo! Ambillah! Gak ikhlas lahir batin gue!" Anna menekuk wajahnya.


Anna menoleh saat seseorang menyentuh pundaknya. "Lo yakin mau olahraga? Lo kan baru pulang dari rumah sakit. Hari ini kita main basket lho. Gue takut lo kenapa-napa," kata Deana.


"Gak masalah sih mau main basket juga. Toh, kalau gue gak sanggup ya gue bisa izin duduk dipinggiran aja," jawab Anna yang acuh tak acuh.


Anna tidak menyangkal ucapan Deana. Gadis itu memang ada benarnya. Rasa yang diberikan Pamannya itu sakitnya bukan main. Anna tidak bercanda soal itu, dan dibeberapa bagian tubuhnya terkadang saat beraktivitas masih terasa nyeri. Tapi, Anna tetaplah Anna. Mana bisa dia diam sendirian dipinggir lapangan, sedangkan yang lainnya asik olahraga.


"Yowes. Ayo ganti baju!"


...***...


"Naaa! Udah belum? Lama amat! Nanti telat nih! Pak Joko kan ngecheck absennya di awal!" teriak Deana dari luar toilet.


"Yaudah, lo ke lapangan duluan aja! Gue masih agak lama ini beberurusan dengan alam. Maklum, di RS gue gak dipanggil-panggil!" jawab Anna dari dalam bilik toilet.


"Yaudah gue duluan! Bye! Awas katanya kamar mandi ini ada yang nunggu!" kata Deana sebelum pergi meninggalkan Anna.


"Bangsul! Malah nakut-nakutin," gerutu Anna.


Beberapa menit kemudian ...

__ADS_1


"Ah lega...," gumam Anna sambil mengelus-elus perutnya datar.


Dia bergegas keluar dari bilik toilet, namun aktifitasnya terhenti ketika mendengar beberapa orang masuk ke dalam toilet diikuti suara air yang mengalir.


"Eh, lo semua tau gak?" ucap gadis A yang membuka acara 'gibah'.


"Apaan?" tanya Gadis B sambil mengoleskan bedak pada wajahnya dengan sponge.


"Gue gak mau ya denger berita gak penting dari lo," jawab Gadis C sambil menjepit bulu mata dengan penjepit bulu mata.


"Ck! Kali ini penting!" Gadis A memutar bola matanya.


"Yaudah! Langsung ke inti!" kata Gadis C.


"Nahyan! Si pentol sekolah itu udah punya pacar!"


Kedua gadis yang mendengar itu mengerutkan dahinya tak percaya. Pasalnya, cowok tampan itu benar-benar anti dekat dengan lawan jenis. Disentuh saja bisa sangat murka hingga bisa didepak dari sekolah.


"Berita dari mana, tuh?" Gadis B memakai liptint, setelah selesai memberikan liptint itu pada Gadis C.


"Terpercaya gak tuh?"


"Terpercayalah! Orang gue tadi pagi liat dengan mata kepala gue sendiri dia pegangan tangan sama cewek!" kata Gadis A dengan raut wajah yang terlihat bete.


"Ah, masa? Lo salah liat kali?" Gadis C menghentikan aktifitasnya dan menatap Gadis A.


"Ih! Mana ada salah liat! Nih, gue punya fotonya!" Gadis A mengambil ponsel yang berada di saku bajunya. Gadis B dan C yang penasaran, langsung merapat pada Gadis A.


"Tuh! Percaya kan sekarang?!" Gadis A membiarkan ponselnya diambil oleh Gadis B.


"Ceweknya siapa nih? Gak keliatan. Tapi btw, seleranya rendah banget. Tepos gitu ceweknya," kata Gadis B sambil cekikikan.


BRAK!


Anna yang merasa panas dibilang rendah dan tepos, membuka pintu dengan kasar. "Apa lo ngatain gue tepos?" kata Anna dengan galak.


Ketiga Gadis itu terperangah melihat sosok Anna yang terkenal sebagai 'Kacung' Nahyan.


"Gak usah Geer! Ngatain lo aja enggak!" kata Gadis B yang bername tag Silvana.


"Yee... itu lo tadi ngomong gue tepos! Amnesia?!"


"Gue ngomongin pacanya Nahyan! Kacung rendahan kayak lo gak usah halu!"


Anna melotot dibilang sebagai kacung rendahan oleh cabe-cabean di depannya ini. "Eh, lu cabe-cabean! Gue ini pacarnya Nahyan!"


Seketika suasana menjadi hening, namun detik berikutnya tpilet dipenuhi suara gelak tawa. "AHAHAHHA! Kacung mah kacung aja. Gak usah ngimpi!" kata Gadis C yang bername tag Berlian.


"Anjiim lu! Ngeselin!" kata Anna sambil melayangkan tatapan sini. "Percaya atau enggak terserah mbak-mbak sekalian. Tapi nanti pas dah percaya, jangan gue orang pertama yang ngetawain elu," ujar Anna.


"Udah, ah! Buang-buang waktu!" kata Anna sambil pergi berlalu.


"Iyuh! Sok penting banget!" kata Berlian, lalu melanjutkan acara touch up.


...***...

__ADS_1


"Priit!" Pak Joko memebunyikan pluitnya, lantas anak-anak perempuan Yang sedang bermain basket langsung menghentikan permainan.


"Anna! Kamu istirahat saja! Saya dengar kamu baru pulang dari rumah sakit! Wajah kamu juga sudah pucat!" teriak Pak Joko dari pinggir lapangan.


Anna menganggukkan kepalanya. "Baik, Pak."


"Satu orang cepat gantikan!"


Anna berjalan ke pinggir lapangan, lalu mencari tempat teduh untuk dirinya duduk. Gadis itu menjadikan tangannya sebagai kipas. "Panas banget...," gumamnya dengan wajah yang memerah karena kepanasan. "mana haus banget!" gumam Anna sambil melihat anak-anak kelasnya yang sibuk bermain basket.


"Na?" Anna menoleh saat mendengar suara yang menenangkan hati dari arah sampingnya.


Anna tersenyum begitu melihat sosok tampan itu. "Hey, Galen! Apa kabar?" tanya Anna.


"Baik. Lo gimana? Gue denger lo masuk rumah sakit. Maaf ya gue gak bisa jenguk, gue ada kegiatan sama anak OSIS dan band gue juga lagi ada masalah."


Anna mengibaskan tangannya ke udara. "Ah, biasa ajaa kali! Gue juga gak sakit parah," jawab Anna dengan ramah. "Btw, lo anak band? Gue baru tau. Namanya apa?"


"Iya. Namanya Aileen," jawab Galen.


"Pernah ngadain konser?"


"Sementara sih belum, cuma Aileen rajin manggung dari kafe ke kafe. Cuma lebih sering manggung di Apnormal."


Anna menganggukkan kepalanya mengerti. "Oh iya, kok lo di sini? Emang dibolehin sama Pak Harris?"


Perlu kalian tau, kelas olahraga Anna dan kelas olahraga Galen berada di hari yang sama. Kelas Galen pada jam ke-4 dan ke-5, dan kelas Anna pada jam ke-5 dan ke-6.


"Gue udah main basket, jadi dibolehin istirahat bentar."


Anna menganggukkan kepalanya.


"Na, lo ada hubungan apa sama Nahyan?" tanya Galen yang akhirnya menanyakan point penting alias menjadi tujuannya mendatangi Anna. Cowok itu tersenyum ramah.


Anna menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Kalau gue jawab pacar apa lo percaya?"


"Oh, gitu ya." Senyum Galen tergantikan dengan ekspresi wajah yang tak bisa Anna artikan, namun cowok itu cepat-cepat kembali memasang senyum di wajahnya. "Yaudah, gue balik dulu. Lo kalau ada apa-apa bilang gue ya, Na?"


Anna mengangguk. "Kenapa?" tanya Anna.


"Kenapa apanya?" tanya Galen yang bingung.


"Kenapa kalau ada apa-apa gue harus bilang sama lo?" jelas Anna.


Galen tersenyum miris. "Sebenernya, lo beneran gak tau atau pura-pura gak tau?" jawab Galen dengan raut wajah terluka.


Anna terdiam terpaku.


"Lupain yang barusan gue bilang." Galen mengacak-acak rambut Anna. "Bahagia terus ya, Na. WA gue on 24 jam kok untuk lo," setelah mengatakan itu, Galen langsung pergi menuju rombongan kelasnya yang masih terlihat sibuk.


Anna memandangi punggung Galen yang menjauh. "Gue bego banget ya selama ini gak peka?" gumam Anna, lalu menatap langit yang cerah tanpa awan.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2