
🌟Enthusiasm chapter 16🌟
Aku tepat janji ya... Like chp sblmnya udh 30, aku lngsng up chp baru 😁
Tinggalkan LIKE KOMEN. Aku takut sama HANTU soalnya :(
Happy reading!
•••
Anna sedang asik memakan kedua pizza di kedua tangannya dengan rakus.
Nahyan memperhatikan gadis di sampingnya itu.
Bener-bener rakus, pikir Nahyan. Cowok itu melayangkan tangannya untuk mengambil sepotong pizza, namun tangannya ditepis begitu saja.
Nahyan mengerutkan dahinya.
Dia tidak mengerti mengapa gadis itu menepis tangannya dengan kasar.
"Lo mau mati?" ancam Nahyan bersamaan dengan lirikan mautnya.
"Gak boleh! Semua ini punya gue." ucap Anna yang mengeklaim semua potong pizza miliknya.
"Gue yang beli apa urusannya sama lo?!" tanya Nahyan yang merasa kesal.
"Ghuwe thamu di swini, udwah kewajibwan lo ngwasih ghuwe makan!" balas Anna dengan mulut yang penuh dengan pizza, hampir tersedak di ujung kalimatnya.
"Justru karena lo tamu seharusnya lo tau diri!" kesal Nahyan kembali melayangkan tangannya untuk mengambil pizza.
Dengan sigap, Anna menggeser kotak pizza dan menghalangi Nahyan dari kotak pizza dengan tubuhnya.
Anna menelan sisa pizza dimulutnya, dia berkata, "Gak bisa gitu, gue masih laper."
Dengan satu gerakan, Nahyan menaruh tangannya di wajah Anna lalu mendorong kepala gadis itu hingga membentur sofa yang empuk di belakangnya.
Anna memukul-mukul lengan Nahyan. "Dih, jahat bener sih!" teriak Anna yang merasa tidak terima.
Anna menatap Nahyan dengan sengit, sedangkan cowok itu hanya memasang tampang poker face.
"Dasar gendut." gerutu Nahyan sambil memainkan ponselnya.
"Gue gak gendut!" bantah Anna.
"Iya, lo kan kurus kerempeng. Udah gitu tepos lagi," ejek Nahyan yang menatap ponselnya.
Anna menggeplak kepala Nahyan hingga menimbulkan suara.
Plak!
"Lo kenapa sih?!" bentak Nahyan yang kesal, membuat Anna tersentak kaget.
Sejujurnya, Anna orangnya paling tidak bisa dibentak. Rasanya langsung ada yang menusuk di dadanya kalau dia dibentak. Tapi Anna sadar, kalau dia memang keterlaluan tadi.
Anna menaruh sisa pizza di tangannya ke dalam kotak pizza, lalu duduk diam di samping Nahyan. Dia berusaha menahan air mata yang menggenang di kedua kelopak matanya.
"Maaf...." cicit Anna yang menekuk bibirnya, dan menunduk karena tidak berani menatap sosok 'singa' di sampingnya.
__ADS_1
Nahyan mengusap wajahnya kasar lalu menatap Anna yang menundukkan kepalanya.
Sebenarnya cowok itu tidak bermaksud membentak, hanya saja tadi dia kelepasan. Nahyan paham kalau perempuan sangat sensitif, terlebih lagi mama-nya di rumah sangat cengeng terhadap hal-hal kecil.
"Liat gue, Anna!" ucap Nahyan dengan nada suara memerintah.
Anna menggeleng kuat.
Nahyan menghela napas. "Look at me, Anna!" ujar Nahyan dengan lembut.
Anna menoleh ke arah Nahyan. Didapatnya wajah Nahyan yang sedang tersenyum hangat padanya. Sorot mata Nahyan memancarkan kelembutan. Tanpa disadari, air mata Anna mengalir begitu saja ke pipinya.
Anna cepat-cepat menghapusnya sebelum air matanya tumpah semua. Anna menghisap ingusnya yang hampir keluar.
"Pfft!!" Nahyan menahan tawanya, namun tawa itu tak terbendung lagi saat Anna menatapnya dengan tatapan puppy eyes. Benar-benar mirip kucing.
"Ahahahaha..." tawa Nahyan sambil memegangi perutnya, sedangkan Anna memiringkan kepalanya tidak mengerti.
Nahyan membayangkan seekor anak kucing yang menggemaskan saat menatap wajah Anna. Gadis itu, benar-benar membuat Nahyan gemas padanya.
Nahyan menepuk kepala pelan puncak kepala Anna.
"Tumben lo cengeng. Efek PMS kali, ya?" kata Nahyan disela-sela tawanya.
"Dah, gak usah nangis. Gue gak sengaja. Lo abisin aja pizza-nya, nanti kalo kurang bilang aja. Gue pesenin lagi," ujar Nahyan masih dengan senyum lembutnya.
Anna tersenyum lebar sambil menghapus setitik air mata di sudut matanya, lalu dengan satu gerakan Anna memeluk Nahyan.
Cowok itu terkejut dengan serangan dari Anna yang tiba-tiba. Tapi cowok itu hanya tersenyum tipis melihat senyum lebar Anna.
Anna menangkap kedua pipi Nahyan. "Bener lho ya! Gak bisa ditarik lagi omongannya," ujar Anna sambil memainkan pipi Nahyan.
Cklek!
"Anna!" teriak suara cempreng setelah suara pintu terbuka.
Anna dan Nahyan reflek mengarahkan tatapan mereka pada orang-orang yang baru saja memasuki apartemen.
"Wooow!" komentar Suga saat melihat kedua orang yang sekarang berada di sofa.
"Kesucian gue ternodai," celetuk Suga sambil menutup matanya.
"Zina mata!" ucap Deana dan Fabian bersamaan.
Anna menyingkir dari atas tubuh Nahyan, dan segera gadis itu bangkit dan mendekati Deana yang sedang menutup mulutnya menggunakan tangannya.
"Lo-lo di sini?" ucap Anna dengan senyum paksa.
Deana tertawa terbahak-bahak, sedangkan Fabian dan Suga duduk di samping Nahyan untuk menggoda si kanebo kering alias Nahyan.
Nahyan berdecak sebal lalu mengambil sepotong pizza yang tadi tidak sempat dia makan.
"Lo kemana aja, sih! Gue khawatir tau gak?" ujar Deana sambil memeluk erat tubuh Anna.
__ADS_1
"Itu tuh majikan lo nyariin lo kayak orang kesetanan tau gak?" kata Deana sengaja dengan suara bervolume besar agar targetnya mendengar.
Nahyan melirik Deana dengan sebal. Tapi dia memilih tidak peduli.
"Berisik!" kata Nahyan lalu mengajak dua temannya bermain playstation 5 miliknya. Ketiga cowok itu segera menuju ke playstation.
"Gue kesiangan." jawab Anna yang menahan dirinya agar tidak meringis kesakitan akibat dari pelukan Deana yang terlalu erat. Anna tidak ingin membuat Deana lebih khawatir.
Deana dan Anna berjalan mendekati ketiga cowok yang sekarang sedang bermain Last of US 2 di playstation.
"Kok muka lo pucet?" tanya Deana.
Anna tersenyum paksa. "Tuh, tuan rumah telat ngasih gue makan." kata Anna sambil duduk di mini bar yang menghadap langsung ke arah tiga cowok yang sedang asik bermain playstation.
"Sadar, Na! Elo babunya, harusnya lo yang kasih Nahyan makan." sahut seorang cowok yang sedang menjadi penonton permainan Nahyan dan Fabian. Si Suga alias cowok bermulut lemes.
"Masak sana! Gue laper, Na!" ucap Suga.
"Enak amat!" delik Anna yang merasa sebal. "Tuh pizza di depan masih ada," lanjut Anna.
"Ogah, ah. Pizza-nya udah ga suci gegara jadi saksi bisu perzinahan elo sama Nahyan." kata Suga sambil memainkan alisnya naik-turun.
Anna jadi ingin melempar kursi yang didudukinya pada Suga.
"Sialan," gerutu Anna.
Menurut Anna, Suga itu mempunyai bakat membuat orang-orang disekitarnya merasa kesal dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Bahkan, walau mulutnya tertutup dia masih mampu membuat orang-orang merasa kesal.
"Suga bener. Cepet masak sana, gue laper!" kata Nahyan dengan wajah yang merona sambil menyerahkan stick PS pada Suga lalu pergi ke kamarnya.
"Nahyan ngapa ?" tanya Deana pada Anna.
Anna mengangkat bahunya. "Tau, tuh. Gak jelas," ujar Anna sambil berjalan menuju kulkas.
"Ngapain?" tanya Deana.
"Masak. Kalau si Singa gak diturutin, bisa-bisa ngamuk. Lo tau kan kalo dia ngamuk mukanya kayak nahan boker?" ujar Anna sambil mengeluarkan bahan-bahan masakan yang ingin dia buat.
Deana terkekeh geli. "Oh iya itu HP sama tas udah gue bawain." kata Deana.
Anna menganggukkan kepalanya. "Tolong casin HP gue ya?"
"Iya."
°°°
Bersambung...
NEXT?!
LIKE up TO 35. 😁❤
KOMENNYA juga yahh😗😈
Juecy.bell
07 September 2020
__ADS_1