Nahyanna

Nahyanna
Bab 59


__ADS_3

'Bellarose'


Adalah teman sebangku Anna yang baru, yang merupakan gadis misterius dan tak banyak bicara. Di sekolah tadi, Anna hampir tidak pernah berkomunikasi dengannya. Komunikasi juga hanya karena Anna menanyakan catatan fisika dengan tulisan tidak jelas di papan tulis.


"Mikirin apa?" tanya Nahyan yang mengemudi mobil.


Anna menoleh pada Nahyan.


"Oh enggak mikirin apa-apa." Anna tersenyum untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang dipikirkannya.


"Galen?" tebak Nahyan yang tak mengacuhkan jawaban Anna sebelumnya.


Anna memicingkan matanya. "Kok nyambung ke Galen?" tanya Anna yang merasa curiga.


Pasti lagi ngambek nih, batin Anna yang merasa senang. Entah mengapa, semenjak mereka menjadi sepasang kekasih sifat posesif Nahyan menjadi bertambah. Bahkan, semua nomor cowok di ponselnya dihapus Nahyan. Padahalkan cowok-cowok itu adalah teman sekelas Anna.


"Dia kan naksir lo," jawab Nahyan.


"Ya terus? Hubungannya apa coba?" tanya Anna lagi.


Nahyan melirik sinis.


"Biasanya kalau cewek ditembak, dia bakal suka sama cowok yang nembak. Cewek kan baperan. Nah, lo abis ditembak Galen kan?" jelas Nahyan dengan kalem. Padahal sebenarnya dalam hati sudah panas dan meledak-ledak. Apa lagi mengingat ucapan Galen yang ingin merebut Anna darinya.


"Mati dong gue ditembak?" canda Anna sambil menaik-turunkan alisnya.


Nahyan berdecak sebal.


"Gue serius!"


"Ngebet banget diseriusin."


"Anna...." Nahyan menoleh sebentar untuk melayangkan tatapan tajam pada gadis di sebelahnya itu.


"Cantik," sambung Anna sambil terkekeh geli.


Rasanya sangat memuaskan membalikkan kata-kata Nahyan yang pernah dilontarkan cowok itu padanya dulu.


Nahyan menghela napas. "Lo suka sama Galen? Jadi yang lo omongin di cafe waktu itu bener? Iya?" tanya Nahyan yang dengan napas yang memburu, namun tetap berusaha tenang dan menjernihkan pikirannya


"Enggak, ih! Kan udah dibilang itu cuma prank. Lagian, dapet info dari mana coba gue ditembak Galen?" tanya Anna yang penasaran sebab dia yang terlibat saja tidak tau kalau Galen menembaknya.


"Gue liat lo sama Galen pas olahraga." Nahyan sedikit bercerita. Lalu melirik wajah Anna yang menyimak dengan serius.


"Iya, terus?" tanyanya.


"Gitu," jawab Nahyan karena gugup terlalu diperhatikan oleh mata hitam legam milik Anna, yang jika menatapnya lebih lama seakan menelannya dalam kegelapan.


"Emang lo denger sendiri dia nembak gue?"


"Gak."


"Terus?"


"Lurus, nabrak deh."


"Nahyan!"


"Ganteng."


"Gue bilang apa coba?"


"Apa."


"Coba inget, gue ngomong apa waktu itu."


"Apa waktu itu."


Anna melotot begitu tau ternyata Nahyan tidak menjawab pertanyaannya dengan benar. Ini sih, senjata makan tuan. Nahyan kan King of Bar-Bar.


"Gue mau telepon Galen, ah!" ujar Anna sambil mengeluarkan ponselnya.


CITTT!!!


Nahyan mengerem mendadak, menyebabkan mobil di belakangnya hampir menabrak bagian belakang mobil Nahyan. Setelah itu, terdengarlah suara klakson dari motor dan mobil yang protes dengan tindakan Nahyan.


"Berani nelpon Galen?" ancam Nahyan dengan nada suara rendah dan tersimpan amarah dibaliknya. Kalau saja dia sedang berada di kelasnya, sudah dipastikan Nahyan membanting segala kursi dan meja yang berada di dalam jangkauannya.


"Gak. Cepet maju lagi! Itu orang pada tin-tin kita!" katanya sambil memukul punggung Nahyan pelan.


"Tin tin siapa lagi? Berapa cowok sih yang suka sama lo?" Nahyan mulai tersulut emosi.


"Ck! Maju dulu!" bentak Anna. Raut wajah Nahyan yang mengeras pun perlahan melembut, meski cowok itu memalingkan wajahnya. Kemudian, tanpa mengatakan apapun menjalankan mobilnya kembali.


"Gue itu mikirin temen sebangku gue. Namanya Bellarose, anaknya introvert gitu," jelas Anna saat suasananya pas dan kondusif.


Nahyan hanya mendengarkan dengan seksama. Tentu saja di dalam dirinya dia merasa senang kekhawatirannya itu sudah terjawab. Tapi, yah, namanya Nahyan stay cool saja dulu.


Merasa perubahan mood Nahyan yang sudah membaik, Anna tersenyum samar. Cowok seperti Nahyan itu agak sulit dimengerti, dia suka marah-marah dan merajuk secara tiba-tiba. Tapi meski begitu, sudah dipastikan Nahyan sangat menyayanginya.


Sebenarnya Anna heran, mengapa Nahyan begitu menyukainya? Sedangkan di belakang cowok itu banyak sekali gadis cantik nan kaya menunggunya.


"Ya-iyalah. Kan sekelas," celetuk Nahyan sambil memutar bola matanya. Menurutnya, Anna itu terkadang bolotnya kebangetan meski biasanya memang bolot. Upss! Jahatnya Nahyan.

__ADS_1


"Ih gak gitu, Bambank! Maksud gue itu gue kayak pernah ketemu sebelumnya sama dia. Jujur aja, tadinya gue gak sadar kalo di kelas itu ada anak yang namanya Bellarose dan gue juga gak pernah liat dia dikelas gue."


"Oh." Anna mencibir reaksi yang diberikan Nahyan.


"Datar banget!" katanya tanpa suara.


"Omong-omong, bagus ya namanya? Bellarose," tanya Anna.


"Gak. Jelek," jawab Nahyan cepat.


Anna melotot, lalu memukul pelan bahu Nahyan. "Bagus tau! Jarang-jarang orang Indonesia yang punya nama begitu. Gak kayak nama gue pasaran. Ada dimana-mana," keluhnya dengan raut wajah bete.


"Btw, emak lo kreatif banget sih ngasih nama Nahyan. Ditulis bagus, diucapin terasa elitnya, unik, dan lagi gak pasaran," ujar Anna sambil membayangkan rangkaian huruf yang menyusun nama Nahyan di otaknya.


"Bagusan juga nama lo."


Anna melirik Nahyan, lalu tersenyum untuk menggoda Nahyan.


"Ngegembel gak, nih?" goda Anna sambil menaik-turunkan alisnya.


Nahyan berdecak sebal. "Gombal! Lo tuh gembel," sarkas Nahyan yang merasa malu.


"Cie blushing!" ejek Anna sambil cekikikan.


"Berisik!"


"Btw kita mau kemana?"


"Makan. Abistu ke apartemen gue."


"Gue gak bisa ke apartemen lo."


"Kenapa?"


"Gue gak dibolehin pulang sore-sore. Lo tau kan, kita udah kelas 3. Gak sampe satu tahun lagi kita mau kelulusan? Pasti ngertilah...," kata Anna yang beralasan. Padahal mah aslinya, Pamannya menjadi lebih ketat soal kapan Anna harus pulang. Dan kalau dia tidak menuruti, bisa-bisa badannya kena sasaran lagi. Kan, Anna bosan terluka terus.


"Oh. Tapi makan bisa?" tanya Nahyan dengan suara gentlenya. Meleleh Anna setiap mendengar suara Nahyan. Masalahnya, suara Nahyan itu terdengar sangat bagus! Serak-serak basah gimana... gitu.


"Bisa, asal gak lama-lama."


...***...


Anna keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Melompatlah dia ke atas kasur, lalu memeluk guling dan memainkan ponselnya.


Anna mencari-cari kontak Deana.


Dia merasa tidak enak dengan suasana antara dirinya dan Deana. Tadi siang kan, mereka terus berdiam-diaman. Deana memang bersikap sangat menyebalkan, namun seharusnya Anna tidak berbicara seperti itu padanya. Bisa saja Deana mempunyai masalah besar sehingga membuatnya sangat cemas dan berakhir dengan mood buruk. Seharusnya, sebagai teman yang baik Anna menghiburnya bukan?



^^^De^^^


^^^Deanaa^^^


^^^Oi^^^


^^^Beb^^^


^^^AYANK BEB YUHUU^^^


^^^YANK BEB YUHUU^^^


^^^HL.. AD BB Q G DST^^^


^^^HL.. BB BKN NH^^^


^^^HL.. LYT MBB Q G P^^^


^^^HL.. LG PRG SM MBB Q G^^^


^^^HL.. P MBB Q DST G^^^


Ga jelas banget sih lo


Gak usah spam


Gak penting banget 🙄


^^^Lo kenapa sih?^^^


^^^Gue salah apa sama lo?^^^


Gak ada


^^^Terus?^^^


^^^Lo kenapa gini?^^^


^^^Pasti gue ada salah kan?^^^


^^^Ayo ngomong ajaa^^^


^^^Gue gak tau kalau lo gak ngomong^^^

__ADS_1


^^^atau lo lagi punya masalah?^^^


^^^Coba sini cerita siapa tau^^^


^^^gue bisa bantu^^^


Gak ada


Udah lo gak usah chat gue


Lagi pengen sendiri


^^^Yakin?^^^


Hm


^^^Tapi gue gak buat salah kan sama lo^^^


Gak.


Udah diem


Gue mau semedi


^^^Pfft!^^^


^^^Okelah...^^^


^^^read^^^



Anna tersenyum lemah, dia agak lega bahwa dia tidak berbuat salah. Anna hanya bisa berdoa semoga masalah yang Deana alami bisa cepat terselesaikan. Dan tugas Anna, tetap berada di sisi Deana sampai gadis itu baik-baik saja dan kembali seperti semula.


"Ngantuk...," gumam Anna dengan mata yang sayu.


Saat akan pergi ke alam mimpi, tiba-tiba saja ponselnya berdering sangat keras. Anna bangun karena terkejut.


AKU LAPARRRRRR!!!


AKU LAPARRRRRR!!!


AKU LAPAR PAR PAR PAR!!!


p.s : nada dering hp Anna btw 😂👆


"Astaghfirullah, jantungan gue lama-lama. Siapa sih yang setel nada dering beginian?" kesal Anna sambil menggeser tombol hijau.


"NA! LO DIMANA?!" tanya seseorang di seberang sana.


Anna mengernyitkan dahinya. Suaranya asing. Dilihatnya layar ponselnya.



Benar telepon dari Nahyan kok? batin Anna.


"Bisa ke sini? Tolong. Nahyan habis dikeroyok sama anak SMA sebelah. Luka dia lumayan parah, tapi dia ngotot gak mau ke RS. Tolong cepet ke sini! Cuma lo yang bisa bujuk nih anak."


Anna melotot. "KOK BISA?! 14 LAWAN 1 AJA DIA MENANG LHO?!"


"Bisa ajalah. Manusia dia tuh. Udah pokoknya lo cepet ke sini gue mau ngapelin gebetan-gebetan gue! Bisa-bisa diamuk gue gak ngapelin mereka."


"Tap--"


tut!


Anna mengerutkan dahinya saat telepon tiba-tiba terputus.


"Ini pasti si Suga sialand!!" desis Anna yang setengah kesal. Setelah itu, gadis itu cepat-cepat mengambil sebuah jaket hoodie dan memakai sandal jepit khusus kalau dia pergi ke warung.


"Sebenernya, cowok itu ngapain aja sih? Buat khawatir aja," gerutu Anna yang merasa cemas sambil membayangkan keadaan Nahyan yang mengenaskan.


Gue mohon. Lo harus baik-baik aja! batin Anna dengan mata yang berkaca-kaca.


°°°


Bersambung...


HEY!!


Itu yang baru baca 'Nahyanna' tau lapak ini dari mana?? 😂


Aku kaget lho liat statistik 3 harian ini sampe ribuan yang baca.


Padahal, biasanya terbanyak itu 200an (O_O)


TENANG AJA ini tuh BAEK tau!


AKU seneng banget lho ^^ serius!


Yuk rekomendasiin NAHYANNA supaya bisa dikenal banyak orang. Btw, itu bentar lagi 100k lho!


__ADS_1


__ADS_2