Nahyanna

Nahyanna
BAB 47


__ADS_3

SUMPAH DEMI APAPUN. GUE KESEL AKUN GUA KOK BISA DIBAJAK. HERAN GUA ASW. MANA KOMEN "AKU LUAR BIASA" OR "MANTAP" OR "LUAR BIASA" lu sapa asw!! mana gue liat aktivitas gugel gadpt informasi apapun.




asw! sebenernya ada 2 komentar lagi. tapi keburu gua apus dan itu blm gua ss. fvck


BUAT EMOSI GA SIH?!


njing! gue apus aja apa ya cerita gue disni. kesel kuadrat gua.


Salahin yang bajak akun gue ^.^


Glosarium:


Chotto matte artinya tunggu sebentar


...▪...


...▪...


Nahyan tersenyum tipis setelah mengirimkan voice note pada Anna, lalu mematikan paket datanya. Sekali-sekali menjahili gadisnya tidak apa, bukan?


Nahyan beralih sebentar ke arah kucing yang baru saja naik ke atas pangkuannya. Dengan senang hati Nahyan mengelus-elus kucingnya.


Sambil menunggu reaksi Anna, Nahyan membuka pesan yang diarsipkannya. Matanya terpaku pada sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Nomor itu mengirimkan sebuah foto padanya. Nahyan tidak merasa pernah membuka pesan itu,tapi mengapa ini sudah terbuka?


Tanpa pikir panjang, Nahyan membuka room chat dengan nomor yang tak dikenal. Cowok itu memicingkan matanya saat melihat foto yang berada di layar ponselnya.


Hatinya menjadi panas, dan jantungnya terasa seperti ditusuk jarum. Dia tidak habis pikir hanya dengan sebuah foto yang memperlihatkan Anna sedang menyuapi Galen, cukup membuatnya naik darah.


TAK!


Nahyan melempar ponselnya ke dinding dengan tenaga kuat, sayangnya ponsel itu malah memantul dan mengenai dahinya.


"Oh, shit!" Nahyan meringis seraya mengelus bagian dahi yang terasa sakit.


Kucing dipangkuan Nahyan mengelus-eluskan kepalan ke perutnya, seolah-olah menenangkan majikannya yang sedang diselimuti amarah. Dia melirik sinis kucing dipangkuannya, lalu membuang napas panjang.


Tidak sepantasnya ia melampiaskan amarahnya terhadap makhluk yang tidak bersalah, apa lagi makhluknya seimut ini. Nahyan tanpa sadar tersenyum lembut saat bermain-main dengan kucing kesayangannya.


Sesudah merasa lebih tenang, Nahyan kembali memikirkan foto itu. Apakah ia saat ini sedang meragukan Anna? Tapi, gadis itu baru saja mengakui perasaannya. Apakah mungkin, seseorang ingin hubungannya dengan Anna merenggang? Tapi, hubungan mereka baru saja terjalin beberapa jam yang lalu. Besok ia harus menanyakan ini pada Anna pikir Nahyan.


Nahyan kembali mengambil ponselnya, lalu menghidupkan paket data. Nahyan memecet tombol telepon di pojok kanan layar ponselnya. Meski tidak yakin orang yang mengirim foto ini akan mengangkat telepon darinya, tapi apa salahnya mencoba?


"Assala--"


"Lo siapa hah?! Tujuan lo apa ngirim foto itu?!"


"..."


"As*u! Kemaren-maren lo blokir nomor gue, dan sekarang nomor best friend lo aja gak tau? Lo gak save nomor gue kan? Ngaku, njing!"


-_-


Nahyan tau siapa ini.


"B4bi." Nahyan langsung mematikan sambungan telepon, lalu bergegas memblokir nomor itu. Memang seharusnya ia tidak membuka blokiran itu.


Nahyan memijat-mijat pelipisnya.


Nahyan sudah tau motif si pengirim foto. Kalau itu Suga, tujuannya pasti untuk membuatnya marah, lalu menggunakannya sebagai senjata untuk mengejeknya dikemudian hari.


"Suga bangs*at!"


Nahyan menyeringai saat melihat pesan dari Anna.


Si Bawel : Nahy4njing!!! 8481!!! NYEBELIN! KE LAUT AJA SANA!


Nahyan menaikkan sebelah alisnya. 8481? Maksudnya apa? Apakah ini semacam kode-kode dari kaum betina? Kalau memang begitu, bukankah Nahyan harus peka kalau tidak mau kena semprot? Atau kah mungkin ini adalah bentuk ungkapan perasaan Anna padanya?


Nahyan menyeringai lebar sambil mengetik balasan.


Nahyan : Iya gue 8481


Setelah mengetik balasan, Nahyan menaruh ponselnya di atas nakas sambil menggendong kucing. Nahyan membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "Kucing, lo mirip banget sama dia," gumam Nahyan.


***


"AHAHHAHAHAHAHAH!"


Anna melirik sinis seorang gadis di sampingnya yang tengah tertawa terbahak-bahak.


Plak! Plak!


Deana memukul-mukul punggung Anna. "Sakit, Bang*ke!" Anna melayangkan tangannya berencana untuk membalas teman somplaknya itu, namun gadis itu dengan sigap menghindari tangan maut Anna.


"AHAHAHAHAHHA!"


Anna berdecak sebal. "Diem! Gak malu apa? Kita diliatin nih!"


Tawa Deana mereda. "Kan, gue bilang juga apa. Kemakan omongan sendiri kan, kan, kan." Deana menyenggol-nyenggol bahu Anna seraya menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


"Sekali lagi muka lo gitu, gue gaplok lu!" Anna melayangkan tangannya sebagai bentuk ancaman.


Deana nyengir.


"Pajak jadiannya ditunggu, ya."


"Apaan? Kagak ada!"


"Dih, kumat penyakit pelitnya."


"Sejak kapan gue gak pelit?"


"Bang*ke!" Deana mendorong pundak Anna ke samping.


Anna memutar bola matanya.


"Btw, lo di sini ngapain?" Anna menatap wajah Deana.


Deana menyeringai penuh misteri. "Ngapain, yaaa?" kata Deana sambil memiringkan kepalanya. "Kira-kira menurut lo ngapain?"


"Doi lo lagi tanding?" tebak Anna sambil mencari cowok-cowok yang sedang memakai baju basket. "Siapa? Ganteng gak?"


Deana menarik tangan Anna agar kembali duduk. "Gak ada! Gue ke sini cuma mau nonton tanding basket sekolah kita."


Anna menaikkan alisnya tak percaya. "Lo tau gak ambulan bunyinya gimana?"


"Tinut... tinut... tinut...."


Anna menggelengakan kepalanya.


"Salah!"


"Terus apa?"


"Ngiiiibul... ngiiiibul.... Nah, lo ngibul kan? Ngaku!"


"Ya emang bener, kok!"


"Jangan lo sangka gue gak liat ya. Tadi lo turun dari mobilnya Fabian, kan! Cepet ngaku!"


"Lo ada hubungan apa sama Fabian?"


Deana mengerucutkan bibirnya.


"Cuma temen doang."


"Mana ada temen kayak gitu."


Anna mendorong pelan pelipis Deana dengan jari telunjuknya.


"Sejak kapan lo jadi kayak bang*ke gini?"


Deana berdecak sebal.


"Dari dulu gue emang gini. Di awal aja agak kalem."


Anna mendesis, "terus Ian-Ian itu gimana? Si temen bucin lo di game apa itu ... Mobel Lejen."


"Ya gak gimana-gimana."


"Jawab yang bener!" Anna mencubit lengan Deana.


"Aw!" Deana mengusap-usap bagian lengannya yang baru saja dicubit. "Gila lo ya?!"


"Mau gue tambah?"


Deana berdecak.


"Ya... dia bilang suka sama gue. Walaupun kami belum tau muka masing-masing. Setelah dia ngomong gitu ya gue jujur aja gue suka sama dia. Toh, kenyataannya memang begitu."


"Terus? Jadian?"


"Eumh... gitulah. Cuma kan kami LDR gue agak khawatir gitu. Lo tau kan cowok itu kebanyakan mata keranjang dan sulit banget dipercaya?"


"Lo bilang kebanyakan cowok itu mata keranjang dan sulit dipercaya, tapi lo sendiri deket sama cowok lain? Gak salah?"


Deana murung. "Gue takut aja ditinggal pas sayang-sayangnya jadi..."


"Lo berencana buat Fabian jadi pelarian?" sela Anna.


Anna menghela napas panjang setelah melihat Deana yang hanya diam membisu.


"Jangan mulai hubungan kalau lo emang gak siap dengan segala konsekuensi yang ada. Jangan jadiin kekhawatiran lo sebagai alasan untuk deket sama cowok lain. Gak cuma nyakitin hati Ian, lo juga bisa nyakitin hati Fabian. Paham?"


***


Anna memberikan sebotol air minum pada Nahyan yang baru saja keluar dari lapangan seraya mengelap wajahnya dengan handuk yang dikalungkan di lehernya. Seperti yang diharapkan, SMA Y memenangkan pertandingan dengan skor 76-63.


Nahyan menatap tajam ke arah Anna, lalu menerima botol air dan kemudian meminumnya hingga habis. Nahyan menjatuhkan botol kosong ke lantai dan menginjaknya.


Anna memperhatikan tindakan cowok itu dengan penuh tanya.


Sebenarnya, ada apa dengan cowok ini? Merajukkah? Tapi bukannya semalam dia baik-baik saja? Kalau urusan tadi malah seharusnya Anna yang marah dijahili seperti itu, atau dia marah karena Anna memakinya? Tapi bukannya cowok itu jawab 'Iya gue 8481?', yang artinya cowok itu tak mengerti maksud Anna?

__ADS_1


"Lo pulang aja, gue hari ini masih ada 1 pertandingan lagi. Buat ngerebutin ke final."


"Kapan?"


"Jam 2-an."


"Oh yaudah, gue tungguin aja."


Nahyan memicingkan matanya.


"Lo gak peka gue lagi ngambek?" Nahyan menatap gadis di depannya ini serius.


Anna melongo dibuatnya.


Ngambek kok bilang-bilang?


"Hah?"


"Lo tadi ngeliatin anak basket kayak anjing kelaperan tau gak?!"


"Hah?"


"Lo liatin Suga, Jun, Fabian, Oka, Dava, Rizki, Alfa--"


"Stop!" Anna mengangkat lima jarinya ke udara. "Ya jelas gue liatin lah, kan tadi bolanya mereka yang pegang. Masa gue mau liatin lo terus-terusan?"


"Harus! Apa liatin gue aja gak cukup?!"


Anna mengusap wajahnya gusar. Anna jai kepingin memukul kepala Nahyan. Entah apa yang ada di otak cowok itu, pasal melihat siapa orang yang memegang bola saja tidak boleh.


Anna berdecak sebal. "Gak mungkin kan gue mau liatin lo terus-terusan? Lagian, semua penonton basket juga bakal liat kemana arah bolanya!"


"Tapi lo pernah suap-suapan sama Galen!"


WHAT??!!!


Sebenarnya ke arah mana percakapan ini?!!! Hubungannya apa dengan yang awalnya mereka bahas? Dan sejak kapan ia suap-suapan dengan Ga---chotto mate.


(O.O)


Jangan bilang saat di kantin waktu itu? Tapi, saat itu Nahyan tidak ada di sana. Seingat Anna sih begitu karena keadaan kantin memang sepi karena jamnya pulang sekolah. Tunggu, waktu itu Anna bertemu dua cowok tampan yang satunya kalem dan satunya lagi mirip monyet alias gak bisa diem, yang tak lain adalah Fabian dan ... Suga.


OH SHIT!!


Pasti kerjaan Suga.


Pasti!


Suga sialan! Liat aja bakal gue bales perbuatan lo, batin Anna.


"Ye... terus apa masalahnya? Toh, mending dari pada lo yang waktu itu nyium pipi cewek?"


"Kapan gue---"


"Stop! Ladies and Gentleman! Ini acara resmi, urusan rumah tangga mohon jangan dibawa-bawa ke sini," ujar Suga yang sedari tadi menonton dua sejoli ini berdebat. Dia sunnguh menikmati hasil usahanya ini.


Anna memutar bola matanya sebal. Monyet berjalan ini benar-benar mengesalkan.


"Berisik! Lo bau!" maki Nahyan, kemudian menggapai tangan Anna untuk pergi dari sana. Sebelum benar-benar pergi, Anna menyempatkan untuk menjulurkan lidahnya pada Suga.


Suga mengangkat alisnya. "Ini baru permulaan," kata Suga yang kemudian tertawa jahat.


Plak!


"Ngerusuh aja kerja lo!" kata Fabian setelah menggeplak kepala Suga.


"Gue gak suka aja cuma gue yang gak ada gebetan."


Fabian memutarkan matanya. "Bacot! WA lo asrama cewek gitu."


"Lo sebagai teman seperjombloan harusnya dukung gue!"


"Lo gak liat gue dateng bawa gandengan?"


Suga menatap Fabian sinis, "Hati-hati. Target selanjutnya lo."


"Bacot!"


°°°


Bersambung...


...14 KOMENTAR langsung aku UP HARI INI JUGA!!...


...p.s:...


...BERLAKU hingga jam 14.00, lebih dari itu aku UP besok-besok aja...


🏮⚠WAJIB⚠🏮


¤ KOMEN 🌷🌷🌷


¤ LIKE🌷

__ADS_1


__ADS_2