
LIKE nya boleh dong qaqa
06.30
Anna terbangun begitu alarm yang disetel di ponselnya berbunyi nyaring. Dengan malas, gadis itu mengguling tubuhnya hingga ke pinggir tempat tidur. Kemudian, gadis itu memakai sandal jepitnya.
"Males banget sekolah," gumam Anna yang masih setengah sadar. Gadis berjalan menuju kamar mandi untuk menjalankan ritual paginya.
Setelah ritual pagi yang begitu menguras energi dan waktu, Anna memakai seragam sekolahnya seraya memantau ke arah halaman rumahnya dari jendela kamarnya.
"Masih marah apa ya?" gumam Anna sambil mengingat chat semalamnya.
Flashback on
Anna merasa bosan sedari tadi sehabis pulang sekolah hanya diam sambil menatap ke arah ponselnya. Biasanya, dijam begini Nahyan akan spam telepon ataupun chat meski ponsel Anna sednag tidak aktif. Tapi sekarang? Boro-boro. Chat satupun saja tidak ada.
"Masa harus gue duluan, sih?" batin Anna.
Anna mengambil napas panjang-panjang, dan menghembuskannya kuat-kuat. Lalu, tanpa memikirkan gengsinya yang tinggi, dia memutuskan menghubungi Nahyan duluan.
Dengan lincah jari-jari Anna menari-nari di layar ponselnya hingga membentuk sebuah nama. Setelah memberi spam dengan isi chat yang sama, Anna menunggu ponselnya berdenting.
Satu menit kemudian...
"Manusia absurd ini kenapa sih? Heran," gumam Anna dengan raut wajah bete karena Nahyan tidak kunjung membalas chatnya. Biasanya kan, cowok itu sangat gercep kalau ada chat darinya.
"Mending gue masak mie dulu ye kan?" Anna turun dari tempat tidurnya menuju ke lemari pendek di sudut ruangan, tempat dimana dia menyimpan segala antek-antek makanan instan dan camilan.
Beberapa menit kemudian, Anna kembali ke dalam kamarnya sambil membawa sebuah piring mie instan yang dicampur dengan nasi putih dan segelas air putih.
Setelah manaruh piring dan gelas di atas tempat tidur, gadis itu memeriksa ponselnya. Ada notifikasi chat dari Nahyan. Langsung saja Anna buka.
^^^Nahyan^^^
^^^Nahyan^^^
^^^Nahyan^^^
?
^^^Tumben balesnya lama^^^
read
^^^Ih kok cuma di read doang?^^^
Diem. Lg nggame.
^^^Buset^^^
^^^Pake titik segala^^^
^^^Ishh^^^
^^^Nahyannnnnnnn^^^
^^^Kok ga di read siiiih^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Nahyann^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Oi^^^
^^^Nahyaaaaaaaaan^^^
^^^B4l35 9w 53k4r4n9!!!^^^
BERISIK!
Diem dulu kenapa sih?!
Gara-gara lo gue hampir kalah
^^^Oh oke^^^
^^^Maaf^^^
Yaudah. Diem.
Flashback off
"Masa iya sih cuma karena game sampe segitunya?" tanya Anna pada dirinya sendiri sambil memakai dasi. Setelah selesai, diambilnya tas sekolah dan sepatu sekolahnya.
__ADS_1
"Berarti gue berangkat sendirian, nih?"
Anna menghela napas.
"Terserahlah."
...***...
Anna menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia merasa heran karena sejak awal tiba di sekolah orang-orang sibuk menatap ke arahnya sambil berbisik pada orang di sebelahnya, terlebih lagi cewek. Ukh, itu mah tidak ada duanya sebab mata mereka selalu sinis kalau melihat Anna.
Anna mengusap pipinya sambil berkata, "Ini kenapa pada ngeliatin gue sih? Kan, jadinya insinyur."
Anna mengerutkan dahinya saat beberapa siswi menghampirinya. Anna merasa familiar dengan gadis yang berdiri paling depan, seperti pernah bertemu tapi dimana?
"Dasar pelakor!" Gadis itu melotot.
Ah!
Anna ingat gadis ini siapa!
Dia adalah gadis yang marah-marah di cafe waktu itu. Kalau gak salah namanya Kinan, ya? batinnya yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
Kinan mendorong bahu Anna.
"Lo kenapa sih dorong-dorong?" tanya Anna yang cemberut sambil menatap dua teman Kinan yang sedang mengelilinginya.
"Gue gak suka ya lo betingkah kayak gini!" geram Kinan sambil mendorong Anna hingga jatuh ke lantai.
"Betingkah apaan sih?" tanya Anna yang meredam emosi.
Melihat kehebohan yang dibuat sang Ratu sekolah, siswa-siswi yang tertarik segera berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Nahyan itu punya gue! Lo kan udah gue peringatin waktu itu. Kenapa masih ngeyel?!"
Anna menaikkan alisnya. "Apaan sih gak jelas," gerutu Anna sambil memalingkan wajahnya.
"Gue pikir pacarnya Nahyan secantik apa, eh gak taunya... pfffft!" ujar perempuan yang bername tag Tasya sambil tertawa dengan hidung.
"Lo gak pantes tau gak!" kata Tasya.
"Apa sih?" gumam Anna berusaha menetralkan wajahnya yang mulai merasa kesal.
"Lo muka tebel atau gimana sih? Heran. Makin kesini makin gak tau malu banget!" ujar Aulia sambil memandang rendah ke arah Anna yang ingin bangkit dari lantai.
Anna mengerutkan dahinya.
Dia merasa kesal dengan semua ocehan-ocehan tidak penting ketiga manusia di depannya, namun dia juga tidak merasa peduli. Toh, setidakpantasnya dia menurut kebanyakan standar orang-orang, tetap saja dirinyalah yang dipilih Nahyan menjadi pacar.
Anna maju beberapa langkah hingga berjarak hanya beberapa senti saja dari Kinan dengan tatapan tajam.
"Berisik lu kayak dora!" bisik Anna tepat di telinga Kinan. Setelah mengatakan apa yang ingin dikatakan, Anna berjalan melewati Kinan. Tentunya Anna sempat menabrak kuat bahu Kinan.
"Dasar cabe murahan!" teriak Kinan sambil menarik rambut panjang milik Anna.
"Owh, anj-- SAKIT BANGKEE!!!" balas Anna sambil menarik rambut Kinan.
Melihat Anna yang memberontak, Tasya dan Aulia menahan Anna agar melepaskan tangannya dari rambut Kinan.
"Pengecut! Mainnya keroyokan!" kata Anna.
"Dasar gak tau diri! Muka jelek aja bangga! Gue yakin pasti lo ngasihin tubuh lo kan makanya lo bisa jadian sama Nahyan!"
Anna menggertakkan giginya, lalu menendang perut Kinan dengan dengkulnya. Sebenarnya, dia tidak ingin bersikap kejam terhadap perempuan lemah seperti Kinan, tapi dia harus melakukannya.
Kinan melepaskan tangannya dari rambut Anna dan mundur beberapa langkah sambil memegangi perutnya.
"KINAN!" teriak Tasya dan Aulia bersamaan sambil memegangi Kinan di kanan dan kiri.
"Sakiiit...." tangis Kinan dengan air mata yang mengalir deras.
"Gila lo! Kasar amat sih jadi cewek!" ujar seorang cowok yang berasal dari kerumunan.
"Apa lo?! Kemana aja lo pas gue dikeroyok? Banci diem aja!" julidnya yang merasa kesal lalu melirik Kinan yang menangis tersedu-sedu.
"ANNA! KINAN! TASYA! AULIA! KALIAN SEMUA IKUT IBU KE RUANG BK!"
...***...
"Kenapa kamu nendang Kinan seperti itu, Anna?" tanya Bu Dian. "Kamu tidak mungkin berbuat begitu tanpa alasan, bukan?"
"Itu Bu si Kinan, Tasya, dan Aulia duluan Bu!" jawab Anna dengan cepat.
"Eh, apaan? Jangan bohong!" kata Kinan.
"Ya apa?! Mau taruhan? Kalau lo ketahuan bohong lo harus traktir gue makan di kantin selama 6 bulan! Mau gak?! Kalau mau ayo kita cek CCTV!"
"Sudah! Diam kamu Anna!" ujar Bu Dian yang mulai merasa pusing dengan persoalan anak didiknya ini. Sempat-sempatnya berpikir tentang traktiran makan.
"Ibu minta Kinan, Tasya, dan Aulia minta maaf sama Anna," ujar Bu Dian membuat Anna tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi Bu!" ujar ketiga sejoli itu secara bersamaan.
Anna memeletkan lidahnya pada Kinan dkk.
"Kamu juga Anna," ucap Bu Dian yang membuat Anna terdiam. Sekarang, gantian Kinan yang tersenyum penuh kemenangan.
"Ayo cepat berbaikan!"
Kinan memutarkan bola matanya lalu berkata, "Maafin gue."
__ADS_1
"Maafin gue juga."
"Gue minta maaf."
Anna melengos. "Iya, gue maafin."
"Anna!" tegur Bu Dian.
Anna menghela napas berat. "Maafin gue juga."
"Ibu anggep masalahnya selesai sampai di sini. Ibu gak mau di masa depan denger kalian berantem lagi, ya. Kalau Ibu denger Ibu akan panggil orang tua kalian ke sekolah," ancam Bu Dian dengan tegas.
"Yasudah. Anna kamu boleh keluar."
"Terima kasih, Bu." Anna beranjak dari duduknya dan segera pergi dari ruang BK.
"Terima kasih, Bu," ujar Kinan dan kedua temannya yang bersiap-siap berdiri.
"Siapa yang suruh kalian berdiri? Duduk! Masih ada yang mau Ibu bahas pasal kedisiplinan dan standarisasi seragam sekolah."
Kinan dan kedua temannya saling tatap, dan akhirnya hanya bisa pasrah.
...***...
Anna tersenyum senang begitu keluar dari ruang BK. Sudah menendang Kinan, hanya disuruh minta maaf pula, bagian mana yang tidak membuat Anna senang? Tentu saja dia sangat senang.
"Gimana?" ujar seseorang begitu Anna menutup pintu ruang BK.
"Astaghfirullah!" Anna yang terkejut memegangi dadanya. Sesudah menetralkan jantungnya, gadis itu melirik ke arah sampingnya, lebih tepatnya ke arah Nahyan yang sedang bersandar di dinding.
Anna mendecak.
"Enak masuk BK?" tanya Nahyan yang terdengar sinis.
"Enaklah! Pantes aja lo betah keluar masuk BK," sarkas Anna sambil berjalan melewati Nahyan.
Nahyan menyusul langkah Anna tanpa mendahului gadis itu. "Tadi pagi kenapa gak nungguin gue?" tanya Nahyan dari belakang.
Anna melirik ke samping, "Emangnya lo jemput gue?" pancing Anna.
"Gue jemput lo! Makanya gue telat," ujar Nahyan.
"Lo nyalahin gue karena telat? Lagian, bukannya lo marah sama gue? Mana gue tau lo jemput gue. Lo juga udah gue tungguin sampe jam 06.50 gak dateng-dateng," jawab Anna dengan nada suara kesal.
"Jadi jangan nyalahin gue!" sambungnya.
"Gue gak nyalahin lo. Gue sebenernya cuma mau bilang tadi pagi kesiangan bangunnya," jelas Nahyan sambil menjajarkan langkahnya dengan Anna.
"Oh gitu?"
"Iya."
Anna melirik ke arah Nahyan sekilas.
Dasar bocah ganteng, bisa gak sih hari ini aja lo jelek. Kan gue gak tega mau marah sama orang ganteng, batin Anna.
"Oke. Stop sampai di sini!" Anna menghentikan langkahnya sambil tersenyum, lalu mendorong Nahyan menjauh. "Kelas gue di sini. Lo boleh balik ke asal lo."
"Tunggu! Gue mau ngomong!" Nahyan menggenggam tangan Anna.
"Lepasin! Kena rotan tau rasa!"
"Maaf, semalem gue kasar." Nahyan tidak memedulikan ucapan Anna dan tetap terus pada tujuannya mengajak gadis itu berbicara.
"Oh? Sadar?"
"Makanya gue minta maaf."
"Oh yaudah."
"Gue serius Na!"
"Ngebet banget diseriusin."
Nahyan menaikkan sebelah alisnya. Dia merasa familiar dengan kalimat itu.
"Intinya, gue minta maaf. Gue nyesel, dan gue salah. Hanya karena cemburu gue bersikap kasar sama lo."
Anna menaikkan kedua alisnya. Jadi, Nahyan bersikap tidak jelas itu karena cemburu? Astaga, Nahyan ini benar-benar ... ah, Anna tidak tau lagi harus berbicara apa.
Nahyan tersenyum dan mengusap puncak kepala Anna penuh kasih sayang, "Yaudah, gue cuma mau ngomong itu. Nanti istirahat gue ke kelas lo."
Setelah mengatakan itu, Nahyan segera pergi menuju kelasnya di 12 A-7.
"Oi!" teriak Anna, namun detik berikutnya dia menutup bibirnya. Dia sadar, kegiatan belajar mengajar tengah dimulai saat ini, dan sampai itu semua berakhir tidak boleh ada kebisingan.
Anna menghela napas. "Terserahlah," gumam Anna sambil menahan senyumnya. Sebuah kata 'cemburu' yang keluar dari bibir Nahyan mmampu membuat hatinya berbunga-bunga seperti ini.
°°°
Bersambung...
maaf lama, aku lagi sakit.
oh iya, aku mau coba kalian BACA bab pengumuman yang "49 attention please aku mau jujur" ada yang mau aku sampaikan di sana.
Proses revisi.
Kalau mau baca prolognya lagi gih. Prolognya udah aku revisi.
__ADS_1
Tenang aja, sih. Revisi juga gak buat alur berubah. Namanya juga revisi dan bukannya remake hehehehe...